Duda Untuk Aurora

Duda Untuk Aurora
BERTEMU MASA LALU


__ADS_3

7 Bulan sudah kehamilan Rara. .


Sore itu, sepulang Rara dan Tian dari cek kehamilan Rara. .Rara minta untuk mampir ke supermarket karna ada beberapa buah yang ingin dia beli. .Rara berjalan ke arah tempat buah segar, dan Tian mengikuti Rara sambil mendorong troli. tiba tiba ada seorang wanita cantik dan berpakaian sexy menyapa Tian. .Rara yg mendengar suara seorang wanita memanggil suaminya pun menoleh. .


wanita itu langsung memeluk Tian dan mencium pipi kanan kiri Tian. .Rara kaget dan sedikit syok. .tapi dia hanya diam. .


Tian mendorong wanita itu,


"Christin. .tolong jaga sikapmu. aku sudah punya istri dan ini istriku"


Tian menggandeng tangan Rara, dan Rara sedikit senyum pada Christin. .


"Oh jadi ini istrimu. .kenapa seleramu wanita seperti ini sih Tian?"


"Memangnya apa pedulimu?"


Tian lalu menggandeng tangan Rara dan meninggalkan troli yg masih kosong tadi.


sampai di parkiran,


"Sayang kita beli buahnya ditempat lain aja ya?"


"Kita pulang aja bang"


"tapi katanya kamu pengen beli buah?"

__ADS_1


"Gak jadi pengen bang"


tanpa bicara lagi Tian pun mulai menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumah. .sampai dirumah Rara langsung turun dan menuju taman belakang. .Tian mencari Rara dikamar, tapi tidak ada. .Tian ingat tempat favorit istrinya akhir akhir ini ya di taman belakang. .


Rara duduk di bangku panjang dekat kolam ikan. .dan Tian duduk disamping rara. .


"sayang, kamu marah sama Abang?"


"siapa yang gak marah suaminya dicium wanita lain didepan mata"


"emang Abang minta?"


"emang Abang gak bisa nolak?"


"Sudahlah sayang, jangan gini. .jangan marah2 ingat kata dokter. gak boleh stress kan?ingat tensi kamu naik loh"


Tian pun berdiri


"Jangan macem macem ya Ra, mau pergi kemana?kamu lagi hamil, anak di kandunganmu itu anakku"


Rara berhenti, dan masih berdiri membelakangi Tian


"Aku capek mas, Aku . . aku seperti orang bodoh yg gak tau apa apa, bahkan teman atau masa lalumu pun aku tak tau"


"Kamu itu kenapa, tadi itu Christin. .dia teman kuliahku dulu. .dr dulu dia suka sama aku, tapi aku gak pernah ada rasa apapun. sampai aku menikah dengan mamanya Dinda pun dia selalu menggangguku"

__ADS_1


"Kenapa gak dinikah saja?dari pada sama aku?dia cantik kok"


"Kalau aku mau, aku gak akan menikahi kamu Ra. .karna aku tau dia bukan wanita baik"


Rara meninggalkan Tian, dan menuju kamarnya. .sungguh Rara sangat capek. .


sampai kamar, Rara langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur. .


Tian menghampiri dan merebahkan dirinya disamping rara. .tian mengelus dan mencium perut rara yang sudah terlihat membuncit. .


seetiap kali Tian mengusapnya, tendangan halus dari dalam menyapanya. .


Rara merasa terganggu dan sedikit kaget. .dan akhirnya terbangun. .ketika Rara membuka mata, Rara menangis dan memeluk Tian. .


"sayang kenapa?" tanya Tian


Rara masih tidak menjawab. .Rara memeluk Tian dengan erat


"Baby marah kan, kamu diemin papanya?"


"Aku gak mau Abang ninggalin aku, walau nanti setelah melahirkan aku jadi gendut, mungkin jelek karna gak ngurus badan"


"Apapun keadaanmu nanti, asal kamu sehat, anak anak sehat. .aku sudah sangat bersyukur"


"Tapi bang"

__ADS_1


"Jangan mikir yg gak perlu dipikir Rara. .apa kamu meragukan kesetiaanku?"


"Aku takut bang. .sungguh"


__ADS_2