Duda Untuk Aurora

Duda Untuk Aurora
MINTA MAAF


__ADS_3

Tian duduk di sova kamar sambil memainkan hp nya. .


Rara keluar dari kamar mandi dan membungkus rambutnya dengan handuk karna habis keramas. .


Rara duduk di depan cermin, membuka penutup kepalanya dan mulai mengeringkan rambutnya. .Sesekali Rara melirik pada suaminya. .tapi Rara takut untuk menyapanya.


Tian berdiri dan menghampiri Rara. .memeluk Rara dari belakang, Rara kaget akan perlakuan Tian.


"Maafin Abang ya sayang" ucap Tian sambil mencium pundak istrinya


Rara masih blm bereaksi. .sungguh hatinya terlalu sakit menerima perlakuan dari suaminya kemarin. .tak terasa air matanya menetes. Rara menunduk menghindari kaca. .


"Maafin Abang kemarin bentak Rara, harusnya Abang gak sampai sebegitunya karna Dinda gak luka parah. ."


"Gapapa bang, Rara ngerti. maafin Rara juga yg gak pecus jagain Dinda"


Tian smakin mengeratkan pelukannya. .


"Jangan marah lagi ya"


"Rara gak marah bang, Rara cukup tau diri. tp Abang juga harus ngerti, walaupun Rara ibu sambungnya Dinda. .tp Rara selalu berusaha menjadi ibu yg baik untuk Dinda. .Rara gak mungkin sengaja menyakiti Dinda bang" suara Rara terisak dan berat. .


"Iya Abang percaya Rara ibu yg baik buat Dinda. ."


Tiba tiba Rara merasa mual. .rasanya ingin muntah. .


Rara beranjak dan lari ke kamar mandi yg ada di kamarnya. .

__ADS_1


Rara mengunci pintu kamar mandi, dan terdengar Rara muntah di dalam kamar mandi


"Sayang, buka pintunya. .Ra. .kamu kenapa"


akhirnya Rara membuka pintu dan terlihat wajahnya pucat dan terlihat lemas. .


"kenapa?apanya yang sakit Ra?"


"gak tau bang perutku mual sekali"


Tian memapah Rara menuju tempat tidurnya. .


"pelan pelan sayang, kita periksa ya"


"Gak usah bang, nanti juga enakan"


"Yauda kamu disini Abang bikin teh manis dl ya"


Tian memanggil manggil Rara, Bu Fatima yg penasaran pun masuk ke kamar Tian dan menunggu rata keluar dr kamar. .


"Rara mual mual Bu, muntah dari tadi"


"Jangan jangan Rara hamil nak?"


"Ah iya kah?"


"Coba bawa Rara periksa"

__ADS_1


Rara keluar dan wajahnya terlihat tambah pucat .


"Sayang kita periksa ya"


"Aku lemes banget Abang"


"yauda kita panggil dokter aja"


1 jam menunggu dokter datang dan memeriksa. .


budhe dan sodara sodara Bu Fatimah sudah berkumpul dan menemani Rara. .


"Ibu, maafin Rara jadi merepotkan"


"jangan fikirkan itu nak, Ibu hanya ingin kamu baik baik saja. .semoga kabar baiknya kamu hamil ya"


dan setelah diperiksa dan melihat hasil testpack menunjukkan bahwa Rara positif hamil. .Tian sangat bahagia, begitu juga Bu fat. .tapi Rara terlihat sedih. .


"Kenapa sayang?Jagain anak Abang dengan baik ya, kamu harus makan banyak supaya anak kita sehat"


"Aku takut bang"


"Semangat , ada Abang, ada ibu, ada Dinda"


Seminggu di kampung halaman Bu Fatima, mereka pulang ke kota karna Tian harus melanjutkan pekerjaannya.


Rara lebih sensitif dan sangat sangat manja. .tapi Bu Fatima sangat menjaga dan mengerti keadaan Rara.

__ADS_1


Semua keperluan Rara, dari makanan, vitamin, jus buah dan segala keperluan Rara selalu diperhatikan Bu Fatima. .


"Ibu, jadi begini rasanya punya ibu. .Rara gak pernah ngerasain kasih sayang ibu. .trimakasih ya Bu, sudah sesayang ini sama rara"


__ADS_2