
Menatap Harley dengan serius Lee Kyungso dengan wajah Bingung dan serius menatapnya dengan mata yang terbuka lebar.
“Jadi apa yang akan kau lakukan?” Tanya Harley.
Lee Kyungso yang serius menutup matanya dan menghela nafas.
“Baiklah aku akan Setuju, tetapi aku ingin melihat kekuatan mu dengan jelas bagaimana?” Ungkap Lee Kyungso yang menatap dengan kedua matanya dan kedua tangannya yang menopang tubuh di kedua paha nya.
“Tidak masalah, sebelum itu aku ingin bertanya seberapa kuat rank Tertinggi saat ini?” Tanya Harley dengan serius.
“Rank tertinggi? Rank tertinggi seingatku terdapat 13 Orang dan rank itu adalah Rank S” ungkap Lee Kyungso.
“Tidak, yang aku tanya adalah seberapa kuat mereka? Apa yang bisa di lakukan rank S?”ungkap Harley yang berpikir.
“Hah?…. Tentu saja mereka setingkat bencana dan mungkin bisa menyebabkan kerusakan parah di setiap area pertempuran, mungkin Menghancurkan satu Gunung dapat dengan mudah mereka lakukan”
Harley sedikit mengerut dan dia bersandar lagi dengan kedua tangannya di atas sofa.
Dia tampak terlihat malas dan juga sesekali berpikir dengan tangan di dagunya.
Sudah menjadi kebiasaan Untuk Harley berpikir dengan tangan di dagunya jadi dia akan dengan tenang melakukan hal itu ketika dia berpikir.
Ketika Lee Kyungso menunggu jawaban Harley dia menatap serius dan sesekali mengeluarkan keringat yang terasa begitu mencekam.
“Besok pagi kita akan Melakukan Test nya anda bisa melihat Kekuatan saya jika anda ragu tapi setelah itu apa yang akan kita lakukan? Apa yang biasanya Hunter lakukan?” Harley tampak sedikit bingung dia menggaruk rambut hitamnya itu dengan bingung merasa sedikit pusing dan menatap Lee Kyungso yang terdiam membeku itu.
“A-apa yang kau maksud? Apa kau benar-benar tidak tahu apapun? Apa kau tinggal di sebuah dunia lain sampai-sampai kau tidak tahu apapun?” Lee Kyungso tampak berteriak dengan Bingung membuat Hallen dan Lee Mina berbalik menatap Lee Kyungso.
“A-ada apa kak?” Lee Mina tampan Khawatir dia bertanya dengan serius ke Lee Kyungso.
“E-eh… itu… tidak ada apa-apa hanya beberapa kejutan kecil” lee Kyungso tampak sedikit tertawa menggaruk belakang kepalanya dan Hallen serta lee Mina yang tampak bingung itu juga hanya bisa mendesah dan merasa lega.
“Ah …dan tambahan lain aku juga tidak memiliki uang, senjata, atau bahkan ponsel” ketika Berpikir lagi Harley dengan tenang mengucapkan kata demi kata itu seakan-akan itu bukanlah hal yang penting dan membuat Lee Kyungso berteriak lagi.
__ADS_1
“Apaaaaaaa!”
Teriakan nya cukup kencang di malam hari yang indah itu membuat Hallen dan Lee Mina menatap nya lagi dengan serius.
“Apa kau bercanda? Apa yang kau lakukan sekarang!” Lee Kyungso tampak marah merasa dia di tipu sesuatu yang aneh di kepalanya dengan keras.
Harley tampak acuh tak acuh ,dia dengan tenang menatap ke arah Langit yang tampak indah dari sebuah jendela itu dengan tenang.
“Apa yang akan kau lakukan Hey?” Tanya Lee Kyungso lagi dengan serius.
“Bukankah itu tugas anda sebagai manager? Apa kau punya pedang? Aku tak membutuhkan hal lain seperti Ponsel dan beberapa benda lainnya, selama aku memiliki pedang maka itu tak perlu di khawatirkan.” Ungkap Harley.
Lee Kyungso merasa semuanya sangat tidak masuk akal dan memegang pelipis nya dengan kedua Tangannya.
“Ahhhhhh, baiklah-baiklah mari kita bicarakan besok sebaiknya kita tidur” ungkap Lee Kyungso yang menaikkan kacamata nya itu dengan kesal.
