
“Haa!” Bangun dari Tempat tidurnya Jangsun Joo membuka matanya dengan raut wajah gemetar menatap ke seluruh tubuh nya.
Tatapannya beku dan wajahnya pucat seperti Kehilangan kepercayaan dirinya.
Ketika dia memegang badannya yang gemetar itu dia bergumam dengan nada yang tidak karuhan.
“Tidak! Tidak!” Teriakannya sangat aneh dan tatapannya menjadi pucat dan lebih pucat lagi.
Ketika dia melihat ke sekitar yang Gelap, dia melihat wajah yang tidak asing lagi dan dengan gemetar bergumam.
“A-ayah?” Ketika dia berbicara dia kembali menjadi takut merasa semuanya halusinasi.
“Tenanglah, apa yang terjadi, siapa yang berani melakukan ini padamu!” Ketika Wajah nya serius Jang Jangsun yang terlihat di depan Jangsun Joo itu menampilkan muka yang sangat serius dan Tatapan yang penuh dengan kemarahan.
Dia menatap anaknya dengan Raut wajah marah dan mengintimidasinya dengan serius.
Tubuh Jangsun joo kembali gemetar dan Rasa takut di seluruh tubuhnya tidak bisa hilang dengan mudah.
“A-ayah, orang itu…. Dia sangat mengerikan” wajahnya pucat dan ketika berbicara dia seperti melihat sosok Iblis yang mengerikan .
Jang jangsun yang serius itu menatap Anaknya dan menghela nafas lalu kembali Duduk.
“Jelaskan dengan detail apa yang terjadi” Ketika amarahnya membeludak matanya kembali serius dan tangan nya Mulai meraih tubuh anaknya dan mengalirkan Sejumlah Mana yang cukup besar ke anaknya.
“I-ini….” Ketika Jangsun Joo menatap Tubuhnya yang Mulai merasa hangat dia sedikit mengernyit dan kembali serius menatap ayahnya.
“Ayah…. Anda harus membunuh pria itu! Dia! Dia berani kurang ajar dengan ku!” Ketika Tubuh dan Pikiran Jangsun Joo kembali menjadi lebih normal dia dengan cepat berteriak ke ayahnya dengan raut serius dan menatap ayahnya.
Ketika Jang Jangsun melihat itu dia menampar wajah Jangsun Joo dan duduk dengan elegan dengan kedua kaki nya yang menyilang.
“Anda Hampir di Buat begini dan anda masih bisa berkata begitu, anda harus berlatih lagi atau anda ingin saya yang melatih anda?” Ketika aura Pancaran kuat mendorong udara di Sekitar ruangan, Jangsun Joo yang terdorong dan menunduk karna tekanan Aura itu menatap Ayahnya dengan susah payah.
“Sekarang jelaskan semuanya padaku” ucapan yang dalam itu terdengar dan Jangsun Joo kembali serius dan Mulai menjelaskan.
…….
Di Kantor Asosiasi.
__ADS_1
Menatap Dokumen demi Dokumen William yang dengan tenang itu melihat Satu demi satu Dokumen terhenti dan membuat wajah Pucat dan Kaget.
“Ini….” Dia melihat Satu Dokumen serius dengan wajah yang tampak shock dan dengan cepat berdiri.
“Tidak mungkin, orang ini…” ketika dia berbicara dengan Kaget Dia mengambil Usb yang menyimpan File Rekamanan dan Mulai memutarnya dan melihat Dokumen itu dengan seksama.
Wajah yang tidak asing lagi terlihat dan Dia menatap dokumen itu berkali-kali dan melihat Rekaman itu juga dengan Bolak-balik.
Dia memperhatikan dengan serius hingga dia terdiam dan memegang Kening nya dengan serius.
“Tidak mungkin, ini benar-benar orang itu” ketika William berbicara dia memegang keningnya dengan serius.
Karna data yang tidak di temukan Dia telah meminta asosiasi untuk mengirimkan Data-data Player dan Hunter yang mendaftat dari Bulan Lalu dan untuk Player-player baru hingga bulan depan.
Tapi dia tidak menyangka data itu akan datang secepat itu.
Kembali ke tempat Duduknya dia memegang Dokumen itu dengan serius dan menatap Dokumen di samping nya yang membuat dia kembali Mengernyit.
“Ellerd Harley” ketika dia bergumam, dia menatap dokumen di sampingnya yang menampilkan Wajah lain.
“Ellerd Hallen?” william Tampak Bingung dan berwajah serius tetapi dia dengan tenang memfokuskan dirinya dan memgambil semua Dokumen itu dan File Usb.
……..
Di rumah Lee Kyungso.
