Duda Kaya

Duda Kaya
sixteen


__ADS_3

.*.*.*.


"Sialan"


Maka seketika itu juga tawa Kila pecah di tempat.


Bagaimana bisa handphone sialan itu berbunyi di saat yg tidak tepat.


Dan oh God!!, Jangan lupakan muka Agam sekarang sudah merah padam.


Agam melepaskan dirinya dari atas tubuh Kila lalu berjalan menuju meja sofa untuk mengambil hp terkutuk itu.


Maunya sih di anggurin tpi udh ngak bisa, keduluan gedek juga!!!.


"Halo" jawab Agam dengan muka yg di tekuk


"......"


"Kan udh saya bilang, jangan ganggu saya malam ini"


"......"


"File nya bisa kamu kasih besok pagi kan??"


"......"


"Saya ngak mau tau, pokoknya kamu selesain sampe beres dan ingat jangan hubungi saya lagi, saya mau buka puasa" tukas Agam ambigu lalu mematikan sambungan telepon dengan perasaan kesel.


"Udh mas??" Tanya Kila tertawa


"Jangan di ketawain ngak lucu" jutek Agam


"Uluuluh cuami cuuu" ucap kila mengejek sambil mencubit pipi Agam gemes, namun segera di tepis pelan oleh Agam kerna ke lewat gedek.


"Mau di lanjutin??" Tanya Kila


Namun tak ada jawaban dari Agam


"Yaudh aku pakek lagi bajunya nih" ancam Kila


"Jangan" cegah Agam


"kenapa jangan, orang mas nya udh ngak mau" ucap kila


"Kapan aku bilang ngak mau" tanya Agam


"Tadi mas diam aja!!" Ucap kila


"Diam bukan berarti tak mau kan" tanya Agam


"Iya² yg mau buka puasa" ucap kila ketawa

__ADS_1


Kembali Agam menindih tubuh Kila dan ******* bibir nya pelan


Tpi memang dasar Kila ada saja, bisa²nya dia menghentikan kegiatan Agam demi menanyakan hal yg menurut nya penting.


"Mas, itu hpnya ngak dimatiin nanti bunyi lagi loh" tanya Kila


Agam yg awalnya dongol melihat Kila yg telah menghentikan aksinya, melanjutkan Kembali seraya berkata


"Biarkan saja"


"Mas??"


Namun tak dihiraukan oleh agam


"Mas" panggil Kila tak menyerah


"Jangan terus kau potong Kila" ucap Agam dengan suara serak


Lalu melanjutkan aksinya sampai akhir.


You know lah apa itu,😂


Lagian masih bulan puasa jadi ngak mau diperjelas takut dosa!!😂🤣


⚫⚫⚫


Sementara di kediamannya mama dan papa Kila mereka di sibukkan dengan kerewelan Syifa yg ingin meminta pulang.


Sementara Ifan, anak itu adem ayem bersama kakeknya di belakang rumah, enteh apa yg Meraka perbuatan. Entahlah saat ini Yanti telah di buat pusing oleh cucu perempuannya ini.


"Papa???" Panggil Yanti


Kemana sih itu orang di panggil ngak nyaut juga.


Terpaksa lah Yanti menyusul Rian kebelakang rumah.


Sesampainya di belakang rumah Yanti melihat bahwa suami dan cucunya sedang melihat burung kakak tau kesayangan Rian.


"PA???" Panggil Yanti keras


"Kenapa ma??" Tanya Rian santai


"Ini loh Syifa pengen pulang katanya, dari tadi rewel terus" cerita Yanti


"Terus gimana" tanya Rian


"Ya mana mama tau!!" Ucap Yanti


"Bawa sini Syifanya" pinta Rian


"Ifan masuk rumah dulu bareng nenek yy, kakek mau nenangin adek dulu" ucap Rian pada Ifan

__ADS_1


"Adek jangan nangis lagi yy, abg ngak mau liat adek sakit" ucap ifan memegang kening Syifa guna mengecek adeknya demam atau tidak.


Anak itu sangat sayang pada adeknya.


"Syifa kenapa eumm??" Tanya Rian ketiak istri serta cucu laki²nya masuk ke dlm rumah


"Syifa pengen pulang kek hiks..hikssss" ucap Syifa tersendak²


"Emang Syifa ngak suka nginep di rumah kakek??" Tanya Rian lagi


Kini syifa lebih sedikit tenang


"Mau tapi baleng hikss....Daddy mommy" jawab Syifa


"Syifa tau ngak??" Tanya Rian


"Mungkin bentar lagi Syifa bakal jadi kakak, tpi kakek rasa klo Syifa cengeng begini mommy sama Daddy ngak bakal kasih Syifa adek" jelas Rian


Sebenarnya ia tidak tau apa yg di buat anak dan menantunya di sana, tpi apa boleh buat ia terpaksa melakukan nya. Demi membuat Syifa tenang.


"Kenapa??" Tanya Kila


"Karna, klo Syifa pengen jadi kakak Syifa ngak boleh manja apalagi cengeng" jawab Rian.


"Syifa pengen Ken punya adek??" Tanya Rian


"Pengen, syifa pengen jadi kakak" jawabnya. Kini senyum telah kembali di bibir mungilnya.


"Bagus, klo gitu Syifa ngak boleh nangis lagi!! Kita masuk yy" ajak Rian


Lalu Rian menggendong Syifa menuju ruang tamu dimana istrinya dan Ifan berada.


"Loh pa!! Syifa udh tenang??" Tanya Yanti menghampiri Rian


"Iya".


"Kok bisa??"


"Ya bisa lah, papa" bangga Rian pada dirinya.


"Papa bilang apa pada Syifa??" Tanya Yanti curiga.


Bukan apa², pasalnya tadi ia capek menenangkan Syifa dengan segala cara namun tidak bisa. Tadi sekarang liat, bahkan Syifa nampak terlelap tidur dalam gendongan kakeknya.


"Papa bilang klo dia bakal jadi kakak" jawab Rian santai


"APA!!?"


.*.*.*.*


Halo apa kabarnya sehat!!??.

__ADS_1


Satu kata buat part ini!!!!.


__ADS_2