Duda Untuk Aurora

Duda Untuk Aurora
Tiga


__ADS_3

Selesai membayar belanjaannya, Rara menghampiri Dinda. .


"Tuan. .Dinda minta saya menemani makan. .apa anda keberatan?"


"Nama saya Tian. .jangan panggil tuan. mungkin kita seumuran"


"ah iya maaf. .saya Aurora. .orang panggil saya Rara . . emm jadi panggil apa dong?"


"senyamannya kamu saja"


"Abang. .boleh?"


"Baiklah"


Rara jongkok menyamakan dirinya dengan Dinda


"Jadi. .sweetie mau traktir Tante dimana nih?"


"Di ayam kakek aja gimana Tante?"


"Dinda suka makan ayam kakek?"


"Suka Tante"


"emm gimana kalau kita makan di restoran aja . . ada kok ayam juga. .tapi yang lebih ada ke sayur juga. Dinda suka sayur gak?"


"suka Tante. .Oma Dinda suka masakin sayur buat Dinda"


"yauda kita ke restoran aja ya. .?"tawar Rara


"iya Tante. .Dinda dimana aja asal sama Tante"


"Kamu pakai mobil?"tanya Tian


"enggak bang, tadi kesini naik taksi"


"yasudah masukin belanjanya di mobilku saja"

__ADS_1


lalu Tian meminta kantong belanjaan milik Rara dan berjalan lebih dulu, sedangkan Dinda berjalan bergandengan dengan Rara


Dari kejauhan, Raja yang juga sedang ada di supermarket tersebut melihat Tian. .melihat Dinda digandeng seorang wanita membuat Raja tersenyum .


Tian meletakkan belanjaan di jok belakang. .


lalu membukakan pintu untuk Rara. .


"Saya dibelakang aja bang"


"belakang penuh belanjaan Rara. .duduklah didepan"


"Yauda Dinda dipangku Tante mau?"


"Mau dong Tante"


setelah Rara duduk dan Dinda dipangkuan Rara, Tian menutup pintu dan memutar untuk masuk ke mobil di kursi kemudi


"Siap??kita jalan ya?"


"Oke ayah"


tiba tiba Rara bilang


"Ayah. .jadi begini ya rasanya punya mama?"


Tian kaget dan mengerem mendadak. .untung saja jalanan sepi


"astagfirullah ya Allah kenapa bang?"tanya rara


"Sayang. .kok begitu ngomongnya?"tanya Tian. .


"ayah . .Dinda mau punya mama kayak Tante Rara"


"Dinda sayang, Dinda harus rajin berdoa minta sama Tuhan. .Tuhan maha kaya nak. .Dinda boleh minta apa aja sama Tuhan"kata Rara pada dinda


"iya kah Tante?baiklah mulai sekarang, habis salat sama Oma, selain minta mama dan opa masuk surga, terus ayah sama Oma sehat terus, Dinda mau nambah doanya Dinda supaya Tuhan ngasih Dinda mama"

__ADS_1


Tian dan Rara saling tengok dan saling pandang. .lalu Tian melanjutkan perjalanannya. .


"Sampai" kata Tian selesai memarkirkan mobilnya


"Ayo Tante kita turun. ."


Tian lebih dulu keluar dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Rara dan mengambil Dinda dari pangkuan Rara. .dan Rara pun keluar. mereka masuk ke dalam restoran. .dan mulai memesan makanan. .


ditengah menunggu pesanan datang,


"Ayah. .Dinda pengen pipis"


"Iya nak, ayo ayah antar ke toilet"


"Dinda sama Tante mau?" Rara menawarkan diri


"boleh kah ayah?"


"asal Tante tidak keberatan nak"


"iya Tante dengan senang hati menemani sweetie cantik ini. .Abang tunggu sini saja dl ya"


"iya. .trimakasih Rara"


Dinda dan Rara berjalan bergandengan menuju toilet


tak lama merekapun datang ke meja yang sudah dipesan tadi. .dan kebetulan makanan yang mereka pesan sudah datang


"Dinda bisa berdoa?"tanya rara


"bisa dong Tante"


"baiklah. .Dinda pimpin doa makan ya"


Dinda mulai membaca doa sebelum makan


dan mereka mulai menikmati makanan. .ditengah makan. .Dinda kesedak. .Rara dengan sigap mengambilkan minuman lalu menepuk2 punggung Dinda dengan halus. .akhirnya Dinda sudah mulai tenang dan melanjutkan makan lagi

__ADS_1


sepanjang mereka makan, Tian sesekali memperhatikan perhatian Rara pada anaknya


"Wanita seperti ini yang ku cari Tuhan"ucap Tian dalam hati


__ADS_2