
Sesampainya di rumah, Azura merasa lapar. Ia meminta Mamahnya untuk memasak makanan untuknya.
Ketika Mamah pergi menuju dapur, tiba-tiba kepala Azura merasa pusing. Kemudian, Azura memutuskan untuk tidur sebentar di kamarnya.
30 menit kemudian...
Tok! Tok! Tok!
Pintu diketuk oleh Mamah Azura, lalu ia membuka pintu kamar Azura. "Azura, ayo makan dulu!"
Azura membuka matanya. "Mah, ada obat sakit kepala gak?"
"Kamu lagi sakit ya? Ya udah kalau gitu Mamah pergi ke apotek dulu ya," ujar Mamah sambil pergi.
Azura bangun dan ia pergi ke ruang makan, karena ia sangat kelaparan. Ketika sedang memakan masakan
mamahnya, Azura mendengar suara mobil dan tentu saja itu mobil Papahnya.
"Papah pulang!" teriak Papah, lalu ia menghampiri Azura
"Pah, temen-temen Azura diantar sampai rumah, kan?"
"Iya. Papah antar mereka sampai rumah kok."
Lalu, Papah sambil duduk dikursi untuk menemani Azura makan.
"Azura, sebenarnya kamu kemarin kemana sih?"
"Azura juga gak inget, Pah. Yang Azura inget itu waktu Azura ngambil minum di dapur, terus
setelahnya gak ingat apa-apa."
"Katanya kamu ke taman malam-malam sama Asyifa."
"Iya kali, Pah."
...****************...
Malam hari
Handphone Azura terus berbunyi, lalu ia membuka ponselnya untuk melihat pesan dari grup chat-nya.
...[Group Chat]...
Asyifa :
Ra, lo beneran gak apa-apa, kan?
Lalu, Azura membalas pesan tersebut.
^^^Azura :^^^
^^^lya, gak apa-apa^^^
^^^Kamu kenapa sih nanya keadaan aku mulu?^^^
Asyifa :
Soalnya kan aku itu orang terakhir yang bareng kamu, jadi aku takut kalau kamu kenapa-napa.
Felly :
Sebenarnya kamu itu kemana sih?
^^^Azura :^^^
^^^Aku juga gak tahu. Bangun-bangun aku udah ada di^^^
^^^taman.^^^
Asyifa :
Kejadian terakhir kali yang kamu inget apa?
^^^Azura :^^^
__ADS_1
^^^Aku ingat waktu aku lagi ke dapur.^^^
Asyifa :
Kamu gak ingat waktu kamu ngajak aku ke taman?
^^^Azura :^^^
^^^Enggak, aku gak ingat.^^^
Felly :
Apa jangan-jangan beneran lagi kalau kamu diculik makhluk halus.
Widya :
Tapi menurut aku sih dia dibius sama orang.
Felly :
Kalau misalnya dia diculik terus dibius, buat apa dia
dikembalikan lagi?
Widya :
Siapa tahu dia macam-macam sama Azura, habis itu kamu dikembalikan ke taman.
^^^Azura :^^^
^^^Ih! ya enggak lah! Enak aja kalau ngomong!^^^
Widya :
Ya kan siapa tahu dia cuma pake kamu doang.
^^^Azura :^^^
^^^Lo apa-apaan sih, Wid!^^^
Widya :
Karena kesal dengan Widya, akhirnya Azura mematikan ponselnya.
Tok! Tok!
Azura segera membukakan pintu kamarnya. Ada apa, Mah?
"Obatnya udah dimakan lagi belum?" tanya Mamah, lalu Azura menjawab belum.
Ya, semenjak kejadian tadi, Azura merasa pusing. Makanya Mamahnya menyuruhnya untuk memakan obat.
"Ya udah makan lagi, biar cepat sembuh," kata Mamah.
"Iya, nanti Azura makan kok obatnya."
Mamah menyadari bahwa Azura sedang memikirkan sesuatu. Jadi ia bertanya tentang hal itu. Kemudian, Azura memberitahu bahwa sekarang ia sedang ketakutan. Azura takut jika ia hilang itu karena Azura diculik, lalu ia dilecehkan oleh penculik yang menculiknya.
"Kamu gak boleh ngomong gitu, Azura."
"Tapi kalau misalnya orang itu beneran ngapa-ngapain Azura gimana, Mah?"
"Udah lebih baik jangan mikirin itu. Lebih baik sekarang kamu makan obat, terus habis itu tidur."
