
Mobil Tian memasuki gerbang rumahnya, Dinda yang mendengar suara mobil ayahnya pun menyambut didepan pintu. .
"Ayah. ." sapa Dinda ketika Tian membuka pintu mobil dan turun dari mobil
"Halo sayang, cantiknya ayah"
dari pintu samping juga terlihat Rara turun dari mobil lalu menghampiri Dinda. .
"Assalamualaikum anak mama yang manis" Rara menggendong dan mencium pipi gembul Dinda
"Masuklah. .ayah angkat koper dulu"
Dinda masih digendong Rara masuk ke dalam rumah. .
"Assalamualaikum . ."sapa Rara ketika masuk rumah
"wa'alaikum salam...anak ibu dah pada pulang aja. .Dinda turun nak kasian mama capek. .Dinda kan gendut"
"gapapa Bu. .ibu lagi apa?"
"lagi duduk aja tadi nemenin Dinda mainan, terus dengar suara mobil ayahnya dia lari"
Tian masuk ke dalam rumah . .
"ibu. ."sapa Tian pada ibunya tak lupa mencium tangan ibunya
"iya nak. .kenapa buru buru pulang?"
"Rara kangen sama Dinda Bu" kata Tian
"Iya kangen banget sama sweetie ni"
"Tian bawa koper ke kamar dulu ya"
Tian naik ke lantai atas dan membawa kopernya. .
__ADS_1
"Dinda sudah makan?"tanya rara
"sudah mama, Dinda makan banyak tadi. .ya kan Oma?"
"oh ya??pinter Skali anak mama ni"
"Rara. .naiklah nak. .susul suami mu. .istirahatlah kalian pasti capek. .Dinda biar sama ibu"
"Dinda mau ikut mama ke kamar nak?" tanya rara
"Boleh kan ma?"
"ya boleh donk. .yauda yok kita ke atas ya. .ibu Rara permisi ke atas dulu ya"
"iya nak. .Dinda jangan gaduh mama dan ayah ya nak"
"Oke Oma" ucap Dinda begitu cerianya
Di kamar Tian,
Tian sedang menerima telfon begitu serius sekali. .setelah menyadari istrinya datang Tian langsung mematikan telfonnya
"Raja tadi kasih kabar ada masalah kecil di kantor cabang. .kalau sehari ini gak bisa diatasi terpaksa Abang sama raja yang turun tangan kesana"
"owh begitu. .semoga bisa ditangani ya bang"
"aamiin iya sayang"
Rara membawa Dinda duduk di ranjang tempat tidur. .Tian pun menyusul duduk bersandar pada ranjangnya. .
"anak ayah udah makan?" Tian bertanya pada Dinda
"sudah ayah. .Dinda makan sama Oma tadi"
ibu Fatima menyusul ke kamar Tian
__ADS_1
tok tok tok
"Tian. .nak maaf ibu boleh masuk?"
Tian bangkit dari duduknya dan membuka pintu
"masuklah Bu. .ayo sini"
Bu fatima "Dinda. .waktunya les sayang. .Miss Rissa sudah datang nunggu Dinda dibawah"
"Baiklah Oma, ayah mama Dinda les dulu ya. .mama istirahat aja habis les Dinda juga mau bobo siang. .iya kan Oma?"
"Iya sayang"
"Iya anak mama pinter. .nanti kita main main lagi ya"
Dinda dan Bu fatima turun
Rara dan Tian dikamar, nntn acara tv sambil tiduran berdua. .Tian aktif membelai rambut istrinya. .sesekali memandang wajah cantik istrinya lalu menciumnya.
"rasanya seperti mimpi sayang"
"kenapa bang?"
"ah enggak. .aku bahagia. .trimakasih mau menerima duda sepertiku ini"
"Abang. .trimakasih juga sudah memilihku menjadi mamanya Dinda yang cantik dan comel"
"Smoga kamu terus bahagia hidup bersama aku, ibu dan juga Dinda ya. .eh sama anak anak kita nanti"
"Aamiin sayang"
Rara memeluk suaminya. .membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. .Tian pun mencium kening istrinya dan mengusap punggung Rara dengan sangat lembut. .
"Aku mau anak 4 lagi ya sayang" kata Tian
__ADS_1
"Apa??" Rara kaget dan syok
namun Tian malah terkekeh geli melihat reaksi Rara. .