
Devano kini sedang rapat dengan semua koleganya untuk membahas produk mereka. Dengan wajah super datar milik devano membuat para karyawan nya merasa begitu gugup untuk memberi ulasan.
"Lalu bagaimana dengan model untuk produk kosmetik kita...? " tanya raka.
"Bagaimana dengan nona liandra..? Saat ini dia sedang naik daun, jadi pasti sangat menguntungkan bagi kita..! " ucap salah satu kolega devano.
Saat raka hendak menolak hal itu, devano lebih dulu menyetujuinya dan sukses membuat raka menatapnya tak percaya.
"Van..! Aku tidak setuju jika model produk kita adalah liandra..! Bagaimana bisa kamu setuju dengan semua kolega itu..? " ucap raka diruangan devano, setelah mereka menyelesaikan rapat mereka.
"Dengar raka, aku tidak pernah ingin memasukkan masalah pribadi ku kedalam masalah perusahaan. Tenang saja, liandra tidak pernah tahu jika perusahaan ini milikku. Jadi aku butuh bantuanmu..! " ujar devano yang langsung disetujui raka.
Ditempat lain.
Naura yang melihat jika jam menunjukkan waktu clara sudah akan pulang, ia segera ijin kepada dara untuk menjemput anaknya itu.
Beberapa saat kemudian ia pun sampai di depan sekolah clara. Tak lama setelahnya terlihat clara yang keluar bersama kevin.
Tiba tiba ada anak yang dengan sengaja menabrak clara hingga terjatuh. Naura yang melihat itu segera berlari menghampiri clara.
"Minta maaflah..! " ucap naura pada gadis kecil yang tadi sengaja menabrak clara.
"Tidak mau..!" ucapnya yang langsung pergi mengadu pada ibunya.
"Tante..! Dia lah anak yang suka membuli dan mengatai clara anak pembawa sial..! " ucap kevin.
"Clara nggak papa kan..? " tanya naura khawatir yang dibalas gelengan oleh clara.
Tak lama setelahnya, datanglah seorang ibu yang menatap dingin naura sembari menggandeng putrinya.
"Apa yang kau lakukan pada anakku..? " tanya wanita itu.
"Aku tidak melakukan apapun, dan sebaliknya anak ibu telah mendorong anak saya sampai jatuh..! " ucap naura tanpa rasa takut membela clara.
"Yang ku tahu, clara tidak memiliki ibu. Kakak ini pasti berbohong ma..! " ucap gadis kecil itu.
"Aku adalah bundanya clara, jadi lebih baik ibu segera mengajarkan anak ibu untuk bisa minta maaf pada putri saya..! "
"Kalau aku tidak mau..? "
"Aku tidak akan segan segan membawa masalah ini ke kepala sekolah..! " ancam naura.
"Oh ya, kamu jangan khawatir karena disini juga tersedia cctv jadi semua hal yang anak kamu lakukan pada anak saya akan terlihat jelas..! " sambung naura lagi.
"Cih..! Laura.. minta maaf sekarang..! " ucap wanita itu terpaksa memerintahkan anaknya untuk minta maaf.
"Tapi ma..! "
__ADS_1
"Laura..! " tegasnya lagi.
"Clara maafkan aku..! " ucap gadis itu yang kemudian pergi lebih dulu menuju ke dalam mobilnya.
Dan segera diikuti oleh ibunya, membuat naura merasa puas. Setelah melihat mereka pergi, naura kembali melihat keadaan clara yang kakinya berdarah.
"Kakimu berdarah, bunda akan ambilkan p3k dulu dimobil ya..! "
Dengan cekatan naura mengobati luka dikaki clara. Dan seketika clara memeluknya dengan erat.
"Makasih ya bunda..! " ujarnya.
"Iya sayang..! Ingat, kalau kamu ada masalah, atau ada lagi orang yang berani membulimu. Kamu harus katakan semuanya pada bunda. Karena bunda akan buat mereka semua menyesal dan tidak melakukan hal itu lagi.! " ucap naura yang semakin membuat clara menyayanginya.
"Emh tante, clara. Aku pulang dulu ya, soalnya aku udah dijemput..! " ucap kevin sembari menunjuk sebuah mobil dengan seorang sopir yang sudah menunggunya.
"Iya, hati hati dijalan..! " ucap naura.
"Daaaa vin...! " ucap clara sembari melambaikan tangannya.
Dilain tempat.
Devano mendapat kabar dari sopir pribadi yang ia tugaskan untuk naura, bahwasanya clara baru saja terkena buli oleh teman sekolahnya.
