
Sesampainya di rumah, Azura dan Dion langsung turun dari mobil. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Azura. Ya, dia adalah Asyifa, dia datang ke rumah Azura karena ia ingin menginap.
"Loh! kamu kenapa gak masuk aja kedalam?"
"Soalnya aku malu, jadi aku tunggu kamu aja sampai kamu datang," kata Asyifa.
"Oh iya, Dion. Kenalin ini Asyifa, dia yang dm kamu waktu itu."
"Iya, aku tahu kok," kata Dion.
Setelah itu, Dion pamit kepada Azura, lalu ia segera pergi dengan mengendarai mobilnya.
"Bukannya Mamah kamu ikut ya?" heran Dion.
"Iya. Tapi mamah udah pulang duluan, makanya aku pulang sama Dion."
Asyifa tersenyum sambil memicingkan matanya, ia merasa ada hubungan spesial diantara Azura dan Dion.
"Kenapa sih?"
"Gak kenapa-napa kok."
"Ya udah ayo masukin motornya," sih Azura.
Setelah Asyifa memasukan mobil, lalu dia dan Azura masuk kedalam rumah.
"Loh! ada Asyifa," ujar Papah.
"Iya, Pah. Soalnya Asyifa pingin nginep disini. Boleh, kan?"
"Ya boleh lah," kata Papah.
Azura mengajak Asyifa untuk masuk kedalam kamarnya.
Sesampainya di kamar, Azura langsung menghapus makeup dan mengganti pakaiannya.
"Kamu mulai suka ya sama Dion? sampai-sampai makeup sama pakai dress kayak gitu," kata Asyifa.
"Enggak kok! aku pakai makeup sama pake dress itu karena disuruh sama mamah."
"Tadi selama diperjalanan ngapain aja?" tanya Asyifa, karena tidak mungkin mereka berdua hanya diam saja.
"Cuma ngobrol-ngobrol biasa kok."
Trining! Trining!
Handphone Azura dan Asyifa bunyi bersamaan, karena terdapat panggilan video call dari Widya.
Karena Azura dan Asyifa berada ditempat yang sama, jadi Azura mematikan panggilan tersebut.
"Ada apa?" tanya Asyifa.
"Aku besok pulang ke rumah," kata Widya.
Tiba-tiba, seseorang mengirim pesan kepada Azura. Ya, dia adalah Dion. Saat di perjalanan pulang, Azura memang memberikan nomer teleponnya kepada Dion karena bagaimanapun dia adalah anak temannya mamah.
Dipesan tersebut, Dion mengajak Azura jalan-jalan di esok hari, tepatnya di sore hari.
"Ra, besok sore mau ikut gak?"
"Kemana?"
Asyifa menghela nafasnya, ia kira Azura mendengarkan pembicaraan Asyifa bersama sahabat-sahabatnya yang lain, tapi ternyata Azura fokus pada ponselnya.
__ADS_1
"Ke waterpark. Tapi kita juga mau ajak pacar-pacar kita."
"Kayaknya aku gak bisa deh, soalnya pasti aku dicuekin."
"Kita gak akan cuekin kamu kok."
Ya, sahabatnya selalu berkata seperti itu. Tetapi kenyataannya saat Azura ikut, Azura pasti tidak dianggap oleh mereka.
