
Membuka Matanya di Ranjang besar Harley dan Hallen yang saling memeluk itu memandang.
Hallen di sisi lain bersandar di bidang Dada besar Harley itu dan tubuh mereka Yang tanpa busana itu saling menempel dengan sangat erat.
“Sayang anda sudah bangun?” Tanya Hallen yang menatapnya dengan lembut.
“Ya saya bangun” ungkap Harley itu yang memandang Hallen juga dengan penuh tatapan cinta.
“Saya terbangun karna Saya baru mengingat bahwa saya mendapatkan sesuatu” ungkap Harley itu yang memegang dagu nya sendiri dengan Serius
“Apa itu? Apa kah kau melupakan sesuatu?” Tanya Hallen.
Harley menggelengkan kepalanya, menandakan dia tidak melupakan sesuatu dan menatap udara Kosong di depannya.
“Saya baru Ingat bahwa saya terpilih ‘Crown Of Shadow’ yang saya tidak tahu apa itu” ungkap Harley.
“Crown of Shadow? Apa itu sebuah Item?” Tanya Hallen yang mengernyitkan Dahi.
“Tidak, ini sepertinya adalah Semacam Pemilihan Penerus untuk meneruskan Kekuatan Bayangan” jawab Harley.
Hallen yang sedikit Bingung itu menatap Harley dan sedikit memasang ekspresi sedihnya.
“Jadi anda akan pergi?” Tanya Hallen.
“Ya, sisa waktunya 10 menit , saya tidak tahu bagaimana ini akan di adakan, sepertinya kemungkinan Terbesar saya akan di bawa ke semacam Tempat” ungkap Harley yang masih memeluk dan memegang Kepala Hallen.
Hallen kembali menjadi lesu dia menyembunyikan ekspresinya di balik dara besar Harley itu dan memeluknya dengan erat.
“Anda berjanji kepada saya Untuk Memberi tahu dan mencari tahu Orang di balik sistem ini, kapan anda akan mencari tahunya?” Lanjut Hallen yang bertanya dengan penasaran.
“Kita akan mencarinya setelah Saya menyelesaikan Urusan Crown Of Shadow, saya sudah memiliki tebakan kecil siapa orang itu jadi kita akan mencari tahunya nanti.” Jawab serius Harley.
“Baiklah itu lebih baik” meski dia akan melihat Harley pergi dia merasa tetap kesal tetapi juga hanya bisa merelakannya.
Dia sebenarnya masih sangat ingin Untuk bermanja-manja lagi lebih lama dengan Harley, bahkan dia merasa sangat kesal karna Telah menahan diri nya.
Dia sebenarnya jelas sangat ingin dekat dengan Harley dan dia bahkan tidak bisa betah untuk berjauh-jauh dengan suaminya.
Entah kenapa dia jelas telah menahan dirinya karna Ini juga Berurusan dengan suaminya.
__ADS_1
Meski dia tetap ingin bermesra dan terus berdekatan dengan Suaminya dia harus menjauh dan sedikit menjaga jarak karna mau bagaimanapun ini juga demi suaminya.
Dia juga jelas tidak bisa bermesra di depan banyak orang, meski dia harus menahan dirinya dia merasa cukup sedih karna harus menahan Hasrat dan Nafsunya yang bahkan rasanya tidak pernah Habis.
Dia selalu dan selalu Ingin memonopoli suaminya untuknya sendiri dan meski dia Menginginkan lebih dan lebih cinta suaminya dia paham bahwa Dia tidak bisa melakukan itu.
Terkadang dia juga berpikir bahwa dia menginginkan Kencan yang hanya ada dia dan suaminya saja tetapi itu benar-benar terasa berbeda dengan apa yang dia rasakan.
Meski dia membenci karna dia harus jauh dia merasa bahwa kencan ini juga tidak Buruk.
Melihat banyak manusia, melihat bagaimana dunia terlihat dan bekerja dan pergi berpetualang dan bermesra berdua.
Meski dia harus menahan diri dan bermesra ketika hanya ada dia berdua dia tetap merasa senang dan dia memeluk Harley lagi dengan lebih erat .
Karna mau bagaimanapun Suaminya adalah Orang yang sangat gampang cemburu dan melihat betapa Imutnya dirinya pasti dia akan cemburu jika orang lain melihat itu.
Jadi meski dia harus menahan diri untuk tidak terlalu dekat dan manja dia juga harus membuat kepribadian yang lebih tegas meski harus menjaga Image nya dengan Kepolosannya.