Awalnya ia khawatir, namun saat sopirnya mengatakan bahwa bahwa naura menangani hal itu dengan berani sampai anak yang membuli clara meminta maaf, devano seketika merasa lega.
Tok.. tok... tok
"Masuk..! " ucap devano.
Dan terlihat kini seorang wanita dengan pakaian seksi berjalan mendekat ke arah devano.
"Aku tidak menyangka kamu akan memilih ku..! " ujarnya sembari duduk disofa yang ada di ruangan devano.
"Siapa yang bilang aku memilih mu..? " ucap devano dingin.
"Udah deh, kamu jujur aja kalau kamu masih berharap kembali denganku kan..? " ucap liandra dengan percaya dirinya.
"Lebih baik kamu segera pergi dari sini, lagipula untuk mengurus pekerjaan mu bukan disini...! " usir devano.
Dengan kesal liandra pun pergi dari ruangan devano. Meninggalkan devano yang masih tidak perduli dengan kepergiannya.
Dilain tempat.
Naura terpaksa mengajak clara ke kafe dara untuk melanjutkan pekerjaan nya. Karena ia tidak tega jika harus meninggalkan clara dirumah sendiri bersama para pembantu dirumah.
"Dar, maaf ya. Aku harus membawa clara bersamaku, soalnya aku nggak tega ninggalin clara sendirian dirumah...! " ucap naura.
__ADS_1
"Nggak papa, santai aja. Hay cantik, selama bundamu bekerja, kamu nunggu diruang kerja aja ya..! Disana juga ada tv, jadi kamu bisa menonton TV sembari menunggu bundamu selesai..! " ucap dara.
"Baik..! " ucap clara dengan baiknya langsung mengikuti ucapan dara.
Setelah memberikan makanan untuk clara, naura kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Beberapa saat kemudian, datanglah seorang wanita dengan jaket hitam dan topi, masuk kedalam kafe. Dan saat dara akan melayananinya, wanita itu menolak dan meminta untuk naura yang melayaninya.
"Naura berhati hatilah..! Aku curiga kalau wanita itu memiliki niat buruk, karena dia tadi bersikeras agar kamu yang melayaninya.. ! " ucap dara.
"Baiklah..! " ucap naura yang kemudian berjalan mendekati wanita misterius itu.
"Anda ingin memesan apa..? " tanya naura seramah mungkin.
"Aku mau orange juice, strawberry cake dengan gula rendah.. ! " ucapnya.
"Baiklah mohon ditunggu sebentar..! " ucap naura yang kemudian segera membuatkan pesanan untuk wanita itu.
Beberapa saat kemudian, naura kembali dengan sebuah nampan ditangannya. Ia pun menaruh makanan itu perlahan di meja wanita itu.
"Tetap disini..! " ucap wanita itu, sesaat sebelum naura pergi dari hadapannya.
Dan dengan terpaksa, naura pun tetap berdiri disana. Beberapa saat kemudian, saat wanita itu memakan kue pesanannya. Seketika ia langsung memutahkannya dan melempar kue itu pada naura.
"Bukankah aku sudah mengatakan jika tadi aku memesan kue dengan rendah gula..? Kamu mau aku gemuk ha..? " teriak wanita itu memaki naura.
"Maaf ya mbak.. ! Kalau takaran gula kami tidak sesuai keinginan anda, lebih baik anda pulang dan buat sendiri..! " ucap naura tak terima.
"Berani sekali kamu..? " ucap wanita itu dan kini melayangkan tamparan untuk naura.
Namun bukan naura namanya jika ia tidak bisa menghindar. Naura dengan gesit menangkap tangan wanita itu dan menghempaskan nya dengan keras.
"Kenapa aku harus takut..? Karena aku memang tidak salah..! " ucap naura.
"Ada apa ini..? " tanya dara.
"Aku mau pelayan ini dipecat sekarang juga..! " ucap wanita itu.
"Maaf mbak, tapi kesalahan apa yang sahabat saya buat..? " tanya dara.
"Dia memberiku kue yang begitu manis, padahal aku sudah memesan kue rendah gula..! "
"Maaf mbak, tapi takaran gula pada kue yang kami jual memang sudah diatur..! " ucap dara.
"Kalau pelayan ini tidak dipecat. Aku akan membuat citra buruk kafe ini ke publik..! " ancam wanita itu.
Dan kini naura merasa begitu kesal dan dilema, ia tidak ingin kafe sahabatnya itu mendapat masalah karenanya. Namun ia juga tidak mau pekerjaannya itu hilang.
__ADS_1