“Mina mari tidur” mendorong Mina dengan rasa kesal, mood nya yang kacau itu sedikit membuat Mina bingung dan bertanya tanya tetapi dia hanya bisa mendesah.
“Apakah ada masalah kak?” Tanya Mina yang menatap Lee Kyungso .
Ketika dia telah selesai mengantar mina dia keluar dari kamar mina mengucapkan selamat malam dan pergi.
“Ini adalah kamar anda, apakah kalian ingin tinggal berdua atau memiliki kamar terpisah? Saya hanya memiliki dua kamar jika anda ingin terpisah maka itu akan menjadi Full untuk semua kamar.” Ungkap Lee Kyungso.
Harley menatap Lee Kyungso yang tampak Lemah itu dan hanya menghela sedikit nafas dan berkata dengan suara lemah.
“Saya akan tinggal bersama.” Ucap harley.
Hallen tidak menjawab tetapi tersenyum membuat wajah cantiknya tampak begitu anggun.
“Baiklah , kita akan bicarakan lagi di pagi hai berikutnya” ketika Lee Kyungso yang kesal itu memiliki senyum yang kesal dan marah dia masuk dengan Pikiran rumit ke kamarnya.
Sekarang hanya 3 kamar yang tersisa menyisahkan 1 kamar yang Kosong.
__ADS_1
Harley dan Hallen juga masuk ke kamar yang di tunjuk dan dia mereka dengan tenang masuk ke kamar itu.
Di sisi lain ,di dalam kamarnya sendiri Lee mina yang terdiam berbaring di ranjang menatap langit kamarnya yang gelap.
Dia mempunya wajah yang tampak sedih dan kusam memasang wajah cemberut.
“Kakak…. Apakah kakak tidak mengalami hal baik di Test Hunter? Dia tidak bicara tentang hasil test nya setelah pulang” dia sangat bingung dan mengingat wajah kakanya lagi yang tampak murung itu dan kembali ikut murung dan sedikit putus asa.
“Andai… andai saya bisa membantu kakak, saya tidak ingin seperti ini, saya tidak mau menjadi beban untuk kakak” wajahnya murung dan memiliki sedikit ekspresi yang begitu kesal.
“Kakak…. Maafkan Mina” ketika dia tertidur beberapa tetes air matanya mengalir dengan lembut dari matanya itu dan dia dengan cepat tertidur lelap.
…….
Di kamar yang Cukup terang Lee Kyungso menatap dan terbaring di ranjangnya menatap kamar nya yang gelap dan menoleh untuk melihat sebuah Kaleng celengan yang terbuat dari sebuah Burung indah berwarna Kuning cerah.
“Apakah aku harus membukanya?” Ketika dia berpikir dia terkadang merasa ragu dan tidak yakin tetapi perasaan yang di bawa oleh pria itu selalu membuatnya merasa aneh seakan akan dia bertemu seseorang Makhluk yang terlampau hebat.
Bukan perasaan inferior dan takut.
Bukan juga perasaan kagum dan Tekanan hebat tetapi perasaan yang di bawa olehnya terasa seperti membawa semua perasaan Yang tak terkalahkan.
Seperti dapat melakukan apapun bahkan tatapannya saja membuat dia terkadang takut dan juga ucapannya seakan-akan sangat berharga dan hebat.
Ketika berpikir lagi dia menghela nafasnya dengan rasa kantuk yang meluap dari tubuhnya dan menguap lemah dan menutup mulutnya lalu tertidur.
Di kamar Harley.
Wajahnya yang tampak Anggun itu melihat keluar dari jendela di kamar itu .
Karna ini bukan lantai dua, ini tidak memiliki banyak pemandangan yang bisa di lihat tetapi karna rumah Lee Kyungso termasuk jauh dari banyak rumah lainnya dan termasuk dataran tinggi dia bisa melihat beberapa hal dan langit yang indah.
Meski melihatnya aneh dari jendela lantai bawah tetapi Dia bisa melihat langit berbintang dengan jelas.
__ADS_1
Bintang yang mempesona dan langit gelap serta bulan indah yang bersinar.
Merasa sangat Banyak pikiran yang melintas hembusan angin mendorong beberapa pakaian dan kerah kemeja nya, lalu rambut hitamnya juga terangkat oleh angin yang kencang dengan mata biru yang terlihat sangat mempesona itu menatap langit malam.