Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
Bekal spesial


__ADS_3

Naura kini sedang duduk di cafe bersama dara yang masih menatapnya penuh dengan tatapan keponya.


"Gimana malam pertama mu..? " tanya dara membuat Naura sedang minum jus seketika tersedak.


"Ghuk... ghuk.. Apaan sih..? Nggak ada malam pertama..! " ucap Naura kesal.


"APA..? " teriak dara yang begitu terkejut.


"Dara...! Biasa aja dong...! " tegur Naura sembari menutup telinganya.


"Bagaimana aku nggak terkejut, sahabatku ini kan cantik, ya walaupun lebih cantikan aku. Tapi pria mana yang bisa menolak pesonamu..? hingga ia tahan tidak melakukan malam pertama meskipun kalian tidur bersama...! " tanya dara bertubi tubi.


"Itu karena aku hebat. Jadi dia tidak akan berani untuk menyentuh ku tanpa seijin ku..! " ujar Naura.


"Apa mungkin dia tidak tertarik dengan dirimu..? " tebak dara.


"Kenapa dia tidak tertarik dengan ku..? Aku cantik dan juga imut..! " ucap Naura tak terima.


"Ya mungkin karena kamu kurang berisi..! Coba lihat, tubuhmu begitu ramping, jadi mungkin itu membuat nya tidak tertarik dengan mu..! "


"Apa mungkin..? " tanya Naura sembari melihat tubuhnya sendiri.


"Ya..! Dan jangan lupa, kalau dia sudah pernah menikah dan memiliki seorang anak. Apa kau tahu siapa mantan istrinya itu..? " tanya dara.


"Tidak. Dan tidak perduli..! " ucap Naura yang masa bodoh.


"Benarkah..? Kalau aku katakan mantan istri suamimu itu seorang model seksi bagaimana..? " ucap dara.


"Darimana kamu tahu..? "


"Seorang dara memang yang paling tahu segalanya..! " ucap dara membanggakan diri sendiri.


"Kamu memata-matai nya..? "


"Ya nggak lah..! Coba aja kamu lihat di sosial media, pasti banyak berita tentang pernikahan mereka dan juga sebab perceraian mereka...! " ucap dara membuat Naura sedikit penasaran dengan paras mantan istri devano itu.


Drrtt... Drrrrttttt....


Sebuah telfon masuk ke ponsel Naura. Dan Naura segera mengangkatnya.


"Hallo ma..? "


"Naura kamu dimana..? Pulang sekarang...! " ucap Winda di seberang telfon itu.


"Kenapa sih ma..? Naura lagi di cafenya dara...! "


"Kamu anterin makan siang devano..! cepat pulang..! "


"Nggak, nggak..! Lagian di kantornya udah ada kantinnya ma, ngapain juga aku harus nganterin makanan buat dia..! " ucap Naura malas.


"Kamu pulang sekarang, atau leptop mu mama sita..? " ancam Winda.

__ADS_1


"Ok ok..! Naura pulang..! " ucap Naura yang langsung memutuskan telfon dari mamanya.


"Ada apa nau...? " tanya dara.


"Mama nyuruh pulang..! Aku pulang dulu ya, sebelum leptop ku jadi korban..! " pamit Naura.


"Ya udah, minumannya nggak usah bayar. Anggap aja aku lagi traktir kamu sebagai ucapan selamat pernikahan mu...! "


"Thanks dar..! Aku pulang dulu ya..! "


Setelah mengambil rantang makanan dari rumahnya, Naura kini mengendarai sepeda motor nya menuju ke kantor devano. Disaat naura masuk ke dalam kantor, semua orang menunduk memberi hormat kepada naura membuat naura merasa tidak nyaman.


"Selamat siang nyonya..! " ucap resepsionis cantik itu.


"Jangan panggil seperti itu, panggil aja Naura..! " ucap Naura yang memang tidak biasa dengan panggilan itu.


"Tapi..! "


"Nggak ada tapi tapian..! " ucap Naura yang kemudian berlalu menuju keruangan devano.


Tok.. tok.. tok...


"Masuk..! " ucap devano.


Naura pun segera masuk, dan ia melihat devano yang masih berkutat dengan komputer nya. Dan Naura berjalan menuju devano dan meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja kerja devano.


Membuat devano yang mengira Naura itu karyawan nya langsung seketika berhenti mengetik dan beralih menatap Naura.


"Kamu kesini..? "


"Wah, kelihatannya kamu sudah mengerti akan tugas seorang istri..! Kenapa kamu tadi tidak mengabariku lebih dulu..? " ucap devano.


"Kenapa..? Apa itu perlu..? " tanya Naura.


"Ya setidaknya, aku akan menyiapkan penyambutan untuk istriku..! " ucap devano sembari mendekatkan dirinya pada Naura.


"Tidak perlu..! " ucap Naura sembari mendorong wajah devano dengan tangannya.


