
Devano masih menatap naura dan putrinya dengan hangat, sudah begitu lama ia tidak melihat putrinya tertawa dan tersenyum seperti itu. Sejak ibu kandungnya pergi dan bercerai dari devano, senyuman clara seakan akan ikut lenyap. Meskipun sudah begitu banyak cara ia lakukan untuk menghibur clara , tetap saja tidak dapat membuat clara ceria.
Devano berjalan mendekati mereka berdua, tanpa sepengetahuan naura dan juga clara.
"Sayang..! " panggil devano membuat keduanya menoleh kearahnya.
"Ayah manggil clara atau bunda..? " goda clara.
"Tentu saja ayah manggil clarabell. Untuk apa ayah memanggilnya sayang..? " ucap devano.
"Aku juga nggak berharap tuh dipanggil sayang dari mulut kamu..! " saut naura kesal.
"Bagus kalau gitu..! Oh ya sayang, ayah tadi beli es krim buat clara, ini...! " ucap devano sembari menyerahkan es krim ditangannya untuk clara.
"Waah...! Makasih yah..! " ucap clara sambil memeluk ayahnya dan senyuman imut mengembang diwajahnya.
"Clara suka..? " tanya naura.
"Suka banget..! "
"Kalau gitu, besok bunda buatin yang banyak ya..! " ucap naura membuat clara langsung berbinar.
"Bunda bisa buat es krim..? "
"Ya bisa dong..! Clara mau es krim rasa apa..? Buah, vanilla, coklat, atau sayur..? Bunda bisa buat semua..! " ucap naura.
"Sayur..? Clara nggak suka sayur..! "
"Ya udah, besok bunda buatin yang sayur. Coba kamu rasain dulu, kalau nggak enak bunda akan buatin yang coklat. Tapi kalau clara suka, clara harus kasih hadiah buat bunda..! " tantang naura.
"Emh... Ok..! "
Dan setelah menghabiskan es krim nya, devano mengajak naura dan clara untuk ke depan menemui orang tua mereka.
"Ma, pa..! Sepertinya besok, devano dan naura harus pindah ke rumah devano..! " ucap devano.
"Kenapa mendadak..? Lagian disini juga ada banyak kamar, kenapa harus pindah kesana..? " protes naura.
"Sayang, memang baiknya seperti itu. Jadi kalian akan mengerti artinya kehidupan berumah tangga yang sesungguhnya. Ya seperti mama dan papa mu dulu..! " ucap nenek naura.
"Tapi nek, naura masih mau bersama mama dan papa..! "
"Naura, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, jadi tanggung jawabmu sudah ada ditangan devano. Jadi kemanapun devano berada, kamu harus ikut dengannya..! " ucap Randi.
"Tenang saja, dirumah sudah ada asisten rumah tangga. Jadi kamu tidak akan begitu capek mengurus rumah..! " ucap devano.
__ADS_1
"Bukan karena pekerjaan rumah..! "
"Lalu apa..? " tanya sarah.
"Aku tidak mau tinggal berdua dengan dia..! " ucap naura sembari menunjuk devano.
"Siapa bilang kita tinggal berdua. Kita tinggal bertiga, kan ada clara..! " ucap devano membuat naura semakin kesal.
"Clara masih kecil, jadi dia tidak bisa menyelamatkan hidupku yang akan selalu dalam bahaya jika tinggal dengan dirimu..! " gumam naura pelan namun masih dapat di dengar devano, sehingga membuat devano tersenyum licik.
"Karena kamu diam saja, itu berarti kamu setuju untuk tinggal dirumah kita yang baru mulai besok..! " ucap devano.
Sedangkan naura menatap devano dengan tajam. Seolah ia sedang memberi peringatan agar devano tidak macam macam dengannya.
"Ye...! Jadi bunda akan tinggal dengan Clara..! " ucap Clara yang langsung memeluk naura dengan begitu bahagia.
Dan naura hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukannya. Meskipun ia masih keberatan, namun setelah melihat kebahagiaan diwajah Clara, naura menjadi tidak tega jika melihat Clara bersedih karena ia menolak untuk tinggal dengannya.
Hari pun berganti.
Kini naura menatap sendu ke semua arah penjuru kamarnya, tempat yang menyaksikan tawa dan sedihnya selama ini. Tempat yang menjadi saksi bisu semua kegiatan nya, dari menulis, belajar, berjoget, dan tidur.
