
Setelah memetik beberapa buah, Tian membawa mangga muda nya.
"Tunggu sini budhe ambil cobek buat bikin sambel rujak ya" kata budhe Tami
Bulek is dan Bu fatima mengupas mangga mudanya. .
"Ibu. .jangan banyak2 Rara punya asam lambung" kata Tian
"Iya ya. .yauda sambelnya juga jangan pedes pedes ya"
Beberapa saat mereka asik menikmati rujak di teras rumah siang itu. dan Budhe Tami juga bulek Is ijin pamit supaya mereka bisa istirahat. .
Rara dan Tian ke kamarnya, Bu Fatimah juga istirahat siang dikamar ya. .
Sore harinya,
beberapa anak kecil bermain di pelataran rumah budhe. .bersepeda dan bermain. Dinda turut serta bermain, dan masih dengan pengawasan Rara. .tapi ketika Dinda mencoba menaiki sepeda, Dinda terjatuh dan terluka. .Dinda menangis. .Tian yg mendengar tangisan anaknya pun berlari keluar. Dinda sudah ada di pelukan Rara. .
"Kenapa?" tanya Tian dengan wajah khawatir
"Dinda coba naik sepeda bang, trs jatuh" jawab Rara sambil masih menenangkan Dinda yg masih menangis
"Kamu gimana sih, jagain Dinda aja gak bisa sampe dia jatuh begitu" ucap Tian sedikit membentak Rara dan mengambil Dinda dari pangkuan Rara. .
Rara menahan tangisnya dan beranjak mengikuti Tian yg menggendong Dinda masuk ke dalam rumah. .
"ada apa nak?" tanya Bu fatima
"Jatuh Bu, naik sepeda" jawab Tian singkat sambil membersihkan luka di kaki Dinda yg tidak separah apapun
"sudah gapapa namanya juga anak kecil wajar dong jatuh" kata Bu Fat
"Kalo jagainnya bener juga gak bakal jatuh Bu" ucap Tian sambil melirik ke arah Rara
__ADS_1
Rara hanya terdiam dan menahan tangisnya. .
Bu Fat mengerti perasaan Rara
sore itu Dinda gak mau ditinggal sedetik pun dr papanya, sampai malam pun Dinda minta tidur ditemani papanya. Dinda tidur dikamar Bu Fat ditemani Bu Fat juga Tian, Rara berada dikamar Tian sendiri dalam tangisnya. .Baru kali ini Tian membentaknya dan menganggap Rara gagal menjaga Dinda. .
Setelah Dinda tidur, Tian keluar rumah dan duduk di teras. .Bu fat menyusul dan menasehati Tian. bahwa apa yg dilakukannya terlalu berlebihan hingga menyakiti hati Rara. toh Dinda juga tidak parah lukanya. ."Masuk ke kamar Nak, temui istrimu. .kasihan dia pasti sedih" . . Bu fat meninggalkan Tian, lalu Tian pun masuk ke kamar dan tak lupa menutup pintu depan. .
Setelah masuk ke kamar dan melihat Rara sudah tertidur dengan sisa air mata di pinggir hidungnya. .Tian merasa bersalah. Tian membelai rambut Rara, "maafin Abang ya Ra" hanya itu yg bisa terucap dari bibirnya. .
Keesokan paginya,
Rara menyiapkan sarapan bersama Bu Fat
Rara mencoba biasa saja seperti tidak ada masalah. .Rara ttp memikirkan Dinda juga suaminya.
"Rara sudah panasin air buat mandi Dinda Bu, tp Rara takut kalau Rara gak boleh mandiin Dinda lagi gara gara kemarin" ucap Rara sedih
"Gapapa Bu, Rara yg salah, Rara yg gak pecus jagain Dinda. .maafin Dinda ya Bu"
Tian yg mendengar percakapan istrinya dengan ibunya merasa menyesal sudah membentak Rara.
Tak lama Dinda pun menyusul Omanya juga bundanya ke dapur. .
"Bunda. .Dinda mau mandi sama bunda"
Rara sedikit menunduk mensejajarkan dirinya dengan Dinda
"Iya sayang, tp apa kakinya Dinda sudah sembuh?"
"sudah kok bunda, kaki Dinda gapapa cuma lecet sedikit"
"Pinter anak bunda, Dinda harus jadi anak yg kuat ya nak"
__ADS_1
"Bunda mau kan mandiin Dinda?"
Tian pun datang dan menghampiri mereka,
"Papa, Dinda boleh mandi sama bunda kan?"
Rara menunduk tak berani menatap Tian
"Boleh sayang"
"Yauda kita mandi sekarang ya nak, Dinda tunggu sini dl bunda angkat air panas buat mandi Dinda ya"
Rara membawa panci berisi air panas untuk mandi Dinda. .setelah airnya siap Rara membawa Dinda ke kamar mandi dan mulai memandikan Dinda. .ada rasa menyesal sampai Dinda bisa jatuh kemarin. .semua berputar sampai saat suaminya membentaknya. .Rara meneteskan air mata saat memandikan Dinda. .Dinda pun menyadarinya. .
"Bunda. .bunda kenapa menangis?"
"ah enggak sayang, bunda kena cipratan air mandi Dinda pasti ya"
"Enggak bunda nangis, maafin Dinda kalau Dinda salah ya bunda, Dinda sayang bunda, bunda jangan ninggalin Dinda ya"
"emm. .sudah bersih nih, harus anak bunda. .yok sudah mandinya . . Dinda ganti baju dulu ya"
Rara membawa Dinda dan memakaikan baju dan mendadandani secantik mungkin. .
"Dinda sama uti sama papa ya, Bunda mau mandi dulu, Ibu maaf Rara mandi dl ya"
"Iya nak, biar Dinda ibu suapin sarapannya sambil jalan kedepan"
Rara masuk ke kamar dan bersiap untuk mandi,
"Tian, temui istrimu. .minta maaflah" kata Bu Fat lada Tian
Dinda dan Bu Fat keluar dari rumah dan jalan jalan kedepan sambil disuap makan.
__ADS_1