Bukannya devano menjauh, hal itu malah dimanfaatkan devano untuk membuat Naura semakin dekat dengannya. Devano beralih menarik tangan Naura, hingga membuat Naura terjatuh pada pangkuannya.


"Tentu saja itu diperlukan, karena kau istriku..! " ucap devano pada telinga Naura.


Saat devano mendekatkan wajahnya pada Naura, tiba tiba seseorang masuk ke dalam ruangannya membuat Naura segera berdiri dengan canggung.


"Ups sorry..! " ucap raka yang terkejut melihat Naura ada disana dan dalam keadaan duduk dipangkuan devano.


"Emh..! Aku pulang dulu..! " ucap Naura yang langsung memanfaatkan hal itu untuk kabur dari devano.


"Mau apa kau kemari..? Kalau hal itu tidak penting, aku akan menghajar mu...! " ucap devano kesal.


"Santai dulu..! Ya, lagian aku kan nggak tahu kalau Naura ada disini. Dan juga kenapa kamu mau melakukannya dikantor..? Kan kamu punya rumah..! " ucap raka yang tidak mau disalahkan.

__ADS_1


"Cepat katakan, kenapa kamu kesini..! " ucap devano dingin.


"Ya ya ya..! Ada beberapa berkas kerja sama baru yang aku ajukan. Coba kamu baca dulu, jika kamu setuju ini akan langsung dijalankan...! " ucap raka sembari menyerahkan beberapa berkas ditangannya pada devano.


Dilain tempat.


Naura mengendarai motornya dengan perasaan penuh malu dengan kejadian tadi, apa lagi raka melihat hal itu yang semakin membuatnya merasa malu.


Beberapa saat kemudian Naura sampai dirumahnya, ia melihat mobil orang tua devano yang terparkir di garasi nya.


"Bunda...! " panggil clara saat melihat kedatangan Naura di depan pintu.


"Hay cantik, kamu baru datang..? " tanya Naura.


"Iya..! " jawabnya.


Dan Naura pun berjalan menuju ke mertuanya dan menyalami mereka. Kemudian duduk disebelah ibu mertuanya.


"Apa devano tadi masih sibuk nak..? Kok sampai biarin kamu pulang sendiri..?" ucap sarah.


"Nggak kok buk, tadi Naura cuma nganterin makanan buat devano. Dan devano masih banyak berkas yang ia tangani, lagipula Naura juga bawa motor sendiri..! " ucap Naura menjelaskan.


"Ya sudah kalau gitu..! "


"Bun...! Clara mau main..! " ucap Clara.


"Ya udah, kita ke halaman belakang ya..! " ajak Naura. Dan mereka pun pergi untuk bermain bersama.


Dilain tempat.


Devano yang biasanya akan pulang larut malam, entah kenapa hari ini ia ingin pulang lebih awal. Lihat saja, jam di ruangannya masih menunjukkan pukul 3 siang, dan dia sudah bersiap untuk pulang.


Setelah selesai membereskan berkas berkas di mejanya, devano pun berjalan keluar dengan senyuman yang masih mengembang diwajah tampannya dan juga kotak bekal yang ada di tangannya.


Semua karyawan nya menatap aneh kearah devano, karena baru pertama kali ini bos mereka pulang awal dan juga tersenyum seperti itu.


Sedangkan devano tidak menghiraukan tatapan karyawan nya dan lebih memilih untuk segera pulang, dan bertemu dengan Naura.


Entah kenapa, baru beberapa saat yang lalu ia bertemu dengan Naura. Namun ia sudah merasa kangen dan ingin segera bertemu dengan Naura dan juga menggodanya.


"Eh tumben kamu udah pulang jam segini. Kenapa..? Apa kamu sakit..? " tanya sarah pada putranya itu setelah melihat devano yang memasuki rumah.


"Devano baik baik aja..! Cuma hari ini pekerjaan devano tidak terlalu banyak..! " sangkal devano.


"Benarkah begitu..? Bukankah karena kau ingin segera bertemu dengan istrimu..? " tanya Wijaya ikut menggoda.


"Ayah bicara apa..? " ucap devano yang merasa malu.


"Sudah sudah, jangan menggoda menantuku..! Nak, Naura dan Clara ada di halaman belakang, kamu langsung ke sana saja..! " ucap Randi yang tidak tega melihat menantunya digoda habis habisan oleh orang tuanya sendiri.


"Iya, Terima kasih pa..! "

__ADS_1


Setelah tahu keberadaan Naura, devano segera meletakkan tas kerjanya ke dalam kamar dan bergegas menuju ke halaman belang.


Disana ia melihat Naura yang sedang bermain boneka dengan Clara. Ia menatap bahagia pada keduanya, dan merasa lega karena Naura mau menerima putrinya itu dan juga Naura mau memperlakukan putrinya dengan baik.


__ADS_2