
"Ha..?" gumam naura membuat devano tersadar dari lamunannya. Dan ia pun segera menjauhkan dirinya dari naura.
"Tadi kamu ngomong apa..?" tanya naura memastikan apa yang ia dengar tadi.
"Apa..? " ucap devano mengelak.
"Tadi ayah bilang cantik..! " sambung clara.
"Itu untuk clara..! " elak devano lagi.
Sedangkan naura menatap sebal kearah devano. Dan membuat raka yang melihat hal itu tersenyum bahagia. Karena sudah cukup lama ia tidak melihat raut wajah devano dipenuhi rasa bahagia dan salah tingkahnya itu.
"Hai...! Perkenalkan aku raka, sahabat dari kecil devano..! " ucap raka memperkenalkan diri sembari menjabat tangan naura.
"Oh iya, aku naura..! "
"Jangan dengarkan kata devan, dia memang suka gengsi. Kenyataannya kamu memang cantik kok..! " ucap raka dengan senyuman ramahnya.
"Iya Terima kasih..! " ucap naura dengan senyum cantiknya, ia akui lebih nyaman berbicara dengan raka, daripada dengan devano yang ujungnya akan membuatnya emosi.
Sedangkan devano yang melihat keakraban naura dengan raka, merasa tak senang.
"Mita..! " panggil devano dengan wajah datarnya. Yang seketika membuat mita menghampiri mereka. Sedangkan raka menatapnya melotot.
"Sepertinya pekerjaan suamimu masih banyak yang berantakan..! Dan membuat suamimu tidak tahan untuk terlalu lama disini..! " ucap devano dengan wajah tak bersahabat pada raka.
"Emh.. sayang, benar kata devano. Masih banyak berkas kerjasama dengan devano yang belum beres. Jadi sebaiknya kita segera pulang dulu ya..! " ucap raka dengan wajah ia paksakan untuk tersenyum.
"Oh ya sudah, kalau gitu kita pulang dulu ya..! Sekali lagi, selamat atas pernikahan kalian..! " ucap mita.
Setelah kepergian raka sekeluarga, devano menatap tajam kearah naura. Membuat naura memilih untuk menghindar dan kembali menghampiri teman teman sekolahnya satu persatu.
Waktu pun berlalu, dan kini naura sedang menidurkan tubuhnya diranjang sembari memejamkan matanya yang sudah mulai mengantuk itu.
Selang beberapa menit kemudian, devano masuk kedalam kamar naura. Dan ia pun mendudukkan dirinya disamping naura. Membuat naura terkejut dan langsung berdiri dan menatap devano dengan wajah bingungnya.
"Kenapa kamu ikut masuk ke kamarku..? " tanya naura tak suka.
"Hm..! " gumam devano malas.
"Sekarang kamu keluar dari sini..! " usir naura.
"Pintunya dikunci dari luar..! " ucap devano singkat.
__ADS_1
"Ha..? " naura yang tidak percaya, segera mengecek pintu kamarnya. Dan ternyata memang benar jika pintu kamarnya di kunci dari luar.
"Hah..! Mereka memang benar benar keterlaluan..! " gumam naura, merasa kesal pada orang tuanya.
"Sekarang kamu tidur di bawah..! " ucap naura sembari memindahkan bantal dan juga selimut untuk dipakai devano.
"Kamu aja yang tidur dibawah...! " ucap devano.
"Ini kan kamar ku..! Jadi kamu yang harus tidur dibawah..! "
"Kalau aku nggak mau, bagaimana..? Lagipula ranjangnya cukup untuk ditempati dua orang..! Atau, kamu takut aku melakukan sesuatu padamu..? " goda devano.
"Siapa juga yang takut..! Lagian jika kamu berani macam macam, aku juga bisa langsung menendangmu keras...! " ujar naura.
Sedangkan devano tersenyum sinis setelah mendengar penuturan naura. Dan dalam hitungan detik, kini devano dengan cepat menarik tubuh naura dalam pelukannya, dan menatap lekat wajah naura. Sehingga membuat naura terdiam karena terkejut.
Dan tanpa permisi, devano mengecup lembut bibir naura, membuat sang pemilik bibir itu melotot tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan devano terhadap dirinya.
"Anggap ini sebagai hukuman dan peringatan untukmu..! " ucap devano, yang seketika membuat naura tersadar dan langsung mendorong devano menjauh darinya.
Sedangkan devano hanya tersenyum kecil dan menidurkan dirinya di ranjang. Membuat naura dengan kesal menaruh bantalnya dilantai dan tidur disana.
