
Duduk diam Wanita yang tampak Anggun dengan rambut Hitam nya itu menatap Lee Kyungso yang berada di arena dengan serius.
Ketika 3 panah itu di tembakan dengan Lee Kyungso semua perhatian peserta di tarik ke panah yang melancar itu.
Tanpa mana dan kekuatan yang cukup panah itu hanya akan menjadi panah yang terbang dengan kekuatan fisik yang lemah dan tarikan panah yang di tembakan.
Ketika semuanya memandang Goblin menjadi semakin kacau, mereka membuat perlindungan dengan Tongkat kayu mereka.
3 panah itu dengan cepat melayang ,mereka tidak bisa memahami bagaimana dia bisa menembakan panah itu dengan serius tetapi melihat hal itu beberapa juga penasaran apa yang Lee Kyungso akan lakukan.
Meski dia menembakan 3 panah sekaligus dan 4 panah pun akan tetap percuma karna Goblon dengan mudah akan menahan panah itu.
Ketika semuanya menarik perhatian ke panah Lee Kyungso yang tidak banyak di perhatikan mengamb panah lagi tetapi tidak menaruh di busurnya.
Dia berjalan lalu lari dengan panah di tangannya itu dan memegang dengan erat ujung nya yang lancip.
Semua peserta termasuk wanita berambut Hitam Yang penasaran itu menatap Lee Kyungso dengan rasa antusias nya dan melihat dia lari dengan kuat membawa anak panah di tangan kanan nya.
Harley yang memandang itu dengan kedua mata di tutup sedikit tersenyum merasa keberanian Lee Kyungso jauh lebih kuat dan hebat.
Ketika Hallen memandang Lee Kyungso itu yang berlari dia sangat Bingung tetapi tetap fokus.
“Apa yang dia coba lakukan?” Beberapa peserta bertanya dengan serius.
Ketika ketiga panah itu meluncur dan mendarat di banyak Tongkat Goblin Lee Kyungso yang berlari sudah berada dekat di depan goblin tanpa di sadari goblin-goblin itu.
Dia membuang Busur nya mengambil satu anak panah lagi dan berlari membelakangi Goblin dan menusuk dua goblin tepat di jantung mereka .
Dua goblin tewas dengan cepat tetapi ketika dia berusaha melihat ke sisi lainnya goblin yang telah siap itu mulai menyerang Lee Kyungso.
Tatapannya menjadi beku tetapi dia dengan usaha kerasnya berlari menghindari satu Tongkat Kayu besar.
__ADS_1
Ketika dia dengan cepat mulai bersiap satu Tongkat kayu melayang ke arah belakang kepalanya tanpa dia sadari.
Melihat hal itu Lee Kyungso yang merasa berbahaya menoleh hanya untuk melihat Tongkat kayu itu tepat di depan matanya.
Kacamata besarnya bergetar tetapi tongkat Goblin itu dengan cepat terhenti.
Pengawas Test itu dengan cepat muncul menahan tongkat itu dengan satu tangannya dan membunuhnya dengan sanbat cepat.
Lee Kyungso yang memiliki keringat di wajah nya sedikit terkaget dan wajahnya menatap dengan penuh rasa kesal menatap hal itu.
“Test anda Telah berakhir Peserta Lee Kyungso,maaf anda tidak Lulus” ketika Pengawas berjalan menatap Lee Kyungso pengawas itu memiliki ekspresi serius dan juga fokus.
Lee Kyungso dengan rasa kesalnya hanya berdiri dengan frustasi dan berjalan pergi keluar dari Platform.
[ Peserta Selanjutnya Ellerd Harley Silahkan Masuk ke Arena]
Di sisi lain wanita berambut Hitam dengan mata seriusnya menatap Lee Kyungso yang jalan dengan penuh tatapan ejekan dari beberapa Peserta lainnya.
Ketika Lee Kyungso berjalan dia dengan rasa kesal nya mengepalkan tangannya.
Wanita berambut Hitam yang duduk dari jauh sedikit menghembuskan nafas dan duduk dengan santai.
