
Setelah Menyelesaikan Mandinya ,Harley yang tampak aneh itu menatap tubuhnya dengan wajah dan Ekspresinya yang Kaku dan Pucat.
“Sial Pakaian ini terlalu sempit” dengan Kaos Putih Polos dan Celana Panjang nya itu dia menatap Pakaian ketat menekan tubuhnya dan menampilkan Tubuh Kekar dan tinggi nya di Kaca bersih.
Rambut basahnya masih ter-urai dengan indah menampilkan kecemerlangan dan Cahaya Kecil berbintang di Rambut hitam nya.
Mata Birunya terang dan Dia menatap Jauh keluar dari Kamar mandi bersih dan Wangi itu.
Ketika dia keluar dari kamar mandi , dia menatap Lee Mina dengan Pakaian yang rapih dan Sedang menatap Kakaknya yang tertidur dengan Lelap dengan Rasa Pusing yang Kuat.
“Anda Menjaganya?” Tanya Harley yang duduk di sebrang di Sofa kedua.
Lee Mina memandang Kakaknya dan menoleh untuk menatap Harley dengan tegas.
“A-anu Tuan Harley apa anda tahu apa saja yang kakak saya alami? Apakah Ujian Hunternya Gagal? Apakah dia baik -baik saja?” Ketika memberikan Banyak pertanyaan ke Harley , Lee Mina tampak tergesa-gesa dengan Ekspresi yang serius itu
Wajahnya benar-benar Serius dan Tatapannya sangat Intens menatap Harley dengan Muka yang juga tampak sedih.
“Kakak anda akan baik-baik saja, meski dia Gagal Di Test Hunter dia akan menjadi Hunter yang baik di masa depan dan saya Memiliki Janji kepadanya Untuk membentunya” ungkap Harley yang berkata dengan Nada Lembut ketika Lee Mina menatap kaget dengan Ekspresi terkejut mendengar itu.
“Huh….. Apakah Kakak saya bisa menjadi Hunter? Meski itu pekerjaan yany sangat berbahaya, kakak saya sangat Ingin menjadi Hunter dan Dia Berkata bahwa dia Ingin bisa menyembuhkan Saya dari Lumpuh Ini.” Lee mina memasang Raut wajah yang sedih dan Tatapannya itu menatap ke arah Kakaknya dengan Ekspresi tulus dan Cinta nya itu kepadanya.
“Saya sangat kecewa dengan diri saya yang tidak bisa melakukan apapun, saya bener-benar yang terburuk bukan?….” Ketika Lee Mina berkata dengan Ekspresi yang sedih dan Kekecewaan terdalam, dia menundukkan wajahnya dengan di tutupi Rambut-rambut panjangnya itu di sekitar wajahnya.
Dia mengelap beberapa air mata yang menetes dari Matanya dan turun ke Area Paha Kakinya.
Harley memandang itu hanya bisa menatap dengan Mata Birunya yang dalam dan Ekspresinya tidak banyak berubah.
__ADS_1
Sikapnya selalu tenang dan sorot matanya selalu sangat Dalam dan Penuh arti.
Ketika dia menatap Lee Kyungso Harley berkata dengan lembut ke Lee Mina.
“Anda Tidak Menjadi yang Terburuk, Menurut saya selama anda Tetap berada di sisinya dan selalu menanti dan Menunggunya Ketika Dia Pulang itu sudah menjadi Anugerah terbesar kepadanya, Jika anda tidak Ingin diri anda di Pandang Buruk maka anda Harus berjuang dengan Cara anda sendiri, kelumpuhan Bukan Berarti tidak mungkin bisa jalan, karna selalu ada Obat Untuk Luka apapun di dunia ini.” Tatapannya santai dan dia berkata dengan sopan dan Penuh Kehalusan yang dalam.
Cara bicaranya tidak angkuh tetapi mempesona dan Anggun dengan Gaya dan Ciri Khasnya
Ketika Lee Mina mendengar dia menatap Harley yang berbicara itu dengan wajah tampannya yang bersinar dan dia mengelap beberapa Air matanya dengan sedih.
“Apakah saya bisa?” Lee Mina bertanya memandang Harley dengan Wajah yang Merah karna Habis menangis itu.
