Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
Fitnah


__ADS_3

Tiga hari berlalu.


Dan Naura masih belum menemui devano,karena aja sih berkutat dengna ujiannya yang baru selesai siang tadi.


Malam harinya, naura masih memandangi kartu nama bertuliskan nama Devano ari Wijaya dan juga no HP lengkap dengan alamat ia bekerja.


"Seorang CEO..? Besok aku akan bayar semua hutangku...!." gumam naura.


Tak lama setelah itu, dari luar kamarnya terdengar ketukan yang begitu keras.


"Naura..! Keluar dari kamar sekarang juga..! Mama dan papa mau bicara sama kamu sekarang juga..! " ucap ibunya yang entah kenapa terdengar seperti nada memaksa dan penuh amarah.


Dengan rasa penasaran, naura pun membuka pintu kamarnya. Dan jelas saja, mama dan papanya sedang berdiri tepat di depan pintu kamarnya dengan raut wajah yang terlihat begitu marah.


"Ada apa sich ma..? pa..? " tanya naura bingung.


"Sudah berapa bulan..? " tanya ayah naura membuat naura mengernyitkan keningnya tak mengerti.


"Apanya yang berapa bulan..? " tanya naura semakin bingung.


"Naura..! Mama nggak pernah ajarin kamu bersikap sembrono..! Bagaimana bisa kamu sudah tidur dengan seorang pria..? " ucap ibunya dengan air mata yang mulai keluar.


"Haaa...? Tu.. tu.. tunggu dulu. Naura nggak paham sama yang mama dan papa bicarakan. Berapa bulan apanya..? Dan siapa yang bilang kalau naura pernah tidur sama cowok ma..? " tanya naura yang semakin bingung.


"Tadi pacar kamu telfon papa, dan bilang kalau dia akan tanggung jawab secepatnya. Apa ini masih belum cukup untuk buat kamu sadar dengan kesalahanmu..? " ucap ayahnya.


"Siapa..? Naura nggak punya pacar pa..! Apalagi sampai hamil..? Gimana ceritanya coba..? " ucap naura yang semakin kesal.


"Devano..! Dia bilang kalau kamu akan menemuinya tapi kamu malah tidak datang. Makannya dia menghubungi papa dan mengatakan akan tanggung jawab..! " jelas ayah Naura yang semakin membuat Naura mengerti dengan apa yang terjadi.


"Ha..? Devano..? Sialan tuh orang..! " gumam Naura pelan.


"Mama sama papa tenang dulu ya... ! Naura itu nggak punya pacar, apalagi hamil. Besok Naura akan urus masalah ini. Kalian lebih baik kembali tidur aja ya..! " bujuk Naura yang sudah begitu pusing dan kesal.


"Kalau memang kamu tidak punya pacar dan tidak sedang hamil. Kenapa setiap kali mama dan papa kenalkan dengan pria, kamu selalu menolak dan membuat keributan..? " tanya ibunya curiga.


"Kalau soal itu, Naura kan udah pernah bilang. Kalau Naura masih mau menikmati hidup Naura. Lagian Naura belum lulus SMA ma, pa. Usia Naura baru 18 tahun. Emang kalian tega hancurin masa remaja Naura dan maksa Naura buat nikah..? " ucap Naura memelas.


"Hah..! Baiklah kami percaya sama kamu. Tapi awas aja kalau kamu bohong sama mama dan papa...! "

__ADS_1


"Iya iya...! Udah Naura mau tidur..! " usir Naura.


Setelah mama dan papanya pergi, Naura memandang kesal pada kartu nama yang tergeletak di atas ranjangnya.


"Lihat aja besok..! Aku akan balas berkali kali lipat dari yang kamu lakukan padaku hari ini..! " ucap Naura penuh dendam.


Malam pun berlalu dan berganti dengan sinar mentari yang menghangatkan. Naura yang biasanya masih setia tidur, hari ini terlihat sudah rapi. Ia benar benar tidak bisa tidur dengan nyenyak karena masalah semalam.


"Gara gara dia, semalam aku nggak bisa tidur. Lihat saja, aku akan buat dia meminta maaf..! " ucap Naura dengan penuh aura kekesalan.


