
Tiba waktu weekend dimana Tian berjanji akan mengajak Bu fatima untuk datang ke rumah saudaranya dan untuk berziarah ke makam ayahnya juga istrinya terdahulu.
"Bibi. .apa semua koper sudah dimasukkan dalam mobil?" tanya rara pada bibi
"Sudah mba , semua sudah masuk mobil"
"Beneran nih bibi gak mau ikut kita?"
"Bibi jaga rumah saja mba sama Marni sama mang Ujang"
"Yauda kita semua jalan dulu ya Bi. ."
"iya mba jangan lupa kasih kabar kita kalau semua sudah sampe rumah budhe ya"
"Iya bibi. .siap"
Tian,Bu fatima,dan Dinda sudah menunggu di mobil. .Rara lalu menyusul dan mereka mulai meninggalkan rumah. .
Perjalanan 2 jam dan sampailah mereka di kampung halaman Bu Fatima. .
Mobil Tian terparkir di halaman rumah yang luas. .karna suasana pedesaan dan sangat asri. .para saudara menyambut dengan bahagia kedatangan mereka apalagi dengan datangnya Dinda si gadis cantik yang pintar itu. .
Setelah saling sapa mereka masuk ke dalam rumah. .Bu Fatima punya rumah di kampung halamannya. .selama ini rumahnya ditinggal ke kota karna harus mengurus cucunya. .dan rumah di kampung diurus sama kakaknya, ya dia adalah budhe Tami .dan terlihat sangat terawat.
"Kalian pasti capek. .Budhe sudah masak untuk kalian ayo kita makan dulu" ajak budhe Tami
"Budhe. maaf kami merepotkan" kata Tian
__ADS_1
"Budhe senang kalian datang, oh iya ini kah istrimu nak?"
"Iya budhe, namanya Rara"
Rara Salim dan mencium tangan budhenya
"Cantik ya. .semoga bahagia selalu ya nak"
"Aamiin trimakasih budhe" jawab Tian dan Rara bersamaan
"Yauda ayo makan dulu"
dan mereka pun makan siang bersama. .baru menikmati makan, adik Bu Fatima bulek Iis pun datang menyambut kedatangan kakaknya dan keponakannya
"Assalamualaikum. .mba Fat. .Tian. .maaf bulek baru pulang dari pasar. .ya Allah cucu nenek dah besar ya dinda sayang"
"Iya bulek sudah makan le tadi. .ini Rara istri kamu?"
"iya bulek, cantik kan?"
"cantik banget. .kenalin aku adiknya mba Fatima. . bulek nya Tian"
"Iya bulek" Rara senyum manis pada bulek nya
Setelah makan mereka ngobrol di teras rumah dengan lesehan dan bercerita cerita. .Dinda merasa ngantuk. .
"Bunda. .Dinda ngantuk"
__ADS_1
"Dinda mau bobo?yauda yok bunda temenin Dinda bobo ya. .maaf Rara pamit masuk dulu ya budhe, bulek, ibu. .mau nemenin Dinda bobo"
"Iya nak. .masuklah ikutlah istirahat"
Dinda dan Rara masuk ke kamar. .
ada dua kamar dirumah itu. .kamar utama biasa ditempati Tian dengan kamar mandi dalam dan kamar satu untuk Bu Fatima dan Dinda. .tapi kali ini Dinda minta bobo dikamar papanya.
Sepuluh menit berlalu Dinda sudah terlelap. .Rara pun keluar ikut bergabung dengan suaminya. .
saat datang Rara belum melihat pohon mangga depan rumah budhe yang berbuah begitu banyaknya. .Rara ..melihat mangga muda. .tapi budhe melihat gerak gerik Rara. .
"Ra. .pengen mangga muda?minta Tian ambilkan sana"kata budhe Tami
"eh. .i. .iya budhe. .hehe kok banyak banget ya ternyata. tadi pas Dateng belum liat pohonnya"
"Kamu mau yang?"tanya Tian
"Em . . boleh kan bang?"
"Boleh lah budhe juga nyuruh kan?"
"Nyidam nih pasti nih?" goda bulek Iis
"Haha. .doain saja ya bulek" jawab Tian
Tian pun beranjak dari duduknya dan mulai mengambil mangga mudanya. .pohonnya tidak terlalu tinggi dan karna buahnya yg lebat jadi mudah hanya digapai dengan tangan.
__ADS_1