
Memasang Ekspresi yang tampak malu dan serius Pria di samping Harley menatap Kembali ke Arah Harley.
“Saya adalah Lee Kyungso, kalau Boleh tau siapa nama anda?” Kyungso yang mengangkat Kacamata tebalnya itu menatap Hallen dan Harley yang menoleh ke arahnya.
“Ellerd, Ellerd Harley, dan dia adalah Istriku Ellerd Hallen” memperkenalkan Hallen yang tampak malu-malu dan mempunyai Paras yang cantik Kyungso tersenyum dan memandang Harley dan Hallen dengan menyodorkan telapak tangannya itu.
“Senang berkenalan dengan anda” Lee Kyungso memasang senyum di wajahnya dengan sedikit rasa malu dan harley yang menanggapi itu mulai menggengam tangan Lee Kyungso dengan lembut.
“Senang berkenalan dengan anda Juga” ketika Lee Kyungso mengangguk dengan ramah dan Harley juga mengikutinya dia menatap Hallen dengan lembut dan sedikit malu.
“Senang berkenalan dengan anda Juga Nona Hallen” ungkap Lee Kyungso.
Tangan lee Kyungso masih menyodorkannya ke Arah Hallen tetapi Harley dengan lembut menjauhkan tangan itu.
“Dia sedikit malu dengan orang lain dan tidak Ingin di sentuh orang lain, jadi maafkan saya, tetapi dia juga senang berkenalan dengan anda” Harley memberikan jawaban yang nyaman dan Lee Kyungso mengangguk puas dan penuh senyuman.
“Saya sangat gugup menanti Panggilan saya berikutnya” ungkap Lee Kyungso yang bersandar lembut di Kursi itu.
“Apa keahlian mu ?” Bertanya dengan Tenang Harley menatap Lee Kyungso.
Kyungso terdiam tetapi menjawab lembut.” Panah” ungkap nya.
“Itu adalah hal yang baik, anda hanya perlu mencoba, bahkan Jika anda tidak bisa membunuh semua selama Panah anda akurat mereka pasti akan Menyetujui anda bergabung.”
Lee Kyungso tampak sedikit malu dan menggaruk kepalanya dengan lembut.
“Saya harap begitu, saya mendidikasikan seluruh Hidup saya Untuk menjadi Hunter ,saya akan berjuang dengan keras di Test ini.” Ungkap Lee Kyungso penuh semangat tetapi gugup.
Hallen tampak melihat Arena dengan diam membiarkan Harley berbicara dengan Lee Kyungso itu .
Tatapan matanya serius menatap pengawas dari Asosiasi yang memperhatikan test itu.
Ketika dia menatap arena ,Monster yang sama masih terus terlihat dan dia hanya bisa menunggu dengan bosan.
“Mungkin Ini tidak Buruk, tetapi Menunggu selalu membuat ku sangat Bosan” berbicara dalam hatinya dia menghela nafasnya dengan Resah.
__ADS_1
Ketika waktu terus berjalan Obrolan Lee Kyungso dan Harley terus berlanjut dengan tenang tetapi ketika suara yang kencang datang Panggilan dengan serius membuat Lee Kyungso terdiam.
[Peserta Lee Kyungso Di harapkan Untuk Memasuki Arena]
Lee Kyungso memandang Harley dan Hallen itu lalu dengan rasa gugupnya melambai ke mereka.
“Saya akan melakukan duluan.” Ketika dia melambai dia juga sangat semangat dan serius.
Harley menatapnya tersenyum kecil dan memandang Lee Kyungso turun.
Beberapa peserta menatap dan saling berbisik dengan aneh menatap Lee Kyungso itu.
Ketika lee Kyungso telah memilih Busur kayu hitam dengan anak panah nya dia mulai naik ke platform dengan serius.
“Kau tau dia telah mengikuti Test ini selama 10 kali, dan dia gagal terus!”
“Apa? Anda serius? Orang seperti dia yang tidak memiliki bakat kenapa sangat berharap dapat Lulus?”
“Hahaha, saya juga penasaran,ini akan menjadi Test ke 11 nya apakah itu akan menjadi Test terakhirnya?” Ketika Mereka saling berbicara beberwpa Peserta lainnya sedikit tertawa dan saling mengejek dengan suara rendah.
