Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
Penculikan


__ADS_3

Naura begitu enggan untuk mengejar papa nya, karena ia merasa orang tuanya hanya memikirkan diri mereka sendiri. Tanpa memikirkan perasaan naura.


"Naura..! cepat kejar papa mu..! Hiks..! Bagaimana bisa kamu bersikap begitu kasar pada papamu..? " ucap winda sambil menangis.


"Tapi yang naura katakan, itu semua kenyataan nya kan ma..? Kalau mama sama papa cuma mentingin perusahaan dan diri kalian sendiri. Kalian nggak pernah mikirin perasaan naura..! " balas naura.


Plaaak...


Tamparan keras mendarat di pipi mulus naura, yang di layangkan mama nya. Naura menatap tak percaya dengan apa yang telah mamanya lakukan.


"Hiks..! Memang benar, sekarang mama yang harus menanggung akibat karena terlalu memanjakan mu nau. Sekarang kamu sudah besar, bisa melakukan apapun sendiri tanpa orang tua mu ini kan..? Sekarang mama tidak akan pernah meminta apapun lagi pada mu..! " ucap winda yang kemudian pergi keluar dari kamar naura.


Naura terdiam dalam tangisnya. Ia tak tidur sama sekali, dan saat jam menunjukkan pukul 4 pagi, ia memutuskan untuk mencari papa nya. Sedangkan mama nya terus menangis di dalam kamar.


Naura yang sudah begitu hafal dengan papanya tahu jika papanya pasti ada di tempat yang kini ia tuju.


Naura mengendarai sepeda motornya dengan pelan, karena kepalanya yang cukup pusing karena tidak tidur semalaman. Setelah beberapa saat kemudian. Naura akhirnya tiba di sebuah rumah kecil, namun penuh dengan kehangatan. Naura turun dari motornya dan berjalan pelan menuju rumah itu.


"Nek..!! " panggil naura.


"Ya..! Eh naura..? Kamu kesini sama siapa..? Mana mama kamu..? " tanya seorang wanita tua yang tak lain adalah nenek naura.


"Mama dirumah. Oh ya nek, papa di sini kan..? " tanya naura langsung.


"Emh.. itu, dia ada di kamar. Cepat kamu kesana, coba bicara baik baik sama papa kamu..! "


"Ya nek..! "


Naura berjalan pelan masuk ke dalam kamar papanya, dan terlihat papanya sedang duduk di depan meja kerjanya.


"Pa..! " panggil Naura.


"Naura minta maaf, naura nggak bermaksud bicara kasar sama papa..! Naura cuma belum siap aja buat menikah. Tapi sekarang Naura janji sama papa, kalau Naura akan menikah dengan orang yang papa pilih buat Naura..! "


"Kamu yakin..? Kamu tidak akan menyesal setelah mengatakan ini..? " tanya papanya.


"Naura yakin..! Papa mau maafin Naura kan..? "


"Baiklah, papa maafin..! "


Setelah berbaikan dengan papa nya, Naura makan bersama nenek dan juga papanya.


"Nenek kenapa nggak tinggal sama kita aja sich..? " tanya Naura.


"Iya bu, lagian ibu di sini sendirian..! "


"Tidak, nenek lebih senang tinggal disini. Lagipula, rumah ini banyak menyimpan kenangan..! "


"Tapi nek, kalau nenek tinggal disana, nenek bisa nemenin naura terus. Dan juga bisa buatin Naura kue yang enak enak buat Naura. "

__ADS_1


"Naura..! Dengan nenek tinggal disini, kamu juga masih bisa makan kue buatan nenek kok..! "


"Ya udah deh, Naura nggak bisa maksa nenek. Tapi, kalau nenek merasa kesepian, nenek langsung hubungin Naura ya. Nanti dalam satu detik, Naura akan ada di hadapan nenek..! "


"iya iya..! XCucu nenek yang paling cantik..! "


"Oh ya bu..! Karena besok Naura akan menikah, ibu tinggal di rumah Randi sekalian ya..! " ucap Randi pacfda ibunya.


;


"Iya.! "


Setelah pulang, naura meminta ijin pada mama dan papanya untuk bertemu dengan temannya. Meskipun awalnya mama dan papanya melarang, namun dengan membujuk neneknya. Akhirnya Naura bisa keluar untuk bertemu teman temannya.


Buk buk buk...


Naura dengan keras memukul dan menendang samsak di depannya. Membuat sahabatnya menatap nya aneh.


heee vc69


"Kamu kenapa sich nau..? " tanya fara.


