Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
posesif


__ADS_3

Rifky menatap naura dengan lekat, ia benar benar rindu dengan naura. Ia akui, dirinya telah salah karena menghianati naura. Namun kini ia ingin sekali kembali dengan naura.


"Naura..! " ucap nya dengan cepat memegang kedua tangan Naura.


Sedangkan naura berusaha melepaskan pegangan rifky pada tangannya, namun rifky memegang tangannya dengan cukup kuat.


"Kamu bisa bicara tanpa memegang tanganku..! " tolak naura.


"Tolong..! Sebentar saja..! " ucap rifky yang enggan melepaskan pegangannya pada tangan naura.


"Cepatlah..! Aku tidak punya banyak waktu..! " ucap naura ketus.


"Naura..! Aku benar benar minta maaf, atas semua yang pernah aku lakukan padamu. Aku menyesal..! " ucap rifky meminta maaf.


"Hmm..! Aku sudah memaafkanmu. Sekarang kamu bisa melepaskanku..! " ucap naura yang tidak sabar, ingin segera pergi dari sana.


"Naura..! Sebenarnya aku masih sangat mencintai mu..! Dulu aku cuma ingin membuat mu cemburu saja.! Aku tidak mengira jika kamu akan meminta putus padaku. Sekarang aku benar benar menyesal. Kamu mau kan, balikan lagi denganku..? " ucap rifky.


Saat ingin menjawab rifky, tiba tiba ada panggilan yang membuatnya mematung seketika.


"Naura..! " panggilnya, seketika naura menoleh ke sumber suara itu.


"Kamu..? " ucap naura kaget dengan kedatangan devano.


"Ayo kita pulang..! " ucap devano sambil menarik tangan naura, namun tentu hal itu tidak bisa ia lakukan karena tangan naura yang satunya masih ada pada genggaman rifky.


Devano menatap tajam rifky yang memegang tangan naura seenaknya.


"Kamu tidak bisa membawa Naura pergi sesuka hatimu..! " ucap rifky dengan tatapan tak kalah tajam dengan devano.


"Naura jawab dulu pertanyaanku..! " ucap rifky.


"Aku akan menjawabnya, tapi lepaskan dulu tanganku..! " ucap naura yang langsung di setujui rifky.


"Pertama tama perkenalkan, ini devano..! " ucap naura membuat rifky tidak senang.


"Naura..! Aku tidak bertanya dia siapa..? Tapi aku ingin jawabanmu, kamu mau kan balikan denganku..? " ucap rifky memotong perkataan Naura. Ia merasa tak sabar menunggu jawaban dari Naura.


"Dia tidak akan menerimamu..! " ucap devano, membuat naura kembali tidak bisa mengeluarkan kata katanya.


"Aku tidak sedang bertanya denganmu..! " ucap rifky sinis.


"Heh..! Aku calon suaminya..! Dan dalam hitungan hari, kami akan menikah..! Aku harap dengan perkataan ini, bisa mewakili jawaban naura padamu..! " perkataan devano seketika membuat rifky terbelalak tak percaya.


"Naura..! Katakan pada ku, apa yang di katakan pria ini semuanya benar..? "


"Ya..! Dia devano, calon suami ku...! "

__ADS_1


"Sudahkan..? Ayo kita pulang..! " ajak devano, dan dengan senang hati naura ikut devano. Meninggalkan rifky yang masih terdiam dengan tangan mengepal.


"Bagaimana bisa kamu melupakan aku semudah itu nau..? Heh.! Tidak akan pernah aku melepaskanmu semudah itu..! " gumamnya sambil menatap tajam ke arah ke dua orang yang berjalan semakin menjauh darinya.


Selama perjalanan, Naura dan devano hanya diam. Tanpa ada yang mau memulai pembicaraan.


"Aku ingin bicara..! " ucap mereka berdua bersamaan.


"Katakan..! " ucap devano.


"Aku ingin pernikahan kita di undur..! " ucap naura.


Seketika itu juga, devano menghentikan laju mobilnya, membuat Naura begitu kaget. Beruntung, karena jalanan dalam ke adaan sepi.


"Kamu gila ya..? Kenapa berhenti mendadak..? Bagaimana kalau kita kecelakaan..? " tanya naura bertubi-tubi dengan perasaan kesal.


"Kenapa kamu mau mengundur nya..? " tanya devano tanpa memperdulikan pertanyaan pertanyaan Naura itu.


"Aku belum siap..! "


"Kenapa..? Kamu mau balikan sama mantanmu tadi.? "


"Tidak..! Siapa yang mau balikan..? "


"Kalau kamu tidak mau balikan lagi sama mantanmu..! Kenapa kamu mau mengundur nya..? "


"Permintaan ditolak..! " ucap devano yang seketika membuat naura menatapnya kesal.


