
Melihat langit malam yang Indah Harley dengan kedua matanya menutup pelan dan menarik nafas lagi dengan dalam dan menghembuskannya.
Udara yang segar naik dari hidung nya itu memasuki seluruh tubuhnya dengan perasaan hangat dan juga dingin yang di bawa oleh udara di malam hari.
Keindahan bitang yang banyak di langit dengan cuaca yang cerah meski ini malam haru semuanya terasa begiru indah dengan Bulan yang penuh di atas langit.
Cahaya bulan terasa menerangi ke arah Harley yang memandang semua itu dari Bawah dan cuaca yang begitu menyejukkan dengan udara yang dingin terus masuk ke arahnya.
“Hah…. Ini lumayan indah” ketika Harley Yang lembut itu bergumam Hallen yang berada di belakang Harley berjalan dan memeluk Harley dari belakang.
Tubuh nya yang tinggi dan hangat itu menyentuh harley yang menatap keluar dengan perasaan bingung.
Ketika Hallen memeluknya dengan erat dia tidak berkata apa-apa tetapi menyenderkan Kepalanya itu yang memiliki Wajah merah dan tersipu malu itu.
Harley yang menatapnya berbalik melepaskan Pelukan Hallen dan menatapnya sembari menyenderkan Punggung nya ke Belakang jendela.
Pemandangan itu terasa indah membuat Cahaya bulan menyinari mereka berdua di bawah malam yang indah itu.
Wajah Hallen yang memerah menatap ke atas dengan mempesona ke arah Harley.
“Sayang” ketika suara lembutnya berkata Hallen memegang Pipi Harley dan wajahnya yang Cantik dengan mata ungunya yang bersinar cerah itu terlihat jelas.
Ketika Harley menatapnya, Bibir yang lembut itu menciumnya dan sensasi kelembutan itu begitu terasa di mulut Harley.
Wajahnya Hallen yang merona dengan perasaan yang hebat itu secara langsung tersampaikan dan wajah Harley juga sedikit merona dan tersipu.
Tangan lembut Harley bergerak dengan tenang memegang Pinggang belakang Hallen dan menariknya untuk mendapatkan Ciuman yang lebih intens lagi.
Bibir mereka bersentuhan berkali kali dengan Lidah yang saling memasuki Mulut mereka satu sama lain.
Ketika Hallen dan Harley telah Berciuman cukup lama mereka dengan tenang melepaskan Ciuman itu dan Hallen memandang Harley dengan wajah mempesona nya.
“Bukankah ini cukup menyenangkan?” Hallen menatap Harley sembari melingkari kedua tangannya itu di leher Harley.
__ADS_1
Harley memegang Pinggang belakang Hallen dengan Kuat dan dia mengangguk menjawab pertanyaan Hallen.
“Besok kita Akan memulai semuanya dan melihat dunia ini, Apakah anda tidak masalah?” Harley bertanya dengan wajah yang Anggunnya itu menyenderkan Kening Nya ke arah kening Hallen .
Hallen menatap Wajah Anggun suaminya itu dan Tersenyum.
“Anda sangat tampan ketika memegang pedang, Apakah anda sedikit bernostalgia?” Tanya Hallen.
Harley sedikit mengernyit tetapi kembali tersenyum.
“Saya rasa saya lebih Ingin melihat anda Menggunakan pedang, saya tidak melihatnya sebelumnya” ketika senyuman muncul di wajah Harley dia tampak menggoda dengan cara lain yang indah dan tatapannya begitu mempesona di bawah langit Gelap penuh bintang itu.
“Apakah anda Ingin melihatnya? Saya akan terus menggunakan Pedang sesuai yang anda Inginkan jadi anda bisa bebas melihatnya” Ketika senyuman kecil Muncul di wajah Hallen dia sedikit tertawa dengan cara nya yang lucu dan wajahnya yang imut itu benar-benar begitu menggoda.
“Mungkin saya akan membenci banyak orang karna anda akan di perhatikan Lebih banyak orang lagi”harley mendesah dengan lemah dan merasa sedikit cemberut.
