Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
Fitting yang melelahkan


__ADS_3

Dengan terpaksa, Naura ikut bersama devano untuk mencoba gaun pernikahan mereka. Naura dengan enggan naik satu motor dengan devano, setelah devano menyuruh seseorang untuk mengantarkan motor Naura ke rumah Naura.


Naura berusaha untuk tidak begitu dekat dengan devano selama di motor. Karena memang ia tidak biasa berboncengan dengan seorang pria.


Naura yang masih memperhatikan jalan, tiba tiba devano berhenti di sebuah pom bensin.


Kenapa pakai beli bensin dulu sich..? Bikin tambah lama aja..! Ucap Naura dalam hati. Yang kemudian ia turun dari motor. Seketika devano menatapnya aneh.


"Kenapa kamu lihatin aku kayak gitu..? " tanya Naura merasa ngeri saat devano terus menatapnya.


"Kamu lagi lupa sesuatu ya..? " tanya devano semakin membuat Naura bingung.


"Nggak tuh...! " jawab Naura.


"Inikan motor vixion, tangki bensinnya ada di depan. Kenapa kamu turun..? " tanya devano seketika membuat Naura sadar.


"Eem.. itu. Si siapa yang lupa..? Aku tadi mau ke toilet kok makannya turun..! " ucap Naura, yang kemudian berlari meninggalkan devano yang tertawa geli, melihat tingkah konyol calon istrinya itu.


"Aduh Naura...! Kamu malu maluin banget sih..! Kenapa tadi aku bisa lupa ya..? Aduh..!! " ucap Naura di dalam toilet yang ada di pom bensin itu.


Setelah cukup lama di dalam toilet, akhirnya dengan ragu Naura keluar. Terlihat devano yang berjalan ke arahnya.


"Kenapa lama banget...? Aku ngira nya kamu kabur tadi..! " ucap devano.


"Ya itu ide yang cukup bagus juga..! " ucap Naura yang langsung di hadiahi cubitan di pipinya oleh devano.


"Aaauuu...! Sakit tau..! " ucap naura sambil mengusap pipinya yang di cubit devano.


"Udah ayok..! Keburu kesorean..! " ucap devano.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka. Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah butik. Naura begitu terpesona dengan gaun gaun yang berjejer begitu cantik di sana.


"Selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu..? " tanya seorang pegawai butik itu.


"Bisa saya bertemu dengan bu mita..? " tanya devano pada pegawai itu.


"Oh..! Tentu, silahkan duduk dulu..! Akan saya panggilkan...! " ucap pegawai itu dan pergi kedalam sebuah ruangan.


Beberapa saat kemudian, keluarlah seorang wanita cantik dengan pakaian yang super modis membuat naura merasa minder.


"Oh hei van..! " sapanya.


"Hei mit..! " jawab devano.


"Akhirnya kamu kesini juga..! Oh siapa gadis yang ada di sampingmu itu..? Apa sepupumu...? " tanya nya.


"Oh, kenalkan. Dia naura, calon istriku....! " jawab devano dengan menekankan kata istri membuat mita cukup terkejut.


"Oh maaf..! Karena aku lihat, dia masih cukup muda..! " jawab mita sambil tersenyum.

__ADS_1


Ya bukan hanya cukup muda. Tapi benar benar terlalu muda..! Saut naura dalam hatinya.


"Baiklah..! Kamu ingin cari yang seperti apa..? " tanya mita.


"Carikan yang cocok dengannya..! "


"Baiklah..! Aku punya satu gaun yang sangat cocok untukmu nau..! Ikutlah denganku..! " ucapnya yang kemudian naura mengikuti wanita itu. Sedangkan devano kembali menunggu mereka sambil mengotak atik ponselnya sendiri.


Beberapa saat kemudian, naura kembali ke hadapan devano dengan gaun cantik berwarna putih. Dan tanpa lengan.


"Mita..! Apa kau terlalu bosan merancang gaun..? " tanya devano sinis.


"Hah..! Kamu ini selalu saja..! Gaun ini yang terbaik di sini. Bahkan gaun dengan model ini sedang tren...! " ucap mita tersinggung.


"Cepat ganti..! " perintah devano.


Dan naura hanya mengikutinya dengan kesal. Karena untuk ke sekian kalinya ia terus bergonta ganti gaun. Entah gaun seperti apa yang di inginkan devano.


Dan untuk kesekian kalinya juga naura keluar. Kini ia mengenakan gaun putih panjang, yang ekor gaun itu menjuntai di lantai. Dengan hiasan kain cantik yang menutupi bagian dada dan sebagian lengan naura.


