Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
Dia duda..?


__ADS_3

Devano sejenak menghela nafasnya, sedangkan semua orang masih menunggu jawaban darinya. Untuk menjelaskan semua tuduhan Naura padanya.


"Bisa kamu jelaskan Dev..? " ucap ayahnya dengan wajah tanpa ekspresi dan emosi membuat seorang devano ari wijaya tertegun.


"Jadi, pertama tama devano ingin minta maaf sama om Randi dan juga tante Winda. Ya memang kemarin saya yang menghubungi kalian. Dan benar saya berbohong atas perkataan saya bahwa putri kalian sedang hamil..! " ucap devano yang berhenti sejenak.


Devano menatap Naura yang sedang tersenyum puas dan dibalas senyuman sinis khas devano. Membuat Naura mengernyit kan keningnya bingung.


"Apa kau punya alasan..? Kenapa kamu bisa sampai memfitnah putri kami..? " tanya ayah Naura yang merasa ketawa pada devano.


"Sebenarnya saya berpacaran dengan putri anda, dan saya sudah mengatakan padanya jika saya akan menikahinya. Tapi dia terus saja menolaknya, hingga saya tidak punya pilihan lain. Agar dia mau menikah dengan saya. Sekali lagi saya minta maaf..! " ucap devano yang seketika membuat Naura tercengang.


"Apa.? Ti... tidak seperti itu..! Pria ini pembohong pa, ma..! " ucap Naura panik.


Bagaimana tidak. Ia mengira jika devano akan dipermalukan disini, namun sebaliknya. Devano malah semakin membuatnya dalam masalah.


Sedangkan devano yang melihat Naura panik, malah tersenyum puas. Awalnya ia tidak tahu jika gadis yang di katakan ayahnya adalah Naura.


FLASHBACK ON


Devano baru saja pulang dari kantor dan sedang mendudukkan dirinya di ruang makan, sambil meraih segelas air putih di depannya.


Tak lama ayahnya mendatanginya. Ayahnya kini mengurus perusahaan utama, sedangkan dirinya mengurus perusahaan cabang.


"Malam ini kamu tidak sibukkan.? " tanya ayahnya.


"Hmm..! "


"Nanti malam ayah mau kenalin kamu sama rekan ayah..! "


"Rekan atau rekan..? " tanya devano curiga.


"Ayah mau kenalin kamu ke anak gadis teman ayah itu..! " jawab sarah yang tiba tiba ada di belakang tubuh devano.


"Tidak, vano nggak mau..! " tolak nya langsung dan hendak beranjak dari sana.


"Dev..! " panggil ayahnya membuat langkah devano terhenti.


"Dengarkan ayah untuk pertama dan terakhir kalinya. Setelah kamu melihatnya, kamu boleh memutuskannya...! " ucap ayahnya yang kemudian pergi dari sana.


"Jika kamu menolak karena kamu tidak menginginkannya, setidaknya pikirkan clarabell. Dia masih kecil, dan membutuhkan kasih sayang seorang ibu..! " ucap ibunya yang ikut pergi, meninggalkan devano seorang diri.


FLASHBACK OFF


Devano tersenyum sambil terus menatap Naura yang begitu panik.


Sepertinya keputusan ku kali ini tidak salah. ucap devano dalam hati.


"Pembohong bagaimana nau..? Bukankah sudah jelas, kalau nak Devano ini punya niatan baik padamu..? " ucap Randi.

__ADS_1


"Pah..! Dia itu sudah punya istri dan juga anak..! Masak kalian mau Naura nikah sama suami orang..? Nggak nggak...! Naura nggak mau..!" jelas Naura yang sontak membuat semua orang tertawa.


"Kenapa kalian ketawa..? Kalian nggak percaya sama Naura..? " tanya Naura yang bingung dengan reaksi orang orang setelah mendengar perkataannya tadi.


"Nak..! Jadi ini alasan kamu begitu marah saat keluar dari ruangan devano kemarin..? " tanya sarah.


"Jadi kamu baru saja bertemu dengan nak devano..? Baguslah kalau gitu..! " ucap Winda membuat Naura semakin kesal.


"Bagus apanya ma..? Mama tetap mau nikahin Naura sama pria yang masih suami orang..? "


"Sayang..! Kamu itu salah paham..! " ucap Winda mencoba menjelaskan pada putrinya itu.


"Salah paham gimana..? "


"Aku duda..! " ucap devano cepat, yang seketika membuat Naura melongo tak percaya.