Dengan begitu, Azura menuruti ucapan Mamahnya. Karena dengan ia beristirahat, siapa tahu ia akan melupakan hal yang dialaminya saat di desa.
...****************...
"Azura!" panggil seseorang.
Lelaki berwajah tampan itu mendekati Azura. "Kamu masih ingat aku?"
Azura menatap lelaki itu. "Dillon?"
"lya, aku Dillon."
__ADS_1
Dillon menanyakan kabar Azura dan sebaliknya, Azura menanyakan kabar Dillon.
Mamah membangunkan Azura. "Azura bangun!" spontan Azura membuka matanya saat mendengar suara Mamahnya.
"Ayo sarapan! udah siang loh ini," kata Mamah.
Azura bangun dalam posisi duduk. "Azura mau mandi dulu deh, Mah."
"Ya udah nanti kalau udah mandi, kamu langsung makan ya," ujar Mamah, lalu ia segera keluar dari kamar Azura.
Azura masih memikirkan mimpi tadi.
Dillon? Azura seperti pernah mendengar nama itu. Tapi siapa itu Dillon? bahkan dari tk sampai kuliah, Azura tidak memiliki teman lelaki bernama Dillon.
Daripada memikirkan hal yang tidak penting, akhirnya Azura pergi menuju kamar mandi.
...****************...
Selesai mandi, Azura langsung pergi menuju ruang makan untuk sarapan. Saat menikmati makanan, tiba-tiba sahabat-sahabatnya mengirim pesan di grup.
Dan saat pesan itu dibaca, ternyata Felly mengajak semuanya untuk pergi ke cafe. Karena rasanya kurang afdol jika liburan hanya di rumah saja.
Namun sayangnya, Widya tidak bisa main dikarenakan dia akan pergi ke rumah saudaranya. Maka dari itu, hanya Azura, Asyifa dan Widya saja yang pergi ke cafe.
Azura berteriak memanggil Mamahnya. Tak lama, Mamah datang menghampiri Azura. "Iya, kenapa?"
"Mah, Azura mau pergi ya."
"Mau kemana? Mamah anterin ya, soalnya takut kamu diculik lagi."
"Gak usah, Mah. Lagian Azura cuma ke cafe."
Mamah berkata jika ada apa-apa, Azura harus langsung menelpon Mamah. Dan Azura mengiyakan perkataan Mamahnya.
Setelah itu, Azura memakan sedikit makanan yang ada di meja, karena pasti di cafe ia akan makan juga. Kemudian, ia pergi menuju kamarnya.
Setelah di kamar, Azura segera memasukan ponsel dan dompetnya kedalam tas. Sesudah itu, Azura mengambil kunci mobil.
Azura menghampiri Mamahnya. "Mah, Azura berangkat dulu ya."
"Makanannya udah dihabiskan?"
"Belum. Tapi Azura tadi makan sedikit kok. Soalnya kan di cafe Azura pasti makan. Jadi kalau disini makan, nanti disana Azura pasti kekenyangan."
Tidak ingin berlama-lama, akhirnya Azura pamit kepada Mamahnya.
Ketika hendak keluar, Azura berpapasan dengan Papahnya. "Kamu mau kemana?"
Azura menjelaskan bahwa dirinya akan pergi ke cafe bersama sahabat-sahabatnya.
Papah ingin mengantarkan Azura ke cafe. Namun Azura melarangnya, karena Azura merasa kalau dirinya sudah sembuh total.
"Nanti kalau ada apa-apa telepon Papah atau Mamah aja ya," kata Papah.
"Iya, Pah."
Dengan melihat kekhawatiran Mamah dan Papah, membuat Azura merasa bersyukur mendapatkan kedua orang tua yang sangat perhatian seperti mereka.
"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya, Pah. Soalnya takut sahabat-sahabat aku nunggu terlalu lama."
"Hati-hati ya bawa mobilnya."
"Iya, siap."
Azura segera menaiki mobilnya. Lalu ia dengan hati-hati melajukan mobilnya.
Skip
Sesampainya di cafe, Azura langsung menyisir rambutnya dan tak lupa ia memakai lip tint terlebih dahulu agar ia tidak kelihatan pucat.
Ya, di mobil Azura memang disediakan beberapa makeup agar ia terlihat cantik saat pergi kemanapun. Setelah selesai berdandan, Azura langsung turun dari mobil.
Saat Azura masuk kedalam cafe, tiba-tiba seseorang menabrak Azura hingga Azura hampir terjatuh.
BRUK!
__ADS_1
"Dillon," gumam Azura.