"Aku hitung sampai tiga..! Kalau kamu masih tidur disana, jangan salahkan aku jika kamu hamil...! " ancam devano.
Sedangkan devano berusaha keras menahan tawanya, melihat tingkah lucu istrinya.
"Istri kecil yang manis..! " gumam devano yang kemudian mulai memejamkan mata.
Malam pun berlalu, dan terlihat naura yang biasanya bangun siang hari, hari ini bangun begitu pagi. Bukannya ia mulai rajin atau apa, ia hanya ingin menghindar bertatapan muka dengan devano. Mengingat apa yang sudah devano lakukan padanya.
"Naura..? Tumben kamu bangun pagi..? " tanya Winda pada putrinya itu.
"Naura nggak bisa tidur semalaman..! "
"Ya bagus dong..! Jadi secepatnya mama akan mendapatkan cucu..! " ujar winda yang mengira ucapan naura mengandung arti jika dia telah melakukan malam pertama dengan devano.
"Siapa..? " ucap naura terputus karena ayahnya tiba tiba datang kedapur dan menyelak ucapan naura.
"Wah tumben putri papa udah bangun..! " ucap randi menggoda putrinya.
"Iya..! " jawab naura, yang tidak mau membuat papanya menjadi salah paham dengan ucapannya seperti mamanya.
"Makanannya udah siap semua. Naura cepat panggil devano untuk sarapan...! " perintah Winda.
__ADS_1
"Nggak ah, mama aja yang panggil..! " ucap naura yang berbalik memerintah mamanya.
"Naura..! " ucap Randi tegas membuat naura tidak punya alasan lagi.
Dengan wajah ditekuk, naura berjalan menuju ke kamarnya dimana devano masih tertidur disana.
Disaat naura membuka pintu kamarnya, ia dikejutkan dengan devano yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Seketika naura menutup matanya dan kembali menutup pintu kamarnya.
"Kalau kamu udah selesai, segera ke ruang makan..! " ucap naura dibalik pintu dan setelahnya ia segera meninggalkan kmaarnya itu dan kembali ke ruang makan.
Sedangkan devano kembali mendapatkan hiburan, dengan melihat tingkah naura yang semakin membuatnya tertarik.
"Sepertinya, aku mulai tertarik dengan tingkah lucunya itu..! Baiklah, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku..! Istri kecilku..! " ucap devano dengan senyuman penuh karismatik nya.
Setelah memakai bajunya, devano pergi ke ruang makan. Disana semua orang sudah menunggunya, dan saat sampai disana, devano mendudukkan tubuhnya di kursi disamping naura.
"Naura, cepat kamu ambilkan makanan untuk suamimu..! " ucap nenek naura.
"Nggak papa nek, biar devano ambil sendiri aja..! " ucap devano halus membuat naura yang mendengarnya muak.
"Nggak nak, ini udah tugas naura sebagai istri..! Oh ya, bagaimana dengan tadi malam..? Apa kamu betah disini..? " tanya nenek naura.
"Iya nek, disini sangat nyaman. Meskipun tidak besar, tapi di rumah ini di penuhi kehangatan kalian..! " ucap devano tulus.
"Lalu kapan kalian akan memberi nenek seorang cicit..? " tanya nenek langsung pada tujuannya.
"Enggak..! " ucap Naura.
" Secepatnya..! " dan devano bersamaan namun berbeda membuat para orang tua tersenyum. Dan mengira jika Naura masih malu malu untuk membahas topik ini.
"Sudah sudah..! Ayo kita makan..! ucap radit mencoba untuk membuat putrinya tidak kesal lagi.
Dan setelah mereka menyelesaikan sarapan mereka, devano berpamitna untuk pergi ke kantor karena banyak tugas yang harus ia selesaikan.
" Tapi kamu baru saja menikah kemarin, apa kamu tidak capek..?" Tanya Winda.
"Tidak papa ma, karena kalau devano nggak selesaikan semuanya secepatnya. Semua berkas akan menumpuk dan semakin banyak...! " ucap devano yang notabene memang penggila bekerja.
"Ya sudah, Naura cepat salaman dengan suamimu. Ingat, seorang kamu ini sudah jadi istrinya devano..! " ucap Winda membuat Naura mau tidak mau menurut.
"Jadilah istri yang patuh, disiang ataupun malam..! " bisik devano membuat Naura menatapnya tajam.
Sedangkan Winda menatapnya sebagai bentuk keromantisan devano pada putrinya.
__ADS_1
"Anak muda sekarang...! " gumamnya yang kemudian berlalu masuk kedalam rumah.