Duda..? gumam Naura dalam hati, yang seolah ingin teriak sekeras mungkin. Ia yang masih menunggu hari kelulusan akan dinikahkan dengan seorang duda dan memiliki seorang anak..?


"Apa kamu benar benar akan menikahi putri kami nak..? " tanya Randi.


"Iya om. Bahkan inilah yang sudah lama saya tunggu tunggu..! " ucap devano dengan senyumnya membuat semua orang tua merasa senang.


Berbanding terbalik dengan Naura yang masih dalam lamunannya tanpa mendengar dengan apa yang mereka bicarakan.


Keesokan harinya. Naura duduk di cafe dara dengan ke empat temannya yang memandang aneh ke arahnya.


"Hiks..! hiks..! "


"Hei..! Kenapa kamu malah nangis..? " tanya dara panik.


"Aku benar benar sial..! Hiks..! Tuhan benar benar sedang mempermainkan ku.. ! " ucap Naura dengan tangisan nya.


"Maksudnya..? " tanya sandra.


"Semalam mama dan papa menjodohkan ku..! " jawab nya.


"Hanya itu..? Kenapa kamu nangis..? Kan gampang, tinggal kamu bikin pria itu menolaknya..! " kata aulia.


"Tidak semudah itu. Semuanya sudah selesai di diskusikan, dan setelah hari kelulusan kita aku akan menikah..? "


"Apa..? Itu berarti 1 bulan lagi..? " tanya lidya terkejut.


"Hiks..! Dan apa kalian tau, dengan siapa aku akan menikah..? "


Semua teman Naura hanya menggelengkan kepala mereka dan menanti kelanjutan dari perkataan Naura.


"Aku akan menikah, dengan pria sialan itu..! "


"Maksud kamu, pria yang mengambil ponselmu itu..? Dan juga memfitnah mu..? " tebak dara. Dan dibalas anggukan oleh Naura.

__ADS_1


"Tapi bukankah dia punya istri dan anak..? " tanya aulia.


"Dia duda..! " jawab Naura singkat namun berdampak luar biasa pada teman temannya.


"APA..? DUDA..? " teriak mereka.


"Hiks..! Nasib ku benar benar sial..! "


Sedangkan ke empat temannya terdiam sambil menatap ke arah pintu masuk. Membuat Naura mengikuti arah pandang sahabatnya itu.


"Ha..? Bagaimana dia bisa ada disini..? " tanya Naura pada dirinya sendiri. Dan kini ia bergegas bersembunyi dibelakang teman temannya.


"Emh..! Permisi..? Apa kalian mengenal Naura safitri..? " tanya devano pada ke empat gadis yang malah mematung sambil menatapnya.


Devano melambaikan tangannya di depan wajah ke empat gadis itu dengan bingung. Den entah kenapa ke empat gadis itu bergeser dan kini memperlihatkan Naura yang masih berusaha sembunyi.


Devano yang melihat keberadaan Naura hanya tersenyum. Dan segera berjalan menuju ke Naura.


"Ikut denganku..! " ucapnya sambil menarik lengan naura, membuat Naura mau tidak mau mengikuti devano.


"Terima kasih semua..! " ucap devano pada teman teman Naura, sedangkan Naura menatap kesal pada teman nya itu.


Kalian benar benar tega. gumam Naura dalam hati.


"Sama sama..! " jawab ke empat nya.


"Ganteng banget..! " ucap sandra.


"Iya..! Sungguh Naura yang beruntung..! " ucap lidya.


"Jika aku yang ada di posisi Naura. Aku akan selalu menempel padanya. " kini giliran dara yang berpendapat.


"Ya aku juga..! " sambung aulia.


Naura berjalan mengikuti devano dengan kesal. Ia melepaskan paksa pegangan devano pada tangannya.


"Aku tidak mau ikut denganmu..! " tolak Naura.


"Kamu harus ikut..! Kita akan cari gaun pengantin untuk mu..! " ucap devano.


"Kamu cari aja sendiri..! Kamu kan yang setuju dengan pernikahan ini, sedangkan aku tidak..! " ucap Naura yang hendak pergi dari sana.


"Baiklah..! Tapi jangan pernah menyesal jika kau akan mendapatkan masalah dengan mama dan papamu..! "


"Kamu mengancamku.? "


"Menurutmu..? "


Naura tak habis pikir, bagaimana bisa ia mempunyai calon suami semenyebalkan ini. Lalu bagaimana ia akan hidup seumur hidup dengan nya..? Bisa bisa ia terkena serangan darah tinggi terus.

__ADS_1


__ADS_2