
Karna Para Hunter tidak terlalu peduli dengan Test Hunter seperti Test Umum tanpa kekuatan, itu tidak sepenuhnya menghilangkan Bahwa Kemungkinan Hunter berbakat akan Muncul.
Karna Test awal adalah Test Murni tanpa kekuatan dan Mana.
Para Orang yang mengikuti test itu rata-rata belum terjun ke dunia Hunter dan melawan Monster, jadi meski banyak Informasi di internet Hal seperti melawan dan berhasil mengalahkannya dalam waktu 5 menit juga bagian dari bakat dan kemampuan yang hebat yang di miliki Orang beberapa Orang berkemampuan.
Karna Melawan Monster membutuhkan Keberanian dan Keakuratan kekuatan, Itu benar-benar menjadi test yang baik bahkan meski itu proyeksi, kekuatannya hampir sama dan persis dengan Para Monster yang asli.
Semua orang kembali bertanya-tanya, tetapi Harley dan Kedua orang di sampingnya telah menghilang dengan sangat Cepat.
Kim jungkoo masih berdiri di sisinya dan Ahn Ahyoung yang Bingung mulai mendekat ke arahnya.
“Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau melakukan itu, anda tidak perlu melakukan itu.” Ahn ahyoung berbicara tetapi dia masih melihat Kim Jungkoo yang menunduk dengan Bingung dan beberapa getaran di tangannya.
“Hey?….” Melihat dengan Bingung Ahn Ahyong mengangkat Wajah Kim Jungkoo yang berkeringat dingin dan pucat itu.
“Apa?…. Apa ada masalah?” Dia bertanya dengan Bingung tetapi Kim Jungkoo yang mentapnya dengan lemah itu tidak menjawab.
Beberapa Orang dan Guild mulai dengan serius saling berbicara dan Wakil Guild Secret Of Sword Juga memandang Harley yang sebelumnya pergi dengan serius.
“Cari informasi tentangnya.” Ketika Wakil Guild Secred Of Sword berkata ke Asisten Wanitanya yang ada di sampingnya itu dia menatap dengan serius ke Harley yang sebelumnya pergi dan Menyipit dengan serius dengan ketertarikan yang dalam.
Semua orang juga mulai pergi termasuk Kim Jungkoo dan juga Ahn ahyoung.
…….
“Kenapa kau baru bilang kepadaku? Apakah itu benar? Apakah kau benar-benar menyelesaikannya dalam 5 Menit?” Dengan wajah serius Lee Kyungso membuat wajahnya berada di dekat Harley itu lalu menatapnya dengan serius.
“Ya itu benar, tapi apa penting nya?….” Harley yang mendengat itu menggaruk Kupingnya dengan acuh tak acuh dan berjalan dengan langkah yang santai.
__ADS_1
“Bagaimana itu bisa tidak penting! Anda akan menjadi perhatian seluruh dunia Hunter! Bahkan akan banyak orang-orang yang merekrut dan memusuhimu, sebagai managermu bagaimana saya tidak khawatir? Bagaimana jika anda mati! Anda bahkan belum menepati janji anda!” Ketika berkata dengan nada yang sedih Lee Kyungso merasa lesuh dan wajahnya sepucat Orang yang bahkan tidak Makan selama sebulan.
“Anda benar-benar membuat saya tidak habis pikir, apa-apaan wajah mati itu? Apa kau ingin membuat semua orang kaget dengan wajah mu?” Harley yang mencibir itu memukul kepala Lee Kyungso dan mendesah dengan serius.
“Baiklah kau bilang kau ingin membangkitkan dan menjadi Hunter bukan? Kalau begitu mari pergi ke tempat untuk melatihmu dulu.” Ungkap harley yang tersenyum.
“Orang ini terlalu bodoh bahkan dia benar-benar selalu Bodoh di setiap tempat , bagaimana dia bisa hanya memikirkan dirinya sendiri?…” harley merasa kesal tetapi menikmatinya juga.
“Kemana kita akan pergi? “ tanya Lee Kyungso
Harley terdiam sejenak dan tertawa dengan Bodoh.