“Sayang sekali gerakannya telah bagus tetapi Kekuatannya terlalu lemah, Tapi mungkin dia akan menjadi Peserta yang bagus, apa aku harus merekrutnya?” Ketika berbicara dan berpikir dengan pelan senyum licik kecil tersembunyi di balik wajahnya dan dia dengan tenang menatap peserta selanjutnya berjalan.
Ketika berjalan di Arena yang besar Harley turun dengan kedua mata tertutupnya itu melangkah ke Jajaran alat demi alat yang sangat banyak.
“Silahkan Pilih senjata anda” melihat pengawas yang serius yang menatap Harley , Harley terdiam tanpa ekspresi tetapi menatap senjata demi senjata di depannya.
‘Senjata ini terlalu Buruk’ menatap dengan lembut Harley mulai membuka matanya dengan pelan melirik senjata satu demi satu tetapi hanya bisa mendesah dan mengambil pedang dengan acuh tak acuh.
Ketika pengawas menatap Harley dia menyipitkan matanya melihat Harley yang tampak berbeda dengan beberapa Peserta lainnya.
__ADS_1
“Silahkan naik” ketika dia Menyuruh Naik dia menunggu di bawah dengan tenang mengawas peserta seperti biasanya.
Harley tidak menjawab tetapi naik dengan tenang ke Arena.
Ketika arena yang besar Terlihat semua perhatian menuju Harley terutama pengawas beberapa peserta lainnya dan wanita Berambut hitam yang tampak sedikit mencolok itu.
Pedang abu-abu yang sedikit karatan itu turun di samping Kaki kanan Harley dan dia memegang pedang itu dengan tangan kanan nya.
Ketika meregangkan dan menebas udara dengan gaya dan pola yang Unik dia kembali memegang pedang itu di bawah Tanah mengarahkan Ujung pedang Lancip ke Tanah karatan dan beberapa Tebasan bekas pertarungan.
“Baiklah bersiap!”
Ketika pengawas berbicara Harley mengangguk dan dia masih menatap berdiri seolah acuh tak acuh.
Di kejauhan Hallen menatap penuh mata berbinar melihat harley memegang pedang nya denban tangan kanan dan melihat dia mengibas pedang itu dengan sangat elegan.
“Ahh!! Keren! Kamu keren sekali Sayanggg!!!” Memasang wajah yang memerah dia menatap dengan malu-malu melihat Harley dengan pedang di tangannya itu.
“Aku bisa melihat Harley menggunakan pedang lagi! Bukankah ini keindahan yang hebat?! “Ketika wajah malu-malunya itu menjadi lebih gila lagi dia menatap dengan kedua matanya dan wajahnya di tutupi Telapak tangannya.
Wajahnya yang merah itu tersembunyi di balik tangannya dia menatap penuh senyum tersembunyi dan wajah gembiranya yang tampak imut itu dengan rasa malu-malu dan campuran Ekspresi malu dan semangatnya benar-benar mempesona dengan indah.
“Aku harus mengabadikan ini! Sayang semangatt!!” Ketika dia berteriak dalam suara kecil tidak ada yang bisa mendengar suara Hallen itu dan dia benar-benar tampak bersemangat dengan penuh percaya ketika berteriak seakan akan menyemangati Harley.
Suara itu tidak terdengar tetapi hanya gumaman kecil penuh semangat dari Hallen.
Harley yang memegang pedang kembali sedikit merasa aneh tetapi dia menatap Proyeksi goblin dan Kekuatan energi yang telah dia lihat dari tadi.
“Teknologinya benar-benar indah.”
Ketika Goblin Mulai terbentuk matanya menyipit tetapi melihat energi yang membentuk semacam Proyeksi asli dengan Kekuatan Mana Yang hebat.
__ADS_1
“Jadi begitu? Dia membuat Goblin dengan Kekuatan Mana di campur dengan Lingkaran Sihir Ilusi dan Kesadaran jejak Monster Goblin itu sendiri?”
Ketika merasakan perasaan yang menakjubkan Harley sedikit tersenyum dan pedang di tangan Kanannya Mulai bergerak dengan tenang.