Mata nya tampak sembab dan Wajah merah nya terlihat.
“Di saat seperti ini Hal yang Paling di butuhkan Seorang Wanita adalah Semangat, dan Juga dorongan kepercayaan” ketika dia menatap Lee Mina dan berbicara di dalam hatinya dia tersenyum dan Menjawab dengan lembut.
Harley mengangguk dan menerima Rasa terimakasih itu dengan Tulus.
……..
“Haaa! Apa…. A-apa yang terjadi?” Ketika dia Bangun dan Menatap Harley di depannya dia menarik kerahnya dan menatap ke sekitar melihat tidak ada apapun yang berkaitan dengan Gua di sini.
“Mimpi? Sial apa itu Mimpi?” Ketika dia bertanya lagi dia Membuat wajah yang aneh dan terus bertanya tanya dengan keringatnya sembari masih terus menarik Kerah Harley.
“Heh….. anda benar-benar tidak sopan, apakah menurut mu ini Mimpi?” Ketika Harley berkata, dia melepas dan Menarik tangan Lee Kyungso dengan keras membuatnya mengerang dengan sakit
“A-arghhhh, t-tidak lepaskan, s-saya paham ini bukan Mimpi!” Ketika berteriak dengan sakit Lee Kyungso kembali duduk dan menatap Harley ,Hallen dan Lee Mina di depannya dengan serius.
__ADS_1
Melihat Harley dengan Kaos dan Celana panjang yang ketat itu, ini membuatnya merasa aneh Karna itu adalah Pakaiannya yang Sudah jarang dia Pakai tetapi menjadi sangat Indah dan membuat Ketampanan Harley bahkan tidak berkurang sedikitpun.
“Sial Apa-apaan orang tampan ini?” Memasang Ekspresi Lesuh dia yang di perhatikan Harley, Hallen , dan Lee Mina tiba tiba menatap lesu Harley dan Hallen karna mereka bahkan masih sangat Tampan Dan Cantik.
“Bagaimana dengan Dungeon nya!” Ketika dia memegang dagunya dan terdiam sesaat dia dengan Teriakan kencang berbicara lagi dan menatap Harley Dengan marah karna kebingungannya.
Harley yang di teriaki Lee Kyungso itu hanya bisa mendengar Ocehan atas pertanyaan itu yang terus datang dan dia kembali lagi menarik kerak Baju Harley dengan kencang.
“Anda sebaiknya menjelaskan Dulu kepada Adik anda, dia sangat mengkhawatirkanmu” ketika Harley berbicara dia menunjuk ke Lee Mina di samping Hallen yang menatap dengan gugup dan Panik ke Kakaknya itu.
“Mina…. Ah… i-itu” dengan rada malu Lee Kyungso benar-benar tidak bisa mengelak lagi dan hanya bisa menatap Mina yang tampak marah dan membuat Wajah bertanya-tanya.
“Dungeon? Apa kalian habis memasuki dungeon?” Lee Mina bertanya ke Hallen, harley dan Juga Lee Kyungso yang dia tatap dengan serius.
Lee Kyungso dengan panik membuat wajah penakutnya dan beberapa keringat dingin naik ke punggungnya.
Harley yang di tatap dengan serius oleh Lee Mina hanya mengangguk dan Lee Mina langsung membanting untuk menolehkan Wajahnya ke Lee Kyungso di depannya.
“Kakak!!!!”
Lee Mina berteriak dengan kencang Membuat Lee Kyungso berdiri dengan tegak dengan teriakan adiknya itu yang kencang dan membuat seluruh Tubuhnya membeku.
“H-hiekkkkk!”
“Maafkan saya, ini Bukan karna sepenuhnya saya Masuk dungeon, tetapi ini karna Kedua orang ini!” Menujuk ke Hallen dan Harley Lee Kyungso yang membuat wajah Penakut dengan adiknya itu menunjuk tegas ke Harley dan Hallen.
Harley hanya bisa mendesah dengan rasa bersalah dan Membiarkan Hallen mengurus Semuanya.
__ADS_1
Ketika Lee Mina yang tampak kesal itu memadang Hallen, dia memandang dengan Rasa penuh penasaran nya dan hallen juga hanya bisa mendesah dan menatap Harley dengan kesal.