Untuk beberapa saat, devano menatap naura tanpa berkedip membuat mita tersenyum puas. Sedangkan naura malah bergidik ngeri.


"Jika kamu menyuruhku untuk berganti lagi. Lebih baik aku pulang.. ! " ucap naura kesal.


"Tidak perlu..! Mita, siapkan gaun ini untuk kita..! " ucap devano.


"Baiklah..! Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian. Dan jangan lupa, untuk mengirim undangan untukku. Kalau tidak, aku tidak akan menyiapkan gaun ini untuk kalian..! " ancam mita.


Ya mita adalah istri dari sahabat kecilnya yang bernama Farid. Jadi dia juga begitu akrab dengan mita.


"Hhhhh... ya tunggu saja, sampai makananmu nanti habis..! " ucap mita.


Dan kini naura dan devano pergi. Mereka kini menuju ke sebuah toko cincin. Setelah memilih cincin, mereka pergi ke sebuah restoran. Namun di tengah perjalanan, naura melihat seorang penjual bakso.


"Kita berhenti di sana..! " ajak naura yang di setujui devano.


"Pak, bakso dua mangkuk ya..! " pesan naura.


"Kamu mau makan disini..? kamu nggak mau makan di resto aja..? " tanya devano.


"Aku lagi pengen makan bakso. Kalau kamu mau ke restoran, kamu bisa pergi sendiri..! " jawabnya.


Beberapa saat kemudian, bakso yang mereka pesan jadi. Naura dengan cepat mengambil beberapa sendok sambal tanpa kecap ataupun saus. Membuat devano menatapnya aneh.


"Jangan makan sambal terlalu banyak...! " tegur devano.


"Kenapa..? kamu mulai perhatian denganku..? " goda naura.


"Tentu saja..! " ucap devano membuat naura terdiam menatapnya.

__ADS_1


"Tidak..! " lanjut devano, membuat naura kesal. Dan seketika meninju lengan devano.


"Ini sudah cukup malam. Sebaiknya kita segera kembali..! " ucap devano setelah melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 8 malam.


Dan setelah membayar makanan mereka, Naura dan devano pun pulang. Selama perjalanan, mereka tidak mengatakan sepatah katapun.


Beberapa hari pun berlalu. Dan hari ini adalah hari kelulusan naura. Ada rasa senang, namun juga sedih. Karena ia akhirnya lulus SMA, dan yang membuatnya sedih. Karena hal ini juga sebagai pertanda jika hari pernikahan nya akan segera dilaksanakan.


Dengan sialnya, naura mendapatkan tempat duduk tepat di samping rifky. Ia yang sudah tidak perduli, tidak menatap rifky sama sekali.


Sebaliknya, rifky terus menerus mencuri pandang pada naura. Ada rasa menyesal dalam hatinya karena ia menghianati naura.


Setelah selesai acara wisuda. Naura dan teman temannya berfoto bersama, tiba tiba rifky mendatangi mereka.


"Naura..! " panggilnya.


"Hmm..? "


"Bisa kita bicara sebentar..? " tanya rifky.


"Kalau ingin bicara, ya bicara aja disini..! " ucap Naura yang malas berhadapan dengan rifky.


"Tapi aku hanya ingin bicara denganmu..! " ucapnya lagi.


"Haah.. Baiklah, kita bisa bicara disana..! " ucap Naura sembari menunjuk sebuah kursi yang tidak terlalu jauh dari teman temannya.


Di lain tempat.


Devano kini sedang menuju ke sekolah Naura untuk menjemput naura, setelah ia di perintah kan calon mertuanya.


Beberapa saat kemudian. devano sampai di depan sekolah naura, di lihat begitu banyak murid dan juga para orang tua mereka sedang berfoto ria.


Saat devano melihat ke sekeliling, akhirnya ia melihat empat gadis yang tidak asing untuk nya. Ia adalah teman teman naura, dan devano pun menghampiri mereka.


"Permisi..! " ucap devano, yang seketika membuat ke empat gadis itu menoleh ke arahnya.


"Oh kau..? Mencari naura..? " tebak lidya.


"Hmm.! " jawab devano.


"Dia disana..! Sedang berbicara dengan rifky..! " ucap aulia.


"Siapa rifky..? " tanya devano penasaran.


"Dia mantannya...! " ucap sandra yang seketika langsung di bekap dara.


"Emh...! Di.. dia teman seangkatan kami..! Ya kan guys..! " ucap dara.


"Ya.. ya dia teman kami..! " jawab mereka kompak.

__ADS_1


"Teman..? mantan..? " gumam devano.


__ADS_2