Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
Tamu tak di harapkan


__ADS_3

Naura duduk dengan kesal di salah satu cafe milik sahabatnya dara. Ia benar benar sedang badmood karena devano.


Dara yang sedang mengantarkan pesanan minuman ke pengunjung cafe milik keluarga nya. Tidak sengaja melihat keberadaan Naura, ia pun segera menghampiri nya.


"Hei..! " sapanya.


"Kenapa wajahmu di tekuk melulu sich..? " tanya dara.


"Lagi betek...! " jawab Naura.


"Betek kenapa..? Dijodohin lagi..? Kali ini sama siapa lagi..? " tebak dara yang cukup hafal dengan masalah sabahat nya itu.


"Bukan..! Kamu masih ingat, dengan pria yang aku ceritakan kemarin..? "


"Iya, kenapa..? Kamu ketemu lagi sama dia..? "


"Hah..! Jadi kemarin aku udah janji sama dia kalau aku akan membayar semua kerusakan pada mobilnya. Hanya karena aku telat tiga hari dari perjanjian. Dia menghubungi papa, mama ku, dan bilang kalau aku sedang hamil...! "


"Ha..? kok bisa..? " tanya dara yang terkejut dengan cerita Naura.


"Ya, semalam aku dimarahi habis habisan sama mama dan papa ku..! Untung aja waktu aku jelasin mereka percaya..! " lanjut Naura.


"Terus gimana..? Kamu udah urus tuh pria kejam..? " tanya dara.


"Ya udah, dan sialnya lagi. Saat aku ingin mengambil HP ku dari pria itu, aku tidak sengaja tersandung kaki meja hingga membuat ku jatuh dipangkuan dia. Dan masih aja kesialanku hari ini. Ibu dan anak pria itu melihatku di posisi sial itu. Sekarang aku akan terlihat seperti wanita penggoda suami orang..! " ucap Naura lesu.


"Tapi setidaknya kamu sekarang sudah bebas dari urusan dengan pria itu kan..? "


"Iya sich..! Jangan sampai aku ketemu lagi sama dia..! Ogah banget kalau sampai ketemu..!! " ucap Naura.


Dilain tempat.


Devano dengan malas sedang menghadapi sidang dadakan dari ibu dan juga putrinya.


"Van, jawab pertanyaan ibu. Apa kamu sedang ada hubungan dengan Naura..? " tanya sarah pada putranya itu.


"Maksud ibu, gadis tadi..? "


"Hmm..! "


"Hah... devano tidak punya hubungan apa apa bu..! "


"Kalau memang kalian tidak punya hubungan, lalu kenapa kamu bisa sedekat itu..? Sampai mau cium ciuman segala..! " tuding ibunya terus menerus.

__ADS_1


"Siapa yang cium ciuman...? Ibu itu salah paham. Udah deh, kerjaan vano lagi banyak. Mending ibu ajak clara pulang...! "


"Clara nggak mau pulang. Sebelum ayah jawab pertanyaan clara..! " ucap gadis kecil itu, membuat ayahnya menatapnya seolah bertanya, ingin mengatakan apa..?


"Ayah pacaran sama kak Naura kan..? " tanya clara yang seketika membuat ayah dan neneknya terkejut.


"Darimana kamu tahu kata pacaran..? Anak kecil nggak boleh bicara soal ini. Udah, sekarang kamu pulang sama eyang...! " Usir devano kembali.


"Tapi yah..! "


"Nggak ada tapi tapian..! " ucap devano yang seketika membuat clara cemberut dan akhirnya keluar dari ruangan devano di ikuti dengan neneknya di belakang.


Beberapa hari kemudian.


Naura merasa begitu bosan di rumah, karena setelah ujian, ia tidak masuk ke sekolah lagi. Dan tinggal menunggu pengumuman kelulusan.


Setelah mengirim part cerita barunya, Naura menidurkan dirinya di ranjang. Ia mencoba untuk menikmati sejenak istirahat nya.


Namun hal itu tak bertahan lama. Karena ibunya masuk ke dalam kamarnya dan membangunkannya.


"Naura..! " panggil Winda pada putri semata wayangnya itu.


"Ada apa ma..? " jawab Naura malas.


"Jangan bilang kalau mama dan papa berencana kenalin Naura ke pria lagi..! Ayolah ma, sampai kapan mama dan papa menyerah jodoh jodohin Naura...? "


"Sampai kamu mau di jodohin dan segera menikah..! " ucapnya.