Hallen di sisi lain tersenyum dan memegang pipi Harley.
“Cium aku” wajah Hallen begitu mempesona dan kalimat singkat itu mengheningkan ruangan yang gelap.
Harley dengan cepat memeluknya dengan erat dan menciumnya Lalu Membawanya ke ranjang yang besar itu.
Ketika Hallen dan Harley terus saling berciuman , ciuman itu lama kelamaan semakin intens dan Wajah mereka terus merona dengan beberapa suara Nafas mereka yang terdengar.
Barier peredap Suara telah di Bangun dan Pakaian demi pakaian telah di lepas hingga membuat tubuh Telanjang mereka terlihat dengan jelas.
Ketika Harley memegang Wajah Hallen , Hallen yang tampak cantik itu tersenyum dan menangkringkan tangannya di leher Harley lalu menciumnya lagi jauh dan jauh lebih menggoda dengan cara yang dewasa.
Lidah mereka yang saling terkait dan beradu itu benar-benar membuat perasaan mereka saling melonjak dan Tubuh Hallen yang telah tanpa busana itu membuat Harley lebih bergairah lagi.
“Aku mencintaimu Sayang” Suara Hallen yang indah itu terdengar di Samping Kuping Harley yang tampak kemerahan dengan suaranya.
Harley yang dengan tenang dan wajah merah nya itu mengecup ke arah Leher dan bagian bawah Hallen lalu menatap hallen dengan lembut.
__ADS_1
“Aku juga Mencintaimu Hallen” Ciuman yang lembut datang lagi ,berbeda dengan sebelumnya yang intens ini jauh lebih lembut dan mereka Bersenggama dengan Wajah yang merona.
******* demi ******* terdengar dan suara mereka yang lemah itu terengah-engah dengan Nafas yang terdengar begitu terputus-putus.
Harley menatap Hallen dan tersenyum lalu menciumnya lagi seakan-akan menjadi Ciuman abadi yang tidak akan pernah bisa dia lupakan.
……..
Pagi hari.
Di bawah Selimut yang besar tubuh Harley dan Hallen yang tanpa busana itu saling Terlihat.
Hallen yang berada bersandar di dada Harley terlihat jelas dengan Harley yang berada dengan Posisi terlentang di ranjang yang besar.
Ketika dengan lembut membuka matanya Harley menatap Hallen yang sangat cantik itu penuh dengan bekas Cupangan dan Ciuman di seluruh tubuhnya.
Rambut peraknya yang indah dan Panjang itu menutupi beberapa bagian tubuh Harley dan wajah Hallen.
Memegang rambutnya dengan lembut Harley mengusap dan mengelusnya dan membiarkan Hallen yang tertidur itu untuk terus bersandar pada nya.
Ketika mengelus lembut rambutnya Hallen yang tertidur itu bangun dan tubuh tanpa busananya terlihat.
Dia masih dalam kondisi berbaring di dada Harley tetapi dia dengan lembut membuka matanya dan melihat Harley yang mengusap rambut dan kepalanya dengan lembut.
Hallen yang merasa nyaman bersandar dan bermanja lagi seperti anak kecil yang tidak ingin kehilangan kasih sayangnya itu.
“Anda seperti anak kecil” ketika Harley sedikit tertawa dia mengejek dengan lembut dan meledek Hallen.
“Apakah anda membenci saya menjadi anak kecil? Saya hanya akan menjadi anak kecil Milik anda!” Ketika dia berbicara dengan percaya diri dia juga mengembungkan pipinya dengan rasa kesal dan memalingkan wajahnya.
“Tidak, saya tidak pernah membenci anda sedikitpun” Harley menjawab dengan senyuman yang cerah dan Hallen yang menatapnya itu terdiam karna Terpesona dengan senyuman dan ketampanan Harley itu yang penuh senyuman di pagi hari yang indah.
“Anda menggoda saya lagi!” ketika Hallen mengejek dia mencium Harley yang tersenyum itu dengan lebih intens dan menyiksanya lagi di pagi hari yang indah itu.
__ADS_1