
Rara selesai mandi. .memasak untuk makan malam. .walau hanya seorang diri namun Rara selalu menyempatkan membuat makanan untuk dirinya sendiri. .
dirumah Tian,
Dinda yang sudah terbangun menangis mencari Rara. .Omanya menenangkan namun Dinda minta ada Rara disampingnya.
lalu Tian datang,
"Hai. .kenapa anak ayah menangis?nanti cantiknya hilang loh"
"ayah. .Dinda mau Tante Rara ayah"sambil terisak dan memeluk ayahnya
"Dinda. .Tante Rara kan punya rumah. .boleh Dinda sayang Tante Rara. .tapi Tante Rara kan juga punya kehidupannya sendiri. .Dinda gak boleh egois harus selalu ada Tante Rara"
"ayah mau kan Tante Rara jadi mama Dinda?"kata Dinda sambil menatap ayahnya penuh harap
"Dinda dengar ayah nak. .kita gak tau Tante Rara punya suami apa enggak. .kita gak tau Tante Rara mau gak jadi mama Dinda. .ayah juga gak bisa maksa Tante Rara kan harus mau jadi mama Dinda?"
"ayah tau kan nomor hp nya Tante Rara?Dinda pengen telfon Tante Rara yah"
"ayah gak tau sayang"
"tapi ayah tau rumahnya kan?"
"iya ayah tau. .tadi ayah mengantar Tante Rara pulang. ."
"kapan kapan ayah mau kan anterin Dinda main kerumah Tante Rara?"
"iya tapi Dinda Janji. .Dinda gak boleh nangis nangis gini lagi kasian Oma nak"
"iya ayah. .maafin Dinda yah. .maafin dinda ya Oma?"
mereka berpelukan bertiga
"Yasudah Dinda sama Oma dulu ya, ayah mau mandi dulu"
dirumah Tian ada 2 asisten rumah tangga. .namun soal menjaga Dinda Omanya tidak mau berbagi dengan baby sitter. .jadi sejak bayi Dinda diasuh oleh Omanya sendiri
Seminggu berlalu,
__ADS_1
Tian dan Rara sibuk dengan dunianya sendiri. .
suatu sore, Tian melewati depan kantor Rara karna habis ada meeting di resto dekat kantor Rara. .mobil Tian menepi di pinggir jalan, Tian melihat Rara berdiri menunggu angkutan atau bis mungkin. .Tian membuka kaca mobilnya. .
"Rara. .ayo masuk sudah mendung sebentar lagi pasti hujan"
Rara yg tau itu Tian. .mendekati mobil Tian
"apa tidak merepotkan Abang?"
"tidak. .masuklah sebelum hujan turun"
Rara membuka pintu mobil dan duduk di kursi samping kemudi Tian
"Abang darimana kok lewat sini?"
"tadi ada meeting di resto prabu. .kebetulan lewat ini lihat kamu"
"iya nunggu angkot bang, tumben juga lama"
"mana mau ujan kan mendung gelap begini"
"emang kamu gak bisa nyetir?"
"gak bisa. .kan juga gak punya mobil bang. .hehe. .rumah juga masih nyicil tau"
"Yee curhat dia"
mereka tertawa bersama. .
"Dinda apa kabar bang?kangen sama anak lucu dan cantik itu"
"Dinda baik,sehat. .tau gak habis aku anterin kamu. .sampe rumah dia nangis sama Omanya nyariin kamu. .minta telfon lah minta diantar kerumah kamu lah"
"oh ya??ya ampun kasian. .bang boleh tanya gak?"
"tanyalah. ."
"emm . .Abang jangan marah ya?"
__ADS_1
"enggak Ra. ."
"emang mamanya Dinda kemana bang?"
Tian menoleh ke arah Rara dan tersenyum
"Ibunya Dinda meninggal karna pendarahan satu jam setelah Dinda lahir. .sejak Dinda bayi. .ibuku lah yang menjaga dan merawat Dinda. .jadi yaa. begitulah Dinda"
"Maaf ya bang. .kl aku tanya soal beginian. .trs sekarang Dinda sudah sekolah katanya"
"iya Dinda sekolah di Taman bangsa. .Omanya juga yang setiap hari mengantar dan menemani. .Ra boleh Abang tanya sesuatu?"
"boleh lah. ."
"Maaf sebelumnya. .apa kamu sudah menikah?"
"hahaha. .emang aku terlihat seperti sudah menikah bang?"
"ya gak tau Ra. .makanya Abang tanya"
"Belom ada yg cocok bang. .lagi pula mana ada laki laki yg mau menikahi perempuan yg masih punya tanggungan utang di bank?"
"utang di bank??emang kamu utang apa"
"Yee . . rumahku masih KPR bank. .tp setahun lagi selesai kok aku ambil 5 tahun aja"
"emm begitu. .kamu tinggal sendirian. .emang orang tua dimana?"
"ya begitulah. .orang tua ku dikampung bang. .sering Rara ajak ke sini nemenin Rara. .tapi mereka gak bisa ninggal rumah katanya"
"emang kamu gak ada sodara lagi?"
"aku anak satu satunya bang, dulu punya adik. .tapi umur 2 tahun Tuhan ambil karna sakit"
"Ra. .Abang boleh minta no hp kamu?"
"mana hp Abang?"
Tian menyodorkan hpnya pada Rara, Rara menyimpan nomer hp nya pada hp Tian. .lalu menyerahkan lagi pada Tian
__ADS_1
tak terasa sudah sampai rumah Rara. .Rara turun dan masuk ke dalam rumah, Tian pun melaju menuju rumahnya