Naura dengan sepeda motor kesayangannya pun pergi menuju ke kantor, dimana devano berada. Sesampainya disana, Naura segera masuk dan menghampiri tempat resepsionis.


"Permisi kak..! Ruangan pak devano ada di sebelah mana ya..? " tanya Naura.


"Nama adik siapa..? Dan juga, apa adik sudah buat janji dengan pak presdir..? " tanya wanita cantik dengan pakaian rapi pada Naura.


"Dengan Naura..!" ucap Naura.


"Baik, tunggu sebentar ya..! " ucapnya yang kemudian terlihat sedang menghubungi seseorang. Mungkin ia sedang menghubungi devano.


"Ruangan pak devano ada di lantai 3 Di sebelah kanan ujung..! " ucapnya setelah mematikan telfonnya.


"Terimakasih..! "


Naura pun segera menuju ke tempat yang di katakan wanita resepsionis tadi. Setelah beberapa saat, akhirnya Naura menemukan ruangan devano bekerja.


Tok.. tok.. tok


"Masuk..! " jawab seorang pria dari dalam ruangan.


Dan Naura pun segera masuk kedalam. Disana ia melihat seorang pria dengan sebuah jas hitam sedang duduk dengan gagah di depannya.


Jika dara atau sandra yang ada di posisinya kali ini, mungkin merek akan langsung pingsan karena terpesona. Tapi sayangnya, Naura tidak merasakan hal itu.


Dan malah sebaliknya. Ia menatap begitu kesal pada pria di depannya itu.


Braak...


Naura menaruh beberapa lembar uang di atas meja devano dengan keras. Membuat devano tersenyum sinis dan berganti menatap Naura.

__ADS_1


"Sekarang kamu sudah puas kan..? " ucap Naura kesal.


"Hm...! "


"Sekarang kamu harus minta maaf padaku dan juga kamu harus jelaskan semua perkataanmu kemarin pada mama dan papa ku..! " tuntut Naura.


"Kalau aku nggak mau..? " tantang devano.


"Kau..! Apa salahku sampai kamu harus memfitnah ku..? " tanya Naura.


"Bukankah 3 hari kemarin, kamu bilang akan membayar ganti rugi kerusakan pada mobilku..? Ya karena kamu telat, anggap saja itu sebagai hukuman mu..! "


"Dasar pria kejam..! Gara gara kamu, mama dan papaku memarahiku semalaman...! "


"Derita kamu..! Sekarang kamu bisa pergi dari sini. Pekerjaan ku banyak, jadi aku tidak punya waktu untuk meladeni ocehanmu..! " usir devano.


"Mana ponselku..? " tanya Naura.


"Ponsel..? ini..? " ucap devano sambil mengangkat ponsel Naura tinggi.


Naura pun berusaha meraih ponsel itu, namun naas. Karena tidak berhati hati, kakinya malah menendang meja kerja devano dan berakibat ia yang jatuh di pangkuan devano.


Sial bagi keduanya. Karena sarah dan clara masuk kedalam ruangan devano hingga ke duanya melihat kejadian itu.


Sarah yang terkejut langsung menarik cucunya kembali keluar, karena tidak ingin mengganggu devano dengan naura.


"Hah..! Ini semua gara gara kamu..! " tunjuk Naura kesal.


"Kenapa aku..? Yang duduk di pangkuanku kan kamu..! " ucap devano tak Terima di salahkan.


"Hah..! Sekarang aku terlihat seperti cewek kegatelan..! Yang suka menggoda suami orang..!! " gumam Naura pelan yang masih dapat di dengar devano.


Naura pun keluar dari ruangan devano dengan kesal setelah ia mendapatkan ponselnya kembali. Sedangkan devano yang melihat hal itu hanya tersenyum geli.


"Dasar bocah..! " gumamnya.


Dilain tempat.


Sarah dan clara yang melihat kepergian naura, menatap penasaran. Apalagi Naura pergi dengan raut wajahnya kesal.

__ADS_1


"Eyang..! Kenapa kak Naura kelihatan kesal..? " tanya clara.


"Mungkin kak Naura sedang bertengkar dengan ayahmu...! Sebaiknya kita tanyakan langsung ke ayahmu..! " jawab sarah. Yang kemudian membawa cucunya kembali masuk ke dalam ruangan kerja anak semata wayang nya itu.


__ADS_2