“Saya tidak tahu , dimana anda biasanya pergi ?…” ketika Bertanya dengan Bingung Harley yang Terlihat bodoh itu benar-benar membuat Lee Kyungso pusing dan hanya bisa membawa mereka berjalan pergi dari Kota itu.
……..
Di gudang kosong.
Bahkan rumput telah merambat ke Beberapa bagian bangunan dan Warna Abu-abu bangunan itu telah rusak dengan banyak karatan-Karatan dan coretan yang Buruk.
Berjalan di lorong yang besar rak demi rak terlihat dengan warna hitam yang sangat jelek dan kotor.
Beberapa Kardus dan bahkan barang-barang tang busuk ada di mana-mana.
Ketika berjalan cukup jauh ke Pintu besar Area yang cukup luas dan bersih terlihat.
Di sana terdapat Jarak demi jarak Papan Panah yang di siapkan entah itu Papan Panah yang bergerak dan diam.
Anak Panah juga terlihat yang di Buat dengan Anak panah kayu dan besi tipis di Ujung nya.
__ADS_1
Dan beberapa Busur yang tampak bersih tetapi Terlihat Buruk terlihat
Semua perlatan di sini sangat terbatas tetapi Hal-hal yang berkaitan dengan Panah semuanya ada
Harley yang melihat itu terdiam dengan rasa penasaran dan mengambil Anak Panah yang di buat dari kayu itu.
“Tidak Buruk tetapi juga tidak bagus.” Ungkap harley yang memegang Anak panah itu.
“Saya membuat semua ini sendiri dengan Akat terbatas jadi saya hanya bisa melakukan seperti itu.” Ketika Lee Kyungso berkata dia tampak tersenyum dengan lembut tetapi ekspresinya tampan sedih dan kusam
Mau bagaimanapun Karna Kemiskinan mereka dia harus hidup berhemat dan dia bahkan terus berjuang setiap hari untuk berlatih memanah hanya untuk membangunkan Bakat Dan Sistemnya.
Tetapi setelah terus dan terus mencoba bahkan dia tidak bisa melakukannya dan gagal dengan Jumlah yang cukup banyak.
Harley melihat Lee Kyungso berwajah sedih itu mengerut dan mendesah Karna merasa Orang ini tidak memiliki Semangat sama sekali.
“Pertama anda Kalah karna anda lemah, kedua metode anda dalam Melakukan Panah terlalu Ceroboh tetapi itu juga Pujian karna anda berani mencoba hal baru, ketiga Anda tidak kurang dalam Skill, tetapi anda hanya kurang dalam kekuatan.”
Ketika Harley menyeringai dia memegang Panah itu dan melemparkan Anak panah itu ke Tempat Papan sasaran yang bergerak.
Ketika Panah itu melesat cepat itu tepat mengenai titik kecil di Papan Sasaran itu membuat Lee Kyungso tercengang dengan bingung.
Hallen di sisi lain yang memandang itu tersenyum membawa Perasaan lain yang jauh di dalam hatinya.
“Sangat bagus!! Saya bisa melihat suami saya mengajar dan menggunakan Panah! Ini benar-benar keajaiban!” Ketika dia girang dengan Pikirannya dia tersenyum-senyum sendiri dengan rasa Sayang yang berlebihan nya itu.
Lee Kyungso yang menatap itu terdiam menunjuk dengan Ekspresi ternga-nga dan terdiam dengan Pucat.
“B-bagaimana kau bisa melakukan itu?” tanya Lee Kyungso.
__ADS_1
“Apakah anda selalu suka bertanya? Kenapa anda tidak mencari jawabannya sendiri dan mencoba nya?”ketika Harley berkata ,dia menunjuk ke Busur besar dari kayu itu dan dia menatap Lee Kyungso dengan percaya diri selayaknya Guru yang siap untuk mengajar dengan serius.
“Ugh…. B-baiklah” menelan air liur nya Lee Kyungso mengambil Busur besarnya dan Harley yang menatap itu tersenyum dan menyeringai ketika dia beberapa Kali memikirkan Hal-hal yang ingin dia lakukan selanjutnya.