Harley tidak menatap mereka dengan tajam atau apapun dia hanya mendengar semua ucapan itu dengan nyaman sembari menutup matanya dengan tangan nya yang menyila.
Lee Kyungso yang berdiri di Platform besar di atas arena itu dia memegang Busurnya menutup matanya itu dengan tajam dan menarik nafasnya.
“Kegagalan Bukanlah sebuah kesedihan atau sebuah patokan.”
“Ya benar kata pria itu, ilmu adalah Kekuatan dan 10 kali kegagalan adalah Ilmu yang paling bermanfaat”
“Ilmu lebih bermanfaat ketimbang Kekuatan yang tidak di iringi oleh Pengetahuan.”
Ketika dia bergumam pelan dia membuka matanya lagi lalu merasakan diri nya menjadi jauh lebih siap dan segar.
Dia mengambil busur dan anak panahnya lalu mulai bersiap menarik tali busur nya dan goblin hijau itu dengan cepat muncul.
Ketika Goblin itu Muncul, anak panah yang dengan cepat di lontarkan .tetapi ketika Panah itu meluncur dengan cepat ke arah mata goblin ,tongkat kayu yang di pegang Goblin menangkis panah Kayu itu dengan Ujung Lancip yang terbuat dari besi tajam.
__ADS_1
Lee Kyungso yang menatap itu sedikit berkedut dan kembali mengambil jarak dan Posisinya sebagai pemanah.
Lontaran Panah kedua di tembakan meski akurasinya cukup bagus bisa di katakan semua panah itu sangat tidak memiliki efek apapun kepada Musuhnya terutama goblin itu yang selalu berhasil menangkis panah nya.
“Bagaimama caranya?” Dia terus berlari memutari Arena itu sembari mengambil anak panah lagi dengan serius.
10 kali telah menjadi pengalaman yang membuatnya terus berpikir bagaimana dan apa kesalahannya.
Meski begitu dia tidak ingin ini akan menjadi ke 11 kalinya dia mengulang test ini dan menambah kegagalannya lagi.
“Saya harus mengetahui gimama caranya”
“Cara untuk setidaknya membunuh satu Goblin itu”
Goblin memiliki Intuisi yang tajam dan penciuman yang baik meski mereka tidak memiliki otak yang baik mereka termasuk Monster yang sulit di lawan bahkan meski oleh manusia yang memiliki tubuh dan kekuatan yang bagus
Salah-salah langkah mereka bahkan bisa mati karna Goblin, oleh karena itu Lee Kyungso sedikit fokus memfokuskan Pandangannya mencari titik lemah goblin.
Ketika dia mengingat semua Materi dan pengetahuannya dia mengetahui Goblin memiliki titik lemah di area matanya, selain itu bagi pemanahan untuk mengincar area lain akan sangat sulit dan kelemahan terbesar goblin ada di antara Kuping Hijaunya dan Kaki kecilnya itu.
Ketika mereka semua bisa di manfaatkan dan di lukai dengan serius Indra dan pergerakan goblin menjadi tumpul dan anak panah nya akan jauh lebih sulit di tangkis.
Ketika Lee Kyungso Menatap Fokus dia memikirkan Banyak hal melihat Ke arah Goblin yang mengejarnya.
“Mungkin ini akan menjadi ide tersembrono tetapi tidak ada salahnya mencoba.”
Ketika dia fokus dia berhenti dari larinya dan mengambil 3 anak Panah sekaligus.
“Apa? Apa yang dia coba lakukan?” Beberapa orang menatap dengan bingung melihat Lee Kyungso terdiam di Arena dan mengambil 3 anak panah,
“Saya yakin dia akan Gagal lagi sekarang” ungkap beberapa pria lainnya yang mengikuti test.
Beberapa peserta lainnya juga mengangguk setuju dan beberapa peserta lainnya juga ada yang menatap dengan rasa penasaran.
Di sisi lain wanita yang tampak sedikit anggun dengan kemeja hitam dan rok menatap serius dia mempunyai pedang sendiri di Pinggang nya dan kakinya menyilang dengan indah membuat rambut hitam nya berkilau dengan sangat anggun.
__ADS_1
Dia menatap ke arah Peserta Lee Kyungso itu dan memegang dagu nya dengan penasaran.
“Apa yang akan dia lakukan?” Ketika suaranya yang lembut bergumam dia juga tampak menantikan apa yang akan Lee Kyungso lakukan.