Duda Untuk Aurora

Duda Untuk Aurora
Enam


__ADS_3

"Dinda lagi dikamar ayah ni Tante, ayahku lagi mandi"


"Ah iya. .Dinda pinter sudah makan?"


"belum Tante. .nanti kita makan malam bersama selesai ayah mandi. ."


"baiklah. .Dinda habis maem nanti jangan lupa belajar ya. .Dinda harus jadi anak pinter,anak baik,anak Solehah nurut sama ayah sama Oma ya nak"


"Tante Tante. .Tante mau gak jadi mama Dinda?"


"hahaha. .Dinda. .Tante sayang sama Dinda. .sayang banget. .tapi untuk jadi mama kan Tante gak tau ayahnya Dinda mau gak sama Tante"


"ayah pasti mau kok Tante. .asal Tante mau aja"


"iya nanti kita bicarakan aja dulu ya. .tapi Dinda harus janji nurut sama Oma sama ayah ya?"


"iya Dinda nurut kok Tante"


"sayang. ."panggil Tian keluar kamar mandi


"Tante. .udah dulu ya. .ayah sudah selesai mandinya. ."


"iya sayang. .Dinda jangan bobo malem malem ya"


"iya Tante. .bye" Dinda memutuskan panggilan Vidio callnya


"Dinda ngobrol apa sama Tante?"


"Dinda tanya Tante mau gak jadi mamanya Dinda"


"terus Tante bilang apa?"


"Tante terserah ayah. .yauda Dinda bilang ayah pasti mau"


"hahaha. .siapa bilang ayah mau?Dinda gak boleh gitu nak. .menikah itu gak gampang. .apalagi ayah adalah duda dengan satu anak yaitu Dinda. .ayah gak mau salah pilih mana baru untuk Dinda. .ayah mau punya istri yang benar benar sayang pada dinda"


"terserah. .tapi Dinda maunya Tante Rara"


Dinda turun dari tempat tidur dan berlari. .namun ketika berjalan tiba tiba Dinda terpeleset dan jatuh kepalanya terbentur tembok. .


Tian kaget dan langsung mengangkat Dinda dan membawa ke rumah sakit. .Dinda dipangku Oma dengan keadaan tak sadarkan diri. .


Sampai di rumah sakit, Dinda dibawa ke UGD. .langsung ditangani oleh dokter. .setelah dipasang beberapa alat termasuk alat bantu pernafasan Dinda dipindahkan ke ruang rawat. .

__ADS_1


"Ibu tolong jaga Dinda ya. .Tian urus administrasi dulu"


"iya nak" jawab Bu fatima sambil terisak


Bu fatima berdiri disamping brangkar Dinda terbaring lemah dan belum sadarkan diri


"bangun nak. .cucu Oma kesayangan Oma"ucap Bu fatima sambil menangis melihat keadaan cucunya


ceklek


pintu ruangan Dinda terbuka


"Ibu. .ibu makan dulu aku bawakan makanan . ibu belum makan kan?"


"iya Tian nanti saja taruh saja dimeja itu. .ibu sedih lihat cucu ibu"


"kejadiannya juga cepet banget Bu gak tau bisa kepleset padahal gak ada lantai basah dan juga Dinda gak pakai sandal kok"


"Ibu sedih nak"


"kita berdoa saja ya Bu. .smoga Dinda lekas sadar"


Tian merogoh kantong celananya untuk mengambil hpnya. .Tian memfoto kondisi anaknya dan mengirimkan pada Rara


"halo. .Abang kenapa Dinda?tadi telfon sama aku baik baik aja"


"Dinda jatuh terpeleset, langsung gak sadar ini aku sama ibu bawa Dinda ke rumah sakit Medika utama"


"Oke . .aku kesana bang"


"eh tunggu. .halo. .Rara. ."


"iya kenapa bang?Abang mau dibawakan sesuatu?ibu sudah makan?"


"kamu tunggu dirumah, biar raja jemput kamu. .sudah malam bahaya kalau kamu kesini naik bis atau angkot"


"kan ada taksi bang, lagian siapa raja aku gak kenal"


"raja itu asistenku. .tunggu dirumah sampai raja datang"


"iya iya aku siap siap dulu"


Tian memutus panggilan telfon dan menelfon raja. .meminta raja untuk menjemput Rara dan mengantar kerumah sakit. .seketika itu juga raja langsung menuju kerumah Rara. .Tian mengirim alamat rumah Rara pada raja

__ADS_1


tak butuh waktu lama, Rara sampai dirumah sakit. .


masuk keruangan rawat Dinda. .menyalami ibu Fatima dan mendekati Dinda. .


"sayang. . sweetie. .sayang bangun nak.


ini Tante Rara disini" tak terasa Rara pun meneteskan air mata Rara menggenggam tangan mungil Dinda. .


Dinda bereaksi. .dan membuka matanya perlahan . .


"Alhamdulillah" ucap mereka yang ada diruangan itu


"Tante. ayah. ."ucap Dinda dengan lembut


"iya sayang. ."Tian mendekat dan berdiri disamping Rara


Dinda mengambil tangan ayahnya dan menyatukan dengan tangan Rara


"ayah mau kan penuhin permintaan Dinda?Dinda cuma pengen Tante Rara jadi mama Dinda yah"


"sayang. .Dinda sembuh dulu. .Dinda harus sembuh"


"Dinda cuma minta itu aja yah"


Bu fatima mendekati Dinda diikuti raja


"Dinda . . dengar Oma. .kita tidak bisa memaksa Tante Rara jadi mama Dinda. .coba Dinda tanya Tante Rara mau gak jadi mamanya Dinda"


"Tante. .Tante mau gak jadi mamanya Dinda. .Dinda janji akan jadi anak baik kok"


Rara melihat ke arah Tian. .


"Ra. mau kah kamu menikah denganku. .untuk jadi istriku dan juga mama untuk Dinda?"


"Iya aku mau"


mereka semua tersenyum


"terimakasih Tante. .eh terimakasih mama. .mulai hari ini aku akan panggil mama"


"iya sayang. .Dinda sembuh ya. .lain kali hati hati ya nak jangan lari lari"


"iya mama. . maafin Dinda sudah bikin kalian semua kawatir"

__ADS_1


__ADS_2