
Tian dan Rara tertidur dikamar. .waktu sudah sore. .Rara tiba tiba terbangun dan merasakan tangan Tian melingkar diperutnya. .Rara mencoba memindahkan tangan Tian dengan sangat hati hati
"Biar begini sayang. .kamu mau kemana?"
"Aku mau pipis dulu Abang"
"yauda lekas kembali kesini aku masih pengen peluk kamu. ."
Rara turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. .selesai urusan kamar mandi dia kembali duduk di ranjang kamar. .
"Abang bangun deh. .udah sore ni"
"Iya iya. .kita solat dl aja ya"
Tian dan Rara solat berjamaah
setelah selesai berdoa Rara pamit untuk turun ke bawah melihat Dinda. .
"Abang, aku liat Dinda dulu ya ke bawah. .Abang mau dimasakin apa buat makan malam nanti?"
"apa aja deh yang penting makannya sama kamu"
"yauda nanti aku masakin ya"
"tunggu sayang. ."
__ADS_1
"kenapa bang?"
"cium lah dulu. ." ucap Tian sambil manyun kan bibirnya , rara pun mendekati suaminya dan Tian menciumi wajah istrinya itu tanpa tertinggal satu centi pun
"Ibu. .dinda masih bobok?" tanya rara pada Bu fatima
"Iya masih bobok. .kalian gak tidur?"
"tadi nonton tv malah ketiduran Bu. .ibu kenapa gak istirahat?"
"ibu gak pernah tidur siang nak. .pusing kalau tidur siang tu"
"oh iya?kenapa begitu Bu?"
"gak terbiasa mungkin ya?oh iya nak. .kapan nanti kalau weekend kan kamu libur ya kerjanya?ibu boleh nitip Dinda?ibu kangen sama almh ayahmu. .ibu pengen ziarah kesana barang dua hari saja nanti ibu nginap di rumah budhe. .bisa gak?"
"ibu takut ngrepotin Tian"
"ibu gak boleh begitu, nanti Rara yg bilang sama mas Tian aja ya?ibu tenang aja nanti Rara yg bilang pengen ziarah ke makam ayah. .terus makam mamanya Dinda dimana Bu?"
"Ada di deket ayah juga nak. .karna mamanya Dinda anak yatim piatu yg tidak tau dimana keluarganya. .jadi ya sudah saat itu kita berfikir supaya kami lebih enak ziarah nya karna ayah pun di makamkan di makam keluarga"
"Ah begitu. .baik ibu tenang aja nanti Rara yg bilang sama mas Tian ya Bu kita kesana bareng bareng skalian kita ke rumah budhe. .kan Rara juga pengen kenal sama saudara mas Tian"
"Iya sayang. .trimakasih nak. .ibu lega. .tadinya ibu takut mau ngomong takut Rara gak bisa ditinggal ibu. .ibu kangen sekali sama ayah"
__ADS_1
"Ibu . . sekarang Rara kan juga anak ibu. .Dinda juga anak Rara. .ibu jangan sungkan sama Rara ya. ."
"trimakasih sayang" Bu fatima memeluk Rara dan mengusap punggung menantunya itu
Tian menuruni tangga melihat ibu dan istrinya sedang berpelukan
"Hai. .hayo kenapa ni pake pelukan pelukan"tanya Tian membuyarkan ibunya
"ah kamu nak. .gapapa dong kan meluk anak ibu sendiri"
"ah iya ya. .Dinda belum bangun Bu?"
"Coba tengok lah kamarnya, barangkali sudah bangun"
"oke Tian lihat Dinda dl ya"
Tian berjalan menuju kamar Dinda dan membuka pintu. .ternyata Dinda belum juga bangun. .Tian pun menutup pintu kamar Dinda dengan sangat hati hati takut mengganggu Dinda
"Belum bangun Bu"
"Yauda biar saja kasihan"
"Abang mau kopi?aku bikinin kopi apa teh?"
"Kopi boleh sayang, jangan terlalu manis ya"
__ADS_1
"oke baiklah. ."