"Maaaa...! Naura masih terlalu muda ma, Naura belum siap buat menikah...! " protes Naura pada ibunya.


"Naura sayang. Kamu ini seorang gadis, sudah kewajiban orang tua untuk segera menikahkan putrinya dengan pria yang baik..! " terang Winda pada putrinya.


"Iya, naura tau...! Tapi nggak secepat ini juga ma..! Naura masih mau bebas..! "


"Ya ya..! Mama lagi nggak mau debat sama kamu. Yang pasti nanti malam, kamu ikut mama dan papa...! " ucap Winda yang kemudian pergi meninggalkan Putri nya kesal.


Malam pun tiba. Dan seperti biasa, mamanya akan membawakan gaun baru untuknya. Terlihat seperti sebuah sogokan untuk naura.


"Naura..! Kamu dah selesai, sayang..? " panggil mamanya dari luar kamar naura.


"Mama sama papa duluan aja. Nanti naura naik motor aja..! " ucap naura mencoba untuk kabur.


"Tidak lagi nau..! Malam ini, kamu harus ikut mama dan papa semobil..! " ucap papanya membuat bayangan naura tentang kaburnya hilang seketika.

__ADS_1


"Ayo berangkat..! Kita sudah telat..! " ucap papanya kembali.


Dengan lesu, naura keluar dari kamarnya dengan balutan gaun biru membuat kulitnya semakin terlihat cerah dan riasan tipis di wajahnya membuat naura terlihat begitu cantik dan manis.


Selama perjalanan, naura hanya berharap agar semua yang ia bayangkan tidak terjadi. Dimana ia akan dijodohkan kembali oleh orang tuanya.


Sesampainya di restoran itu, naura tidak diperbolehkan untuk kemanapun oleh orang tuanya. Karena mereka takut, jika naura akan kabur atau melakukan hal hal aneh lagi.


"Naura udah laper ma..! Naura makan dulu ya..! "


"Nanti dulu..! Hari ini, teman bisnis papa mau ikut makan malam bersama kita..! Kamu tahan sebentar lagi..! " ucap Randi pada putrinya yang duduk di sampingnya.


Sedangkan naura memutar matanya malas. Karena ia begitu hafal dengan papanya. Tidaklah mungkin jika hanya rekan kerja. Pastinya ada niat terselubung lainnya.


Beberapa saat kemudian, beberapa orang datang menuju ke meja dimana keluarga naura makan. Naura yang terlalu sibuk main ponselnya, tidak memperhatikan orang yang kini duduk di hadapannya.


"Selamat malam Pak Randi..! " sapa pria yang usianya tak jauh dari ayah naura.


"Selamat malam juga pak Wijaya..! balas ayah naura.


" Perkenalkan, ini istri saya sarah. Dan disampingnya adalah putra saya..! " ucap Wijaya memperkenalkan keluarganya.


"Devano..! " ucap devano pada pria seusia ayahnya itu.


"Panggil saja om Randi. Dan ini istri saya Winda dan juga putri saya naura..! " balas Randi memperkenalkan keluarganya.


"Naura..! Jangan main ponsel terus..!! " gumam Winda pelan, sembari menyita ponsel putrinya itu.


Yang sukses membuat Naura mau tidak mau melihat tamu ayahnya yang ada di hadapan nya.


Saat Naura melihat ke depan. Betapa terkejutnya ia saat melihat pria yang beberapa hari ini telah membuat hidupnya sial.


"Kamu..? " ucap Naura terkejut. Sedangkan devano hanya diam, meskipun ia sama terkejutnya saat melihat gadis di depannya adalah gadis yang membuat hidupnya sial.


"Nak Naura..? " ucap sarah yang ikut terkejut melihat gadis yang dimaksud suaminya tadi ternyata Naura.


"Ngapain kamu disini..? " ucap Naura sinis.


"Naura..! " tegur Randi, berharap agar putrinya itu mau bersikap dengan sopan di hadapan mereka.


"Pa, ma..! Ini adalah pria yang menelfon kalian. Dia yang udah fitnah Naura, dan bilang kalau Naura sedang hamil..! " ucap Naura kesal.


"Apa..? " ucap para orang tua. Mereka semua kini beralih menatap devano, dan mengharapkan penjelasan dari devano.

__ADS_1


Rasakan..! Sekarang kamu mau buat alasan apa lagi..? Aku akan buat kamu menyesal telah membuat seorang Naura kesal. Ucap Naura dalam hati.


__ADS_2