Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
Lawan Yang Salah


__ADS_3

Naura yang melihat dara terlihat begitu kesal, segera menarik dara agar emosinya tidak meledak ledak.


"Baiklah, sesuai keinginanmu. Tapi sebelum itu aku ingin melihat wajahmu..! " ucap naura yang memang sudah penasaran dengan orang yang membuat masalah dengannya.


"Kamu tidak perlu tahu. Oh ya, jika sampai besok kamu masih bekerja disini, aku benar benar akan membuat kafe ini sepi pengunjung..! " ucap wanita itu dan hendak pergi.


Namun sebelum ia berhasil pergi dari sana, naura lebih dahulu menarik lengan wanita itu. Dan seketika membuka topi dan juga masker hitam yang menutupi wajah wanita itu.


Seketika orang orang menatap kearah naura dan wanita itu, karena wanita yang ada dihadapan naura ini ternyata adalah liandra, model yang baru naik daun.


"Kamu..? " ucap naura terkejut.


"Berani sekali kamu..! " ucap liandra yang melayangkan tangannya bertujuan untuk menampar naura.


Namun dengan cepat naura menangkap tangan liandra dan langsung menghempaskannya.


"Kenapa tidak..? Dengar, aku tidak tahu kamu ada masalah apa denganku. Yang pasti aku tidak akan diam saja saat ada orang yang berani menindasku...! " ucap naura dingin.


"Lihat saja, aku akan membuat perhitungan pada kalian...! " ancam liandra.


"Hay kalian lihat..! Nona liandra membuat onar di kafe orang, hanya karena masalah kue yang manisnya memang sudah takaran kafe..! Dan dia mau membuat citra buruk untuk kafe ini..! " teriak dara lantang, membuat para pengunjung berbisik bisik membicarakan kesombongan liandra.


"Baru aja terkenal udah begitu sombong..! Takutnya kalau tiba tiba udah nggak laku lagi..! " teriak salah satu pengunjung.


Liandra yang sudah begitu kesal dan malu, segera pergi dari kafe.


"Dar, maaf ya..! Gara gara aku kamu dapat masalah." ucap naura merasa tak enak pada dara.


"Udah santai aja, lagian kamu nggak salah..! Aku memang sudah curiga sama dia, oh ya apa kamu sudah tahu dia siapa..? " tanya dara.


"Ya, kemarin saat ke taman aku bertemu dengannya. Dia mantan istri devano dan juga ibu kandung clara..! " jelas naura.


"Dia membuat masalah denganmu pasti karena ingin merebut devano lagi dari mu..! "


"Ya, aku tidak tahu pasti tujuannya. Sudahlah, lagipula dia sudah pergi. Dan aku juga tidak perduli jika dia mau kembali dengan devano atau tidak..! " ucap naura acuh tak acuh.


"Kamu tidak khawatir..? " tanya dara.


"Untuk apa..? Aku cuma menikah dengannya karena paksaan, dan jika devano ingin kembali dengan mantan istrinya ya silahkan aja. Dengan begitu aku bisa bebas kan..? " ucap naura.


"Emang kamu mau status kamu jadi janda..? "


"Emh..! Janda..? Nggak sih, masak seorang naura, gadis cantik berusia 18 tahun jadi janda..! Aaaa... tauk lah, aku pusing..! " ucap naura yang pergi meninggalkan dara yang menatapnya dengan bingung.

__ADS_1


Dilain tempat.


Liandra masuk kedalam rumahnya dengan kesal, membuat laras sang ibu menatapnya bingung.


"Kamu kenapa sih liandra...? "


"Tidak pa pa..! " ucapnya yang langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan ibunya.


"Anak ini selalu saja..! " ucap laras yang merasa jengkel pada anaknya itu.


Di dalam kamar, liandra menatap leptonya yang terdapat sebuah foto pernikahan devano dengan naura yang membuat liandra begitu kesal.


"Aaah..! Sialan..! Bagaimana bisa, dengan semudah itu devano menikah lagi..! Hah, tidak tidak aku lebih cantik darinya. Aku juga sudah memiliki anak dengan devano, jadi akan sangat mudah untuk ku mendapatkan devano kembali. Ya, aku harus mendapatkan clara terlebih dahulu..! " ucap liandra yang masih begitu berharap untuk bisa kembali menikah dengan devano.


Haripun sudah mulai sore, naura segera membawa clara untuk pulang sebelum devano mengetahui jika dirinya bekerja di kafe dara. Ia cukup merasa tenang, karena sopir yang mengantarnya akan selalu menunggunya diluar kafe, jadi ia akan aman.


Saat naura masuk ke dalam rumah, ia dikejutkan dengna devano yang sudah duduk di sofa sembari meminum kopi disana.