"Aku lagi ada masalah besar..! "


"Masalah apa..? " tanya fara penasaran.


"Apa kau hamil duluan..? " tanya dika.


"Enak aja..! Ya nggak lah..! Aku dijodohin mama sama papa. Dan sialnya lagi, aku nggak bisa nolak perjodohan itu..! "


"Kasihan banget nasib mu nau..! " ucap dika prihatin.


"Ya tapi kalian bisa kok bantuin..! " ucap naura yang tiba tiba mendapatkan sebuah ide.


Hari pun berganti, dan kini naura sedang berada di kamarnya dengan balutan gaun putih panjang yang begitu cantik di tubuhnya.


Naura terus melihat ke ponselnya, menunggu sebuah telfon dari temannya seperguruan silat. Dan untuk menjalankan segala rencananya.


Beberapa saat kemudian, sebuah telfon yang sudah di tunggu tunggu naura akhirnya datang.


"Hello nau, kita sudah siap..! "


"Ok..!! "


Dan kini naura berjalan menuju sebuah jendela kamarnya. Ia melihat ke sekeliling rumahnya, dan setelah memastikan aman. Naura segera keluar dari kamarnya.


Naura kini berlari menuju ke sebuah mobil hitam, dimana temannya sedang menunggunya. Dan saat mobil itu melaju, tiba tiba devano berada di depan mobil dan menghentikan laju mobil Naura.


"Bawa naura keluar sekarang juga..! " ucap devano.

__ADS_1


Dika dan juga dua teman Naura yang lainnya turun untuk melawan devano.


"Kalau kami tidak mau..? Lebih baik kamu menyingkir dari sini..! Sebelum kami menghabisi mu..! "


"Aku tidak akan pergi sebelum memberikan Naura kepadaku..! " ucap devano.


Bukannya mendapatkan naura, devano malah mendapatkan tendangan dari dika. Dan hal itu berakhir dengan perkelahian diantara devano melawan ke tiga teman Naura.


Dan entah bagaimana, devano yang seorang diri bisa mengalahkan teman teman naura yang sudah menjuarai pertandingan silat itu.


Setelah mengalahkan teman teman naura, devano berjalan menuju mobil itu dan menarik keluar naura. Dan naura segera memberi kode teman temannya untuk segera kabur.


"Aku nggak nyangka, kamu hebat juga dalam bertarung.. ! " ucap naura canggung.


"Aku juga tidak menyangka, kamu senekat ini..! " ucap devano seolah tahu dengan rencana awal naura.


"Nekat apa..? Aku tadi memang beneran di culik..! " ucap naura yang ketakutan karena devano tahu rencananya.


"Bagaimana bisa ada orang yang menculik kamu dengan mudah. Bukannya kamu jago bela diri..? Dan bukannya kamu juga sudah menjuarai beberapa pertandingan silat..? Aku yakin, dengan pengalaman mu itu, tidak akan ada pria yang bisa menculik mu semudah tadi..! " cecar devano membuat naura tidak bisa membantahnya.


"Dan aku lihat, gaunmu baik baik saja..! Itu tandanya, kamu tidak melakukan perlawanan..! " ucap devano membuat naura semakin kesal.


Naura yang begitu kesal, berjalan masuk ke dalam rumahnya melalui jendela, dimana yang ia gunakan untuk kabur tadi. Meninggalkan devano yang tersenyum melihatnya.


"Istri kecilku ini memang suka membuat onar..! " gumam devano.


Dilain tempat, teman teman Naura segera menghubungi Naura. Setelah mereka tiba di tempat mereka berlatih.


"Halo nau..! "


"Gimana keadaan kalian..? " tanya Naura khawatir.


"Babak belur..! Ternyata calon suami kamu hebat banget bela dirinya..! Bahkan bisa mengalahkan kita bertiga..! " ucap dika.


"Iya nau....! Sorry ya, kita nggak bisa bantuin kamu..! " ucap fara.


"Ya udah deh, nggak papa. Dan juga aku mau minta maaf. Gara gara kalian mau bantuin aku, malah kalian yang terluka..! "


"Nggak papa..! Santai aja...! "


"Oh ya far, kamu nggak mau hadiri pernikahan sahabat mu ini..? " tanya Naura.


"Iya mau lah..! Setelah mengobati mereka semua, aku akan segera kerumahmu..! "


"Ok aku tunggu..! "


Dan setelah menutup telfonnya, Naura duduk dengan sebal karena rencananya kembali gagal.


"Apa mungkin aku memang benar benar harus menikah dengannya ya..? " gumam Naura pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2