Duda Keren Itu Suamiku

Duda Keren Itu Suamiku
Hari pernikahan


__ADS_3

Naura berjalan pelan menuju ke kursi yang sudah di siapkan untuk nya. Disana sudah ada devano dan juga papanya, membuat Naura semakin sedih.


Bukannya ia tidak menyukai pria itu. Ia suka dan senang. Siapa wanita yang tidak suka pada pria tampan, berwibawa, dan juga kaya. Hanya saja, naura belum siap untuk melepas masa remajanya untuk menjadi seorang ibu rumah tangga.


Kini naura duduk di samping devano dengan papanya yang ada di depan devano.


"Baiklah, karena mempelai wanita sudah ada di sini sebaiknya kita mulai akad nya. Nak devano sudah siap..? " tanya penghulu pada devano.


"Sudah..! " jawab devano tegas.


"Nak naura sudah siap..? " tanya penghulu itu pada naura.


Sejenak naura terdiam, ingin rasanya ia berteriak dan mengatakan bahwasannya ia belum siap untuk menikah. Namun apa daya, ia tidak ingin papa dan mamanya menanggung malu.


"Aku siap..! " jawab naura lirih namun masih bisa di dengar penghulu itu.


"Baiklah, silahkan dimulai...! "


"Bismillah, saudara devano ari Wijaya bin adi Wijaya. Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya, naura safitri binti Randi pratama. Dengan mas kawin emas 50 gram, uang 18 miliar dibayar tunai...! " ucap Randi dengan menjabat tangan devano.


"Saya terima nikahnya naura safitri binti Randi pratama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..! " ucap devano dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi..? " tanya penghulu pada para saksi pernikahan devano dan naura.


"Sah....!! " ucap mereka serentak.


Dengan enggan naura menyodorkan jarinya untuk dipakaikan cincin oleh devano. Dan begitu sebaliknya. Dan saat sesi mencium tangan devano, naura dengan malas mencium tangan devano. Namun berbanding terbalik dengan devano, yang mencium kening naura dengan lembut.


Setelah akad selesai, kini naura dan devano masih harus melakukan acara resepsi. Dimana mereka harus berfoto dan juga bersalaman dengan para tamu.


"Naura..! " ucap seorang pria dihadapan naura dengan wajah sedihnya.


"Rifky..? " gumam naura.


"Selamat, aku ikut senang dengan pernikahan mu. Semoga kamu bahagia selalu..! " ucap rifky dengan menatap naura begitu dalam dan sedih.


"Terima kasih..! "


"Jangan pernah mengira aku akan ikhlas begitu saja, naura menikah denganmu..! Karena sampai kapan pun, aku akan terus mengawasimu. Jika sampai kamu berani membuatnya menangis, aku tidak akan segan segan mengambilnya darimu..! " ancam rifky pelan di telinga devano. Saat ia menjabat tangan devano.


"Tenang saja..! Kamu tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mengambil naura dariku..! " ucap devano dingin dan ia menatap tajam rifky.


Sedangkan naura tidak mendengar perang dingin antara devano dengan rifky, karena ia sibuk berfoto ria bersama teman temannya.


"Naura..! " panggil dara.


"Hmm..? "

__ADS_1


"Nanti, kamu jangan lupain kita kita ya..! " ucap dara dengan mata yang mulai memerah.


"Ya nggak akan lah..! Mana mungkin aku bisa melupakan kalian..! Lagian aku ini menikah bukannya mati, jadi kalian jangan sedih gini dong. Dan juga, yang seharusnya sedih itu aku bukannya kalian...! " ucap naura.


"Kok gitu..? " tanya sandra.


"Karena aku menikah dihari yang nggak tepat..! "


"Emangnya kamu lagi mens..? " tanya sandra semakin membuat ke empat temannya menepuk jidat mereka, merasa kesal pada teman mereka satu ini.


"Nona sandra yang cantik. Dengar ini baik baik dan pahami ya. Aku menikah karena terpaksa, dan juga aku belum siap dengan semua ini. Makannya aku bilang kalau aku menikah di hari yang tidak tepat...! " jelas naura kesal.


"Ooo... Bilang yang jelas dong..! Kan kalau gini aku paham..! " ucap sandra dengan santainya.


"Bener bener nih orang..! Pengen rasanya aku paketin terus kirim ke planet mars..! " ucap aulia yang ikut kesal dengan sandra.


