
Tak berapa lama Rara datang membawa nampan
3 cangkir . . kopi untuk suaminya. .dua cangkir teh untuk dia dan ibunya
mereka ngobrol ngobrol santai sesekali dengan gurauan. .
Pintu kamar Dinda terbuka. .Dinda keluar dari kamar
"Mama. ."sapa Dinda
"eh anak mama sudah bangun. .sini sayang"
Dinda menghampiri mamanya dan duduk di pangkuannya
"Dinda mau mandi sama mama nak?"
"Apa mama gak capek?"
"ya enggak dong sayang"
"Oma. .boleh kan Dinda mandi sama mama?"
"boleh sayang"
"Yauda sebentar lagi Dinda mandi sama mama ya"
Tian mendekat pada Rara dan membisikan sesuatu
"habis mandiin Dinda. .Abang juga mau dimandiin kamu ya"
Rara menoleh Tian dengan wajah memerah karna malu. .namun Tian malah tersenyum puas. .
"ibu. .Rara mandiin Dinda dulu ya"
Dinda dan Rara menuju kamar Dinda . . Rara menyiapkan air hangat untuk anaknya . . lalu memandikan anak cantiknya dengan penuh kasih sayang. .selesai mandi dan mengganti pakaian. .Rara mendandani anaknya dengan kucir rambut yang lucu
__ADS_1
"Ayah. .aku cantik kan?"
"Cantik dong anak ayah. .sini sayang"
Dinda duduk dipangkuan ayahnya
"Dinda tadi les apa?"
"tadi Dinda belajar membaca ayah"
"pinternya anak ayah"
Rara sedang di dapur membuat menu makan malam. .
Bibi : "Nyonya, biar saya yang masak"
Rara : "saya aja Bi, bibi bisa bantuin cuci ikannya saja gak bi?"
bibi : "iya nyonya"
Bibi : "mana ada nonya, saya pembantu dirumah ini"
Rara : "Bibi jangan begitu. .saya risih dipanggil nyonya. .kl bibi gak mau panggil Rara yauda mbak Rara saja boleh ya Bi"
Bibi : "nanti tuan marah gimana?"
Rara : "tidak akan bibi sayang"
Bibi : "Yauda bibi ngikut. .bibi panggil mbak Rara saja ya"
Rara : "iya bibi iya"
setengah jam berlalu dan hidangan sudah selesai dan dihidangkan dimeja makan
Rara naik ke kamar untuk mandi. .Tian sedang duduk di sofa kamarnya membaca buku. terlihat lebih segar. .Tian sudah mandi lebih dulu. .
__ADS_1
"Sayang. .kemarilah"Tian memanggil Rara, dan Rara pun mendekat
"Kenapa bang?Abang butuh sesuatu?"
"Aku butuh kamu. ."Tian menarik istrinya hingga terduduk dipangkuan Tian
"Aduh. .Abang"
"Sayang. .ini kartu kamu pegang ya untuk keperluan kamu. .kamu boleh beli apa aja yg kamu mau. .PINnya tanggal pernikahan kita"
"Ini berlebihan sayang"
"Apanya yang berlebihan. ."
"yauda yauda. .aku mandi dulu ya bang"
"Iya sayang"
Rara beranjak dari duduk nya dipangkuan Tian, Dian pun menarik tangan Rara lebih dulu dan ******* bibir istrinya. .menuntut dan menarik tengkuk leher Rara. .tak lama Tian melepaskan ciumannya dan Rara berlari ke kamar mandi. Tian melihat istrinya begitu malah geli. .
Selesai mandi, Rara mendekati Tian lagi. .
"Abang. .boleh gak aku minta sesuatu?"
"Apa sayang?"
Rara menceritakan semua yg dia rencanakan sama ibunya tadi. .namun Tian dengan senang hati menerimanya .
"Baiklah sayang. .tapi gapapa kan kita nginepnya dirumah budhe?"
"Gapapa sayang, kan aku pengen kenal saudaramu juga. .trs ibu pasti kangen bgt sama keluarganya"
"Iya pasti ibu kangen. .makasih sayang. .maaf aku malah belum pernah kepikiran membawa ibu ke kampungnya. .jujur Abang juga kangen sama ayah. .tapi kmaren kmaren Abang LG sibuk dan lagi banyak proyek yg LG dikerjakan .
"Yauda gapapa bang, makasi Abang"
__ADS_1
"Iya nanti bilang sama ibu untuk mengabari budhe ya biar budhe juga gak kaget kita tiba tiba datang"