Duda Untuk Aurora

Duda Untuk Aurora
Tujuh


__ADS_3

Malam ini masih dirumah sakit, Rara menyuapi Dinda makan malam. .sedangkan ibu makan dengan raja. .raja juga sudah menganggap Bu Fatimah ibunya sendiri. .begitupun sebaliknya. Tian duduk di brangkar menemani Dinda. .


"sweetie maem nya harus habis ya. .supaya lekas pulih terus bisa bobo dirumah sama Oma sama ayah"


"Nanti Dinda pulang mama mau kan tinggal sama Dinda dirumah Dinda?"


"Iya pasti tapi ayah harus siapin pernikahan ayah sama Tante Rara dulu nak. .kita gak bisa tinggal bareng kalau ayah sama Tante belum menikah. .Dinda sabar ya"


"iya ayah. ."


Makanan Dinda sudah habis. .Tian tau kalau Rara juga belum sempat makan malam. .


"masih ada makanan Ra. .kamu pasti belum makan juga kan?ayo makan sama aku"


Oma dan om raja pun bergantian menemani Dinda


"Om Raja. .dinda senang deh akhirnya Dinda mau punya mama yg cantik juga baik"


"ah iya kah??keren sekali ponakan om yg cantik ini"


"sayang, tanyain gih om raja sudah ada calon istri belum"tanya Bu Fatimah pada Dinda


"Ah ibu. .kalau aku nikah nanti siapa yang akan nemenin galaunya Tian. .kalau Tian dah nikah duluan baru nanti aku nikah. .ahahaha"


mereka tertawa bersama

__ADS_1


di sofa,


Tian dan Rara makan bersama


"besok bisa siapkan surat surat untuk pengajuan pernikahan kita Ra?nanti setelah Dinda pulang dari rumah sakit kita ke kampung orang tua kamu ya"


"Abang yakin mau menikah dengan aku?aku gak sepadan dengan Abang loh. .dan juga aku masih terikat kontrak kerja. .Abang kasih ijin Rara tetep kerja?"


"Iya boleh, tapi setelah kontrak mu nanti habis kamu mau kan dirumah saja. .aku yang akan tanggung jawab sama kehidupan kamu nantinya"


"Iya bang. .terimakasih sudah mengijinkan aku menyelesaikan kontrak kerjaku"


"trimakasih juga Ra sudah menerima duda seperti Abang ini. .trimakasih juga sudah sayang sama anak Abang"


3 hari berlalu


pagi itu dokter Dinda sudah mengijinkan Dinda untuk pulang. .dan setelah beberes dan mengurus administrasi rumah sakit, Tian membawa Dinda pulang kerumah. .siang itu rencana nya Tian akan mengajak Rara untuk menemui orang tuanya. .


Setelah mengantar Dinda dan ibunya pulang, Tian menuju kantor Rara. .menemui pimpinannya yg mana adalah rekan bisnis dari Tian untuk meminta ijin Rara bisa keluar kantor hari ini. .dengan senang hati bosnya mengijinkan Rara. .


mereka membelah jalanan menuju kampung orang tua rara. .2 jam perjalanan mereka sampai. .dan siang itu ayah dan ibunya ada dirumah. .ibunya sangat bahagia anak perempuannya datang. .


"Assalamualaikum ibu ayah"


"wa'alaikum salam anak ibu pulang kok tidak kasih kabar dulu nak?"

__ADS_1


"sengaja mau kasih kejutan ayah sama ibu"


"ayo masuk ke dalam"


"Ayah ibu, ini mas Tian. .mas Tian ini pengen ketemu ayah sama ibu"


"ayah ibu, saya Tian. .saya duda anak 1. .anak saya perempuan 6th. .maksud kedatangan saya kesini mau meminta ijin untuk melamar anak ayah untuk menjadi istri saya, semoga ayah dan ibu mau menerima saya"


"Alhamdulillah. .kalau ayah bagaimana baiknya saja nak. .dan juga pasti kalian sudah saling lebih mengenal. .tapi orang tuanya Rara hanya seperti ini orang kampung nak Tian. .apa nak Tian tidak malu?"


"Kenapa harus malu ayah. .saya sangat bersyukur bertemu Rara. .Rara sangat menyayangi anak saya dan anak saya juga sangat berharap Rara bisa jadi mamanya"


"maaf nak Tian, kalau ibu boleh tau dimana mama kandungnya?"


"Istri saya dulu meninggal satu jam setelah melahirkan anak kami Bu"


"Innalilahi. .maaf ya nak Tian. .ibu gak bermaksud membuka kesedihan nak Tian. ."


"tidak masalah ibu. .memang seharusnya kita saling terbuka kan?"


"Kalau ayah bagaimana Rara saja. .orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik nak. .ayah ya hanya seperti ini gak bisa ngasih harta apa apa buat anak. ."


"Ayah sangat beruntung memiliki anak perempuan sebaik Rara"


setelah ngobrol mengungkapkan maksud kedatangannya dan menikmati masakan ibu mereka pamit untuk pulang ke kota. .karna mengingat Dinda pasti nyariin ayahnya

__ADS_1


__ADS_2