Harley yang merasakan Pelukan Hallen itu bisa dengan senyumnya merasakan Isi hati Istrinya.
Karna dia bahkan begitu mengenal Istrinya dia tahu bahwa Istrinya jelas tidak bisa jauh darinya.
Dia bahkan bisa merasakan setiap tubuh Hallen benar-benar memeluknya tanpa sedikitpun bagian tubuh nya yang tidak memeluknya itu.
Dia tersenyum dan mengelus hallen itu dengan erat juga.
Ketika dia menatap Udara kosong dia bahkan tidak sadar Ketika Waktu yang tersisa 10 menit dengan cepat itu benar-benar telah berlalu.
Dia melihat ke Papan biru di udara itu ketika dia menatap dan melihat waktu yang tersisa.
[Sisa Waktu 02.00]
Dia terdiam dan ketika dia dalam tatapan yang bengong itu dia berpikir dengan serius.
Saya penasaran dengan Ponsel Mungkin Saya harus belajar dan Membelinya nanti. Pikir Harley dalam Hatinya
Hallen yang melihat Harley berpikir hanya bisa merasa kesal karna dia bahkan masih benar-benar tidak Ingin melepaskan Harley
Ketika dia Memeluk dengan kencang Harley yang merasakan itu mengelus Hallen dan menatapnya.
__ADS_1
“Apa anda tidak Ingin saya pergi?” Tanya Harley.
Hallen terdiam dan berjata dengan lembut.
“Bagaimana jika iya?” Ungkap Harley dengan serius dengan pelan tetapi dengan cepat berkata lagi.
“Bercandaa… lupakan saya tidak Bilang apa-apa.” Ungkap Hallen yang menyandarkan kepalanya dan memeluk Harley lebih erat.
Tubuh telanjang mereka saling menempel dan Buah dada besar Hallen itu terasa dengan sangat lembut dengan Ujung yang sedikit menonjol
Harley hanya bisa terdiam dan tidak bisa berekspresi apapun tetapi dia mengelus kepala Hallen.
Dia melepaskan pelukannya itu , menciptakan sebuah Kemeja Hitam dan Celana Panjang itu dan mengenakannya
Dia menambahkan Mantel Hitam panjang itu dan menatap Hallen yang masih tertidur di ranjang dengan Tatapan yang menatap ke arahnya.
Dia masih terus menatap Ketika Harley mengenakan Pakaian demi Pakaiannya dan Hallen yang masih telanjang tanpa busana itu hanya di tutupi selimut tipis di antata badan Putih nya itu
Rambut Putih peraknya terurai dengan Indah dan Mata ungunya Yang benar-benar sangat indah itu menatap Harley .
“Tunggulah Oke?…. Saya pasti tidak akan Lama-lama” ungkap Harley yang duduk di Pinggir Ranjang yang cukup besar.
“Baiklah” hallen memeluk Harley itu yang mendekat dan dia benar-benar terus memeluknya dengan sangat Kuat.
Jelas dia kesal, dia marah tetapi dia jelas marah Karna dia hanya tidak bisa bersama Harley lagi untuk jauh lebih lama.
Dia sangat Ingin untuk terus bermanja dengannya, bersamanya dan bahkan dia terkadang Ingin kembali ketika dia Berada di tempat sebelumnya di mana hanya ada mereka berdua.
Harley yang mendekat itu mengelus rambut Hallen itu dan buah dada besar Hallen menempel ke tubuhnya itu. tubuhnya yang sedikit di tutupi selimut itu benar-benar sedikit transparan dan terlihat dengan jelas.
Ketika dia melepas Pelukannya Harley mencium Hallen itu dengan Pelan .
Dia memegang Pipi Hallen itu dengan sangat lembut dan Lidah mereka saling terikat dan lepas dengan Cara yang Sangat-sangat Menggairahkan.
ketika dia Telah Kehabisan Nafasnya itu,Harley melepaskan Ciumannya dan Dia menatap ke papan sistem yang Detik demi detik terlihat berkurang.
Hallen yang melihat Air liur yang saling terikat itu mulai lepas dengan Bibir lembut Harley yang lepas, dia mencium lagi Harley itu dengan serius dan memegang Pipinya dan menciumnya dengan sangat-sangat Intens.
Harley yang melihat itu sedikit terkaget, tetapi mencium dan mendorong sedikit Pinggul Hallen itu kedepan.
__ADS_1
Mereka melakukan Ciuman lagi dengan sangat Menggairahkan dan Hallen yang fokus dalam Ciumannya itu benar-benar terhanyut dengan Cinta dan hasratnya yang masih sangat besar.