
SIAP????.
⚫⚫⚫
"Basi"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut kila pergi dan berlari kecil hingga keluar dari kantor Agam.
Tak ia hiraukan panggilan Agam dari belakang dan tatapan orang² kantor yg penuh tanda tanya
Yg ia rasakan adalah hatinya hancur, bener² hancur.
dan yg ia pedulikan sekarang adalah hanya anaknya.
Kila berjalan lunglai dipinggir jalan dengan mata bengkak dan pandangan sayu. Ungtung maskara nya tidak luntur, maklum lah maskara worang kaya.
Kalau tidak maka sekarang Kila bener² mirip orang gila.
Sebenarnya Kila tak tau harus kemana, dia berjalan mengikuti kemana arah kaki membawanya.
Tidak mungkin kan dia pulang ke rumah Agam, yg ada Agam bisa mati di tangan Kila karna dia saat ini bener² marah.
Di tambah lagi dengan sekarang keadaannya sedang hamil.
Tinnn
Tinnn
Bunyi klakson mengagetkan Kila dari jalan galaunya.
Tpi dia tidak memperdulikan nya dan terus berjalan.
"Kila??" Panggil seseorang turun dari mobil yg mengagetkan Kila tadi dengan klakson mobil nya.
Kila tau siapa yg memanggil dirinya, tpi dia tidak ingin menoleh kebelakang dan terus berjalan dengan cepat. Sehingga tanpa sadar satu buah truk melaju dengan kecepatan tinggi, kila hampir saja tertabrak jika orang yg memanggilnya tadi tidak menolong dia.
"Kamu gila hah!!" Bentak orang itu.
Kila diam
"Kamu hampir saja membahayakan nyawa kamu" ucap orang itu lagi
"Masuk mobil" ajak orang itu menyeret tangan Kila
"Lepas" ucap kila dingin
"Kamu harus ikut aku pulang Kila" ucap orang itu
"Pulang kemana ke rumah lo, ngak Sudi gue" ucap kila menghempaskan tangannya dengan kasar
"KILA, jaga omongan kamu" bentaknya
"Haha, apa yg harus gue jaga, ucapan gue, kata² gue, bahkan Lo sendiri ngak ngejaga perasaan gue gam!!" Ucap kila pada orang yg membentak dirinya tadi, siapa lagi kalau bukan Agam.
__ADS_1
"Kamu salah paham kila, tadi itu aku ngak sengaja peluk meri" jelas Agam
Enak saja dia bilang tidak sengaja,
Mana ada kucing ngaku setelah mencuri ikan.
"Ngak sengaja Lo bilang!!! Lo brengsek agam!!" Ucap kila dan berlalu meninggal kan Agam.
Namun Agam dengan sigap menarik tangan Kila dan menyeretnya ke dalam mobil dan meninggal jalan tadi.
Agam membawa Kila ke sebuah taman untuk menyelesaikan masalahnya.
"Turun" perintah agam ketika Sampai di taman tersebut.
"Ngapain?? Gue langsung pulang aja, Lo ajak noh si Meri kesini, kalian juga bisa lanjutin yg tadi" ucap kila
"Huffffff" Agam mengeluarkan nafas lelahnya lalu berkata, "yaudh kita bicara di sini aja!!"
"Ngapain buang² waktu gue aja, udh gue bilang kan ajak si Meri"
"Kila di mana sopan santun kamu sama suami" ucap Agam tegas
"Suami gue udh mati tau Lo, itu semua gara² Lo Agam" ucap kila emosi
"Lo tau!! Lo orang pertama yg udh bikin gue jatuh cinta setelah sekian lama, dan Lo juga orang yg udh membuat gue merasa jadi orang bodoh" ucap kila mengeluarkan air mata.
"Aku juga cinta Kila" ucap Agam.
"Cinta Lo itu imitasi tau!!! Gara² Lo hati gue sakit. Ngak tau kan Lo gimana sakitnya hati gue??" Tanya Kila
"Makanya dengerin penjelasan aku dulu biar kamu enggak salah paham" ucap Agam.
"Buat apa?? Hah, buat apa??, Lo mau minta izin sama gue buat nikahin si Meri gatel itu, kenapa dia hamil anak Lo, kena--"
PLAK
Satu tamparan lolos di pipi mulus Kila.
Tadi benar kan Agam suaminya, agamnya.
Tega sekali dia.
Kila memegang pipi kirinya dengan dibanjiri oleh air mata.
Sementara Agam melihat tangannya yg sudah lancang mentampar istrinya.
"Lo tau, gue ke kantor Lo buat ngasih tau klo gue lagi hamil anak Lo" ucap kila menarik nafasnya.
Agam yg mendengar itu seakan rasanya dirinya telah di sayat oleh ribuan pisau tajam.
Bukan tak bahagia, tpi dia kecewa karena dia telah menampar dan membentak Kila tadi, tpi kila, dia datang dengan membawa kabar gembira bagi dirinya.
"Tpi Lo, rela nampar gue demi belain wanita ular itu oke, FINE!!" Ucap Kila dengan menegaskan kata fine.
__ADS_1
Kila keluar dari mobil dan berlari dari Agam.
Agam yg baru tersadar segera berlari dan menyusul Kila yg sudah agak jauh dari dirinya.
"Kila dengerin aku dulu!!" Pekik Agam
Namun Kila terus saja berjalan bahkan dia sekit berlari untuk menghindari Agam
"Sayang dengerin aku dulu please!!! Jangan lari" ucap agam berhasil meraih tangan Kila
"Don't touch me" ucap kila tegas
"Pulang sayang" ucap Agam
"Aku mohon" ucap Agam lagi menunduk.
"Buat apa aku pulang hah" tanya kila menangis.
Kini dia sudah bisa mengontrol emosinya, terbukti dari dia yg sudah mengubah kembali panggilannya pada Agam.
"Pulang"
"Buat apa??" Tanya Kila lagi
"Kamu ngak pernah hargain aku"
Hening apa yg ditanya kan Kila tidak dijawab Agam sama sekali.
Dia Hannya menunduk dan menunduk.
"Klo sekarang aku minta kamu pecat dia demi aku kayak kamu nampar aku tadi demi dia, kamu bisa??" Tanya Kila.
Namun Agam Hannya menunduk tanpa menjawab.
"Ngak bisa kan!! So terbukti kamu pilih siapa, jadi buat apa aku berjuang" ucap kila dan pergi.
Kali ini Agam tidak mencegahnya.
Menurutnya, Kila butuh waktu sendiri. Begitupun dia.
Sekarang yg perlu Agam perbuat adalah menyelesaikan masalah ini.
Agam balik ke mobil berencana untuk kembali ke kantor.
⚫⚫⚫
Ada yg benci Agam??☝️☝️☝️
Gimana part ini menurut kalian
Monggo di comen dan divote kalo mau part ini lanjut.
Ada yg mau ngehujat Agam??☝️☝️
__ADS_1