"Kamu tidak bisa memaksaku..! "


"Kenapa tidak..? Aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan..! " ucap devano sambil mendekat ke arah naura, membuat naura mencoba menghindar namun percuma. Karena ia tidak bisa bergerak sama sekali.


Sedangkan devano yang melihat naura ketakutan, hanya tersenyum kecil. Dan kemudian menjauhkan badannya pada Naura.


"Dan juga. Jangan pernah dekat dengan pria selain diriku..! " ucap devano.


"Belum jadi suami aja udah banyak aturan..! Perasaan di sekolah nggak se menyebalkan ini aturannya...! "


"Terima nasip..! " ucap devano membuat naura semakin kesal.


Sesampainya mereka di depan rumah naura, naura segera turun meninggalkan devano. Ia memang tidak berniat untuk mengajak devano masuk ke rumahnya.


"Naura, kamu sudah pulang sayang..? " tanya ibu Naura.


"Kenapa mama sama papa nggak dateng tadi..? " ucap Naura berbalik bertanya pada ibunya, alih alih menjawab pertanyaan ibunya.


"Maaf sayang..! Mama sama papa harus mengurus pernikahanmu. Jadi kami tidak sempat datang ke acara kelulusan mu..! " jelas ibunya.

__ADS_1


"Tapi ma, pernikahan naura kan masih 2 minggu lagi. Jadi mama sama papa kan masih bisa meluangkan waktu kalian untuk ke sana tadi..! " ucap naura kesal.


"Bukan 2 minggu sayang, tapi 2 hari...! " ucap Randi.


"Apa..? 2 hari lagi..? Mama sama papa ngeprank Naura ya..? Udahlah ma, pa...! Naura lagi nggak mood..! "


"Pernikahan kita memang 2 hari lagi..! " sambung devano yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Apa..? Baru saja tadi, aku bilang ke kamu kalau pernikahan kita di undur aja..! Terus kenapa malah dimajuin..?"


"Sayang..! Hal sebaik ini, lebih baik di segerakan..! " ucap winda.


"Tapi kenapa kalian tidak minta persetujuan naura dulu sich..? " ucap Naura kesal dan kemudian pergi ke dalam kamarnya meninggalkan orang tuanya dan juga devano.


"Nak Dev, tolong jangan di masukan ke hati ya perkataan Naura tadi...! Nanti biar tante coba bicarakan dengannya..! " ucap winda tak enak.


"Iya tante tidak masalah. Kalau gitu, devano pamit pulang dulu, om tante..!"


"Kamu nggak mau duduk duduk dulu nak..? " tawar Randi.


"Maaf om, lain kali. Devano masih harus ke kantor untuk mengurus beberapa berkas. Sebelum nanti devano mengambil cuti...! "


"Ya kalau begitu, om tidak bisa melarang..!" ucap Randi mengerti dengan kesibukan calon menantunya itu.


"Kalau begitu saya permisi dulu..! " pamit devano.


"Baiklah, hati hati dijalan..! "


Dilain tempat.


Naura mendudukkan dirinya di ranjang. Ia benar benar merasa begitu kesal, sedih dan juga lelah. Bagaimana tidak, di satu hari ia terus dibuat kesal dan marah.


Pertama, mama dan papanya tidak hadir di hari kelulusan nya. Kedua, mantannya dengan seenak jidatnya memintanya baliknya lagi setelah apa yang telah dia lakukan.


Dan yang terakhir dan yang paling membuat mood nya buruk adalah kabar tentang pernikahan nya yang di ajukan menjadi 2 hari lagi.


Sungguh hari yang buruk untuk nya. Dan kini Naura mencoba memejamkan matanya, sebelum mama dan papanya masuk ke dalam kamarnya dan menghancurkan niat naura untuk tidur.


"Nau..! " panggil winda.


"Kalau mama sama papa kesini buat bujuk Naura, lebih baik kalian keluar. Karena Naura tetap nggak akan mau menikah dengannya..! "


"Naura..! Dengarkan mama dan papa dulu..! "


"Tolong jangan paksa naura..! Naura masih mau menikmati masa remaja Naura..! Naura nggak mau menikah, apalagi punya anak..! Ayolah ma, pa. Usia Naura baru menginjak 18 tahun. Baru saja bulan kemarin Naura merayakannya, dan tiba tiba status naura akan berubah..? Dari remaja menjadi istri sekaligus ibu..? Nggak nggak..! Naura nggak siap..! " tolak Naura.


"Baiklah kalau kamu masih saja keras kepala. Kamu nikmati saja masa remaja mu itu. Tidak perlu perdulikan mama dan papa mu ini..! " ucap Randi yang langsung keluar dari kamar putrinya itu.

__ADS_1


"Naura..! Cepat kejar papa mu nau. Dan cepat minta maaf..! " ucap winda. Namun putrinya itu hanya diam tanpa bergerak sedikit pun.


__ADS_2