"Kamu mau berbicara denganku..? " ucap devano yang membuat naura langsung mengerti maksud dari devano.


"Clara sayang, kamu kekamar dulu ya..! " ucap naura.


Setelah melihat clara masuk, naura pun duduk disamping devano. Ia terdiam sejenak membuat devano kini menatapnya.


"Dengar..! Jika kamu menginginkan sesuatu, katakan saja. Kamu tidak perlu bekerja..! "


"Aku tidak menginginkan apapun, aku cuma bosan dirumah tanpa melakukan apa apa..! "


"Lalu siapa yang mendatangimu tadi..? " tanya devano membuat naura sedikit terkejut.


"Bagaimana kamu bisa tau ada orang yang mendatangi ku..? "


"Kamu tidak perlu tahu..! " ucap devano.


Yang pada kebenarannya ia membayar seorang mata mata nya untuk terus mengawasi naura, karena ia tidak ingin jika naura dalam kesulitan. Apalagi jika bertemu dengan rifky sang mantan.


"Baiklah, kalau begitu kamu juga tidak perlu tahu..! " ucap naura dan hendak pergi.


Namun saat hendak pergi, devano lebih dulu menarik lengannya. Membuat naura mau tak mau berbalik menatap devano.


"Katakan siapa yang mendatangimu.. ! Apa mantanmu lagi..? "


"Bukannya kebalik ya..? Bukannya aku yang ketemu mantan, tapi kamu kan yang bertemu mantanmu..? Karena kamu sangat penasaran, orang yang mendatangiku adalah mantan istrimu yang cantik itu..! " ucap naura yang langsung menghempaskan pegangan devano pada tangannya.

__ADS_1


Naura pergi kedalam kamarnya dengan kesal, ia tidak habis pikir kenapa devano begitu tega menuduhnya bertemu dengan rifky.


"Ah..! Bodo amat lah, lagian buat apa dia memikirkan ku..? Apa jangan jangan dia cemburu..? Apa iya dia sudah jatuh cinta denganku..? " ucap naura pada dirinya sendiri.


Dan dengan spekulasi nya sendiri, naura tertawa dan menari di dalam kamarnya. Tanpa ia sadari, devano kini berdiri di depan pintu kamar dan melihat istri kecilnya itu sedang berjoget ria.


"Ghem... ! "


Mendengar ada suara, naura seketika berhenti dan menoleh ke asal suara itu. Dan betapa terkejutnya ia saat tahu devano sudah ada di depan pintu kamar.


"Aku cuma mau bilang, clara sudah menunggumu diruang makan. Sebaiknya kamu cepat kesana..! " ucap devano yang lalu pergi meninggalkan naura yang masih begitu malu.


Sedangkan devano tersenyum setelah melihat istrinya terlihat begitu bahagia. Meskipun ia tidak tahu apa sebab naura terlihat begitu bahagia.


Dimeja makan.


Naura yang masih merasa malu pada devano, terlihat begitu gugup sampai dia diam saja tidak seperti biasanya.


"Bunda..! Besok clara mau dibuatin bekal sama bunda ya..! " ucap clara.


"Ha..? Aa... baiklah, besok bunda siapin bekal buat kamu ya..! "


Seusai makan, naura membantu clara belajar sedangkan devano melakukan aktivitas nya seperti biasa. Apalagi kalau bukan bekerja di ruang kerjanya.


"Bunda, clara udah ngantuk..! " ucap clara.


"Kalau gitu belajarnya besok lagi, sekarang clara tidur ya..! " ucap naura yang kemudian menemani clara tidur.


Naura dengan sabarnya membacakan cerita dongeng untuk clara hingga tertidur. Setelah memastikan clara tidur dengan nyenyak, naura pun pergi ke ke kamarnya.


Saat ia memasuki kamarnya, terlihat devano yang sudah ada disana. Naura yang masih merasa malu pun, berjalan tanpa memperdulikan devano yang terus menatapnya.


"Ini adalah pembatas ranjang, aku tidak mau kamu mengambil kesempatan seperti kemarin..! Jangan berani kamu memindahkan ataupun melewatinya..! " ucap naura sembari meletakkan guling di tengah tengah ranjang.


Sedangkan devano tidak mendengarkan hal itu dan malah memilih untuk membuang guling itu, dan menarik naura dalam pelukannya.


"Kamu mau apa..? Jangan macam macam..! " ucap naura yang terlihat ketakutan.


"Jika kamu berani menaruh pembatas lagi, aku tidak akan segan untuk melakukan lebih padamu..! " ancam devano.


Sedangkan naura seketika mendorong keras tubuh devano hingga ia bisa lepas dari devano.


Dan tidak mau terjadi apa apa, naura langsung berbalik memunggungi devano dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.

__ADS_1


__ADS_2