"Emang tukang paketnya mau nganterin sampai ke sana..? Lagian biayanya juga pasti mahal banget, kan pakai roket..! " jawab sandra.


"SANDRA....! " ucap ke empat gadis itu membuat sandra seketika menutup telinganya dan mereka pun tertawa.


Dilain tempat.


Devano mengobrol dengan rekan bisnisnya sekaligus teman temannya. Mereka masih tidak percaya jika teman mereka itu menikahi seorang gadis muda yang baru lulus sekolah.


"Bener bener kamu emang top van..! " ucap raka, sahabat devano sedari kecil dan kini menjadi rekan bisnisnya.


"Kamu yang seorang duda dengan seorang putri kecil bisa menikahi seorang gadis muda, cantik, yang baru saja lulus SMA....! " jelasnya lagi.


"Kenapa..? Kamu iri..? Aku bisa bantu jelasin ke mita..! " ujar devano membuat raka melotot menatap devano.


"Teman apaan kamu sich..? Kamu mau teman kamu yang paling ganteng ini jadi duda..? "


"Nggak sich. Kasihan kalau kamu jadi duda, bisa bisa nggak laku...! " ejek devano.


"Sialan..! " Dan mereka berdua pun tertawa bersama.


Sedangkan para orang tua sedang berbincang begitu juga dengan mita dan putranya ikut bergabung dengan mereka.


"Opa..! Eyang..! Clara mau ikut kak naura..! " ucap Clara yang memang sedari tadi ingin bersama dengan naura namun selalu dilarang neneknya.


"Iya..! " jawab adi pada cucu kecilnya itu.


"Clara..! Aku ikut ya..! " ucap anak laki laki yang seumuran dengan Clara.


Dan setelah mendapat ijin, Clara dan teman laki lakinya itu pergi menghampiri naura yang masih berbincang dengan teman temannya.


"Kak naura..! " panggilnya.

__ADS_1


Sedangkan naura yang mendengar panggilan itu segera menoleh, dan disana ia melihat gadis kecil dengan balutan gaun merah muda yang begitu cantik. Dan seorang anak laki laki disampingnya, yang menggunakan kemeja putih lengkap dengan jas hitam membuatnya terlihat keren.


"Clara..! " ucap naura yang langsung jongkok untuk menyamakan tingginya dengan Clara.


"Dia siapa nau..? " tanya lidya.


"Dia clarabell, putrinya devano..! " jelas naura.


"Wah..! Cantik banget..! Usia kamu berapa cantik..? " tanya dara.


"Lima tahun..! " jawab Clara dengan senyuman manisnya.


"Oh ya, siapa anak laki-laki disampingmu ini..? " tanya naura.


"Oh, kenalin ini rafael. Dia anaknya om raka dan tante mita, dan juga teman sekolahku..! " ucap Clara memperkenalkan temannya.


"Halo rafael.. ! " sapa naura.


"Halo..! "


"Oh ya kak nau..! "


"Kok kak..? Panggilnya berubah dong, kan kak naura udah jadi ibunya Clara..! " ucap aulia.


"Emh. Terus Clara manggilnya apa..? " tanya Clara bingung.


"Kamu panggil kak naura dengan panggilan bunda aja ya..! " ucap naura dengan senyumnya membuat Clara langsung mengangguk mengerti.


"Oh ya bunda..! Apa setelah ini, bunda akan tinggal sama Clara..? " tanya gadis kecil itu.


"Iya..! Apa kamu senang..? "


"Senang banget..! Jadi nanti Clara nggak akan kesepian lagi deh..! " ucap Clara begitu senang.


"Clara, aku ingin ke papa ku..! " ucap rafael.


"Aku ikut, bunda mau ikut..? " tawar Clara dengan wajah berharapnya.


"Emh guys aku tinggal dulu nggak papa ya..! " ucap naura pada teman temannya.


"Iya nggak papa, kita juga mau ambil makanan kok..! " ucap dara.


Dan kini naura dan dua anak itu berjalan menuju devano yang masih berbincang dengan raka.


Karena tarikan Clara yang cukup semangat, membuat naura oleng dan jatuh ke arah devano. Membuat devano yang terkejut, segera meraih naura ke dalam pelukannya.


"Cantik..! " satu kata keluar dengan sendirinya, dari mulut devano tanpa bisa ia kontrol.

__ADS_1


__ADS_2