Duda Untuk Aurora

Duda Untuk Aurora
Delapan


__ADS_3

Setelah sampai dirumah rara. .Tian langsung pamit untuk pulang kerumahnya. .


dirumah Tian,


Dinda sedang bermain dengan raja. .Oma juga menemani Dinda. .


Tian masuk ke rumah. .


"ayah. .ayah darimana kok om raja udah disini dari tadi"


"Ayah ada kerjaan diluar nak. .ayah ke atas ya mau mandi dulu"


"oke ayah"


Selesai mandi dan makan malam. .Dinda masuk ke kamarnya untuk siap siap tidur. .raja dan Tian sedang mengobrol menyiapkan pernikahan Tian. .


semua persiapan sudah sebagian ditangani raja hari ini tadi. .Tian bersyukur memiliki Raja yang bisa diandalkan dalam segala situasi


dua Minggu persiapan pernikahan, tibalah hari ini adalah hari pernikahan Tian dan juga Rara. .acara digelar sangat meriah di hotel berbintang milik Tian. .tamu undangan bukan orang orang sembarangan. .semua turut hadir menyaksikan dan memberikan selamat kepada Tian dan juga Rara. .ya mereka sah menjadi sepasang suami istri malam ini. .


Selesai acara. .


Tian membawa Rara ke kamar hotel yg sudah disiapkan untuk jadi kamar pengantin.


"Abang tolong lepasin kaitan gaun ini"pinta Rara


"baiklah. .berbalik Ra. ."lalu Tian melepas kaitannya dan menurunkan resleting gaun yg dipakai Rara


"Abang mandi dulu aja, aku mau bersihin make up dulu"


"baiklah Abang mandi ya"

__ADS_1


15 menit kemudian Tian keluar dari kamar mandi, dan barulah Rara bergantian masuk ke dalam kamar mandi. .


Setelah rileks dan selesai mandi. .Rara menyusul Tian yang sudah lebih dulu merebahkan tubuhnya di tempat tidur. .


Tian memeluk Rara yg berbaring disampingnya. .


"Hari ini kita resmi jadi suami istri" kata Tian


"iya bang. .Rara seneng menikah dengan Abang, semoga Abang pun begitu ya"


"Abang sangat bahagia sayang"


Tian mulai menciumi wajah Rara. .dan malam itu Tian menjebol gawang pertahanan Rara dengan sangat hati hati. .


Rara menarik tangan Tian dan diletakkan di perutnya Rara


"semoga lekas ada pengisi di rahimku ya bang"


"kenapa?Abang gak suka kalau Dinda punya adik?"


"bukan tidak suka sayang, Abang takut kalau kamu akan ninggalin Abang juga sama kayak mamanya Dinda"


"Abang gak boleh ngmng gitu. .semua itu takdir bang"


"iya Abang tau itu. .jadi gimana boleh nambah lagi?"


"nanti dulu ya bang. .sakit banget ini"


"hehe yasudah tidurlah. .abang tau kamu lelah"


"Abang juga harus istirahat, kita tidur bareng ya"

__ADS_1


setelah sekali pelepasan mereka terlelap. .karna kecapekan juga. .


keesokan harinya


Tian bangun lebih dulu. .setelah dari kamar mandi Tian membangunkan istrinya . .


"sayang. .Rara . .bangun. .hei. ."


Rara menggeliat . .


"pagi Abang. .suamiku"


Tian mencium kening Rara, dan Rara memeluk Tian. .


"hari ini kita pulang. .kamu gapapa kan ninggalin rumahmu?kita tinggal dirumah Abang ya?"


"tapi boleh kan sesekali kita kerumah ku bang?"


"nanti Abang Carikan asisten rumah tangga untuk tinggal disana supaya rumah ttp terjaga ada yg bersihin juga ya"


"iya Abang trimakasih"


"yauda mandi yok. .terus sarapan abis tu kita pulang"


"Abang mandi dulu gih. .ini bawahku sakit banget Abang"


"Abang gendong ya. ."


Tian menggendong Rara dan mereka mandi bersama tak lupa sebelum mandi Rara berendam di air hangat dl. .Tian taj kehabisan akal untuk mengerjai istrinya. .pagi ini Tian mengambil jatah lagi dari istrinya. .


Selesai berkemas,

__ADS_1


Tian dan Rara sarapan juga di hotel. .namun karna Rara masih merasakan sakit dan ngilu. .Tian meminta sarapannya diantar ke kamarnya. .dan setelah sarapan selesai mereka pulang kerumah. .


__ADS_2