
Naura membuat ice cream dengan mahirnya membuat clara menatap takjub.
"Bunda..! " panggilnya.
"Iya..? "
"Clara boleh bantuin nggak..? "
"Boleh dong, sini..! Kamu ambil yogurt yang ada di dalam kulkas ya.. ! "
Dan keduanya pun berkerja sama membuat mereka terlihat seperti ibu dan anak kandung. Clara begitu bersemangat membantu naura hingga akhirnya mereka selesai.
"Nah sekarang kita tunggu dulu sampai ice cream nya dingin ya..! Sekarang gimana kalau clara bantuin bunda masak buat makan siang..? " tanya naura.
"Iya bunda, emh clara mau ikan goreng dengan sambal tomat..! " ujar clara semangat.
"Eh clara berani makan sambal..? " tanya naura.
"Kalau sambal tomat clara suka tapi kalau sambal yang lain clara nggak suka..! "
"Baiklah..! Ayo kita masak..! "
Sesuai memasak, naura terlihat bingung mencari keberadaan devano yang sedari tadi tidak menampakkan dirinya.
"Bunda cari ayah ya..? " tebak clara.
"Iya, memangnya clara tahu kemana ayahmu pergi..? "
"Biasanya kalau ayah tidak ke kantor, dia pasti diruang kerjanya..! Ya orang luar tahu jika ayah tidak ke kantor, mereka mengira ayah libur untuk bermain denganku tapi kenyataannya ayah tetap bekerja dari rumah. Dan akan keluar saat makan, setelah makan pun ayah akan masuk kembali ke ruang kerjanya...! " terang clara.
Membuat naura semakin yakin dengan julukan orang orang pada devano yang menyatakan, kalau devano adalah penggila kerja.
Naura pun berjalan menuju ke ruang kerja devano dengan meninggalkan clara yang menunggunya di ruang makan. Disaat ia membuka pintu ruangan itu, benar saja ia langsung mendapati devano yang sedang berkutat dengan laptopnya.
"Sudah waktunya makan..! " ucap naura.
Seketika devano tersenyum dan langsung menutup laptopnya dan berjalan menuju ke arah naura yang menatapnya aneh.
"Akhirnya, aku sudah menunggu cukup lama..! " ucapnya sembari menggandeng tangan naura.
"Ayah..! Clara dan bunda udah memasak ini semua..! " ucap Clara girang.
__ADS_1
"Wah..! putri ayah memang hebat..! Ayo makan, oh ya sebagai ucapan terima kasih ayah pada putri cantik ayah ini. Ayah yang akan mengambilkan makanan untuk mu..! " ucap devano yang langsung mengambilkan nasi dan juga lauk kepada naura dan juga Clara.
Membuat para pembantunya menatap tak percaya, karena biasanya devano selalu bersikap dingin tanpa mau mengatakan sepatah kata pun saat di meja makan.
"Biar ku ambilkan..! " ucap naura yang kemudian mengambilkan makanan untuk devano yang membuatnya tersenyum kembali namun tak disadari oleh naura.
Seusai makan, devano berencana mengajak naura dan Clara untuk pergi ke taman bersama. Clara yang sangat jarang, atau bisa dibilang tidak pernah diajak ke taman oleh ayahnya pun begitu semangat.
"Bunda, Clara mau ucapin terima kasih sama bunda. Karena dengan adanya bunda sekarang, ayah mau ngajak Clara jalan jalan ke taman..! " ucap Clara saat di dalam mobil.
"Ha..? Memangnya ayahmu tidak pernah mengajak Clara ke taman sebelumnya..? " tanya naura.
"Pernah..! " bantah devano.
"Iya memang pernah, tapi itu saat kelulusan tk Clara. Dan sekarang Clara sudah kelas 1 SD..! " ucap Clara.
"Tenang aja, mulai sekarang kalau Clara mau ketaman atau kemanapun bunda akan bawa Clara...! "
"Wah..! Bunda memang yang terbaik.
Sesampainya di taman, Clara dan naura pun berjalan kearah danau dengan begitu gembiranya. Dan mereka menyewa alat pancingan untuk memancing ikan di danau tersebut.
"Ayo kita tanding, siapa yang lebih dulu mendapatkan ikan. Dia harus mentraktir makan di resto..? " tantang naura.
Dilain tempat.
Di sebuah taman yang sama, di tepi danau terlihat seorang wanita cantik dengan balutan gaun seluruhnya sedang berpose dengan seksinya di tepi danau itu.
Saat sedang berpose untuk pemotretan ia tidak sengaja melihat devano yang sedang tertawa bersama seorang wanita dan gadis kecil.
"Apa itu benar dia..? " gumamnya.
"Lia..! Kita istirahat sebentar ya..! " ucap fotografer itu pada wanita cantik itu yang diketahui memiliki nama liandra winoto. Seorang model cantik yang sedang naik daun, karena ke seksian tubuh yang ia miliki.
Dengan sedikit keraguan, liandra berjalan mendekati mereka. Ia menatap devano dengan tatapan rindu yang mendalam.
"Devan..! " panggilnya membuat devano dan juga naura menoleh kearahnya.
"Liandra..? " gumam devano.
"Sudah lama kita tidak bertemu..! " ucapnya dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Hm..! " jawab devano dengan dinginnya.
"Naura, bawa Clara ke mobil dulu. Nanti aku akan menyusul kalian...! " ucap devano yang di segera dilaksanakan naura.
"Tunggu..! Kamu Clara..? " ucap liandra sembari menarik tangan Clara.
Clara yang ketakutan segera menarik tangannya kencang dan langsung memeluk naura.
"Clara sayang..! Ini mama..! " ucapnya membuat Clara sekaligus naura terkejut. Dan kini mereka beralih menatap devano.
"Pergilah dari sini..! " usir devano.
"Tidak..! Aku ingin bertemu dengan anakku..! "
"Anak..? Sejak kapan kamu mengakuinya sebagai anakmu..? Bukankah dulu kamu membuangnya..? Untuk apa sekarang kamu mendatangi kami lagi..? "
"Aku tidak berniat membuangnya, kamu juga tahu situasi saat itu kan..? "
"Tentu saja aku tahu. Bahkan aku tahu jelas akan hal itu..! " ucap devano yang segera menggandeng naura yang menggendong Clara yang sedang menangis.
Di dalam mobil, naura ataupun devano tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Membuat suasana di dalam mobil terasa begitu dingin, sedangkan Clara yang kelelahan menangis langsung tertidur.
Sesampainya di rumah, setelah memindahkan Clara kedalam kamar, naura melihat devano yang pergi menuju ke ruang kerjanya. Naura begitu ingin menanyakan semua hal tentang ibunya Clara. Namun ia tidak memiliki keberanian untuk itu, yang akhirnya ia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya.
Dilain tempat.
Devano duduk termenung di ruang kerjanya sembari menatap sebuah foto keluarga, dimana didalam nya terdapat dirinya dan Clara yang masih bayi dalam gendongan seorang wanita cantik, yang tak lain adalah liandra.
FLASHBACK
Devano sedang berdebat dengan istrinya yang sedang mengemasi barang barangnya.
"Lia..! Coba kamu pikirkan kembali, bagaimana dengan Clara nanti..? Jika kamu pergi meninggalkannya..? " ucap devano.
"Ayolah van..! Kamu juga tahu kan, cita citaku selama ini..? Aku ingin menjadi seorang model yang terkenal. Jadi aku tidak bisa membawa Clara bersamaku. Tapi kamu tenang saja, setelah nanti aku sukses, aku akan mengumumkan ke publik jika Clara adalah putriku..! "
"Tapi Clara sangat membutuhkan mu saat ini..! " ucap devano lagi mencoba memberi pengertian pada liandra.
"Van..! Hal ini juga begitu penting untukku, lagipula saat aku sudah menjadi bintang. Aku bisa menarik Clara untuk menjadi bintang kecil yang ternama...! "
"Sudahlah liandra.. ! Dulu mama sudah memberitahu mu jika suamimu ini hanya bisa menghambat karirmu..! Ditambah dengan anak ini. Jika publik tau, kamu sudah menikah dan memiliki anak, karirmu akan hancur..! " ucap wanita paruh baya, yang tak lain adalah ibunya liandra.
__ADS_1
"Maafkan aku..! Aku harus pergi, ini adalah cita-cita ku dari kecil yang sangat aku nantikan. Aku harap kamu mau mengerti. Dan jaga Clara dengan baik ya..! " ucap liandra yang akhirnya pergi bersama ibunya.
"Liandra..! " Teriak devano namun tetap sia sia karena liandra lebih memilih menjadi seorang model daripada hidup bersamanya dan juga anak mereka.