"Selamat tinggal kamar tercinta ku..! " ucap naura sambil menutup pintu kamarnya dan membawa boneka kelinci miliknya.
"Iya bun..? "
"Ini buat Clara..! Ini adalah teman bunda sejak kecil, dan sekarang bunda kasih ke Clara untuk menemani Clara..! " ucap naura sembari memberikan boneka itu pada Clara.
"Wah..! Makasih bun, Clara janji akan selalu menjaga boneka ini dengan baik..! " ucap Clara.
Sedangkan devano memasukkan semua barang naura kedalam bagasi mobilnya. Dan setelah memastikan semua sudah masuk kedalam mobilnya, devano pun menghampiri naura dan juga Clara di dalam rumah.
"Ayo..! Semua sudah siap..! " ucap devano.
"Ma..! Pa..! Nenek..! Naura pamit ya..! Kalau kalian pengen ketemu naura, kalian langsung hubungin naura, nanti naura akan langsung datang..! " ucap naura sambil menangis.
"Iya iya sayang..! Kamu kan cuma mau pindah rumah, lagian rumah kalian tidak jauh dari sini. Jadi jangan sedih gitu..! " ucap Winda.
"Emang mama dan papa nggak sedih, mau berpisah dari putri kalian ini..? " tanya naura.
"Nggak..! " jawab keduanya bersamaan.
"Kalian tega banget..! " ucap naura dengan cemberut.
"Udah udah, jangan sedih terus..! "
__ADS_1
"Ya udah, naura pamit..! "
"Ma, pa..! devano juga pamit..! " ucap devano.
"oma, opa..! Clara ikut pamit..! " ucap Clara membuat mereka tersenyum.
"Iya, kalian semua hati hati dijalan ya..! Kalau udah sampai disana, jangan lupa kabarin..! " ucap Randi.
"Iya pa..! "
Dan setelah mereka berpamitan, devano pun membawa keluarga kecilnya menuju kerumahnya yang ada di sebuah komplek elit.
Hingga mobil mereka berhenti di sebuah rumah bercat putih gading membuat rumah itu terlihat begitu megah. Dan naura pun menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Kita tinggal disini..? " tanya naura memastikan.
"Iya..! Kenapa..? Apa kamu nggak suka rumahnya..? " tanya devano.
"Bu.. bukan begitu, aku suka. Tapi ini terlalu besar, akan menghabiskan tenaga untuk membersihkan nya..! " gumam naura pelan.
"Tenang aja, ada beberapa orang yang akan membersihkan seluruh rumah. Tugasmu hanya memasak, mengurus Clara dan yang pasti mengurus suamimu ini..! " ucap devano dengan membisikkan kata terakhir di telinga naura.
"Ogah..! " balas naura yang kemudian masuk sembari menggandeng Clara, meninggalkan devano seorang diri dengan semua barang barangnya.
Dengan diantar Clara, naura berkeliling rumah barunya yang sudah seperti sebuah hotel bintang lima. Setiap ruangan luas dan juga lengkap.
"Bunda suka kan sama rumahnya..? " tanya Clara.
"Suka, tapi yang bikin bunda tambah suka itu adanya Clara disini. Makasih ya udah mau jadi pemandu tour bunda di rumah ini..! " ucap naura.
"Hhhh sama sama bun..! Clara juga suka bunda tinggal disini, jadi Clara nggak kesepian lagi..! Clara janji nggak akan bersikap nakal sama bunda..! " ucap Clara.
"Emh... Clara, bunda boleh tanya sesuatu nggak sama Clara..? "
"Boleh..! "
"Em mamanya Clara sekarang ada dimana..? " tanya naura pelan.
"Mama..? " gumam Clara dengan raut wajah sendunya. Membuat naura seketika sadar akan kesalahannya.
"Emh lupakan saja. Kamu masih ingatkan..? Kalau hari ini, bunda mau bikinin Clara ice cream..? "
"Iya, ayo bun kita buat sekarang..! " ucap Clara yang seketika melupakan kesedihan nya.
"Sepertinya Clara memiliki kenangan buruk dengan mamanya. Sampai sampai baru saja aku bertanya tentang mamanya, raut wajahnya dalam sekejap berubah sedih. Kalau begitu, sebaiknya aku tidak membahasnya dengan Clara..! " gumam naura, yang kemudian mengikuti Clara dari belakang menuju ke dapur.
__ADS_1