Harley, Hallen dan Lee Kyungso yang telah menyelesaikan Sarapan pagi mereka , mereka mulai keluar dari Rumah itu meninggalkan Lee Mina sendiri.
Wajah Lee Mina yang tampak Kusam itu dengan ekspresi sedih melihat mereka pergi dan mulai menatap Meja yang telah rapih tanpa Tersisa makanan.
“Kakak.” Ketika dia Bergumam Lee Mina hanya bisa menatap dengan sedih karna Keadaannya yang menyedihkan, dia selalu merepotkan Kakaknya bahkan di saat-saat kakaknya Dalam Keadaan yang Buruk dia tidak bisa membantunya dan hanya bisa terpuruk dan terkunci di dalam Rumah yang mengerikan ini.
Wajahnya Sedikit memasang ekspresi sedih dan dia hanya bisa duduk dan menunggu di rumah menghabiskan hari demi Hari menatap Televisi yang menampilkan Banyak Acara.
“Saya tidak Ingin menjadi beban untuk kakak! Saya harus bekerja keras!” Ketika dia berbicara dia juga sangat semangat tetapi di lain sisi juga sangat bingung.
“Apa yang bisa saya lakukan?” Ketika dia berkata lagi dengan Bingung ruangan itu hanya menyisahkan banyak pertanyaan dan Ekspresi Yang menyedihkan Terlihat lagi di wajah Lee Mina.
__ADS_1
Di sisi lain Harley yang tampak Acuh tak acuh itu keluar melihat Lee Kyungso yang tampak sedikit Bingung.
“Jadi bagaimana anda akan Mengetest nya?” Tanya Harley.
Lee Kyungso tampak berpikir, tetapi dia dengan tenang mengevaluasi dan mulai memikirkan Cara dan berbagai macam hal.
“Karna anda Pengguna pedang Bagaimana Jika anda Memperlihatkan Ilmu pedang dan keterampilan anda?” Tanya Lee Kyungso.
Harley tidak banyak berbicara tetapi menatap Lee Kyungso .
“Bawa saja aku ketempat semacam Hutan yang Luas dan sepi di daerah sini” ungkap Harley.
Lee kyungso sedikit Bingung tetapi dengan serius menatap Harley.
“Apakah anda serius? Apa yang ingin anda lakukan?” Tanya Lee Kyungso yang membuat wajah bingung dan Terus berwajah Konyol dan tidak percaya.
“Bisakah anda tidak bertanya? Bukankah dari Awal anda Ingin melakukan dan Mengetest kemampuan saya?” Harley tampak sedikit marah karna Melakukan Banyak basa-Basi selalu membuang waktu dan bagi nya Waktu sangatlah Berharga.
Lee Kyungso yang terdiam itu hanya bisa menjadi Pucat dan berjalan menuntun mereka ke arah Selatan untuk menuju ke hutan terdekat.
Di sisi lain Hallen yang terdiam kembali memasang Sifat pemalu nya itu dan kembali Berakting dengan baik.
Dia sesekali memperhatikan Sekitar dan beberapa kali menyipit dengan tajam seperti merasakan beberapa hal aneh.
Ketika Lee Kyungso mulai berjalan Hallen di sisi Belakang Harley mulai mengikuti berjalan dengan santai.
…..
Hutan di sisi selatan.
Jarak antar tempat cukup jauh untuk memakan waktu 2 Jam lebih karna Mereka Berjalan kaki tanpa mengenakan Kendaraan apapun Mereka berjalan dengan Panjang tanpa berhenti membuat Lee Kyungso yang lemah itu begitu Kelelahan penuh dengan keringatnya.
karna Telah masuk ke Dalam Hutan yang cukup dalam Di sini tidak banyak hal selain pepohonan, beberapa Daun berjatuhan dan bahkan Ranting dan beberapa Hewan yang tinggal di hutan ini.
Hutan di sini memiliki udara yang segar , banyak pepohonan dan beberapa Suara.
Karna Hutan dan Daun yang tebal Cahaya matahari Tidak begitu menyilaukan di sini karna ini masih jam 10 Pagi Mereka masih dengan santai berada di bawah Hutan sepi tanpa kehidupan ini.
__ADS_1
“Hah….. ini melelahkan” mengelap Bagian kecil dari keringatnya Lee Kyungso dengan wajah yang lelah itu menatap Harley dan Hallen dengan Pucat dan wajah beku nya itu.
‘Bagaimana bisa mereka berjalan sejauh ini tanpa mengeluarkan Keringat sedikutpun?’ Dia menatap dengan Bingung berkata dalam hatinya dengan serius tetapi menyipit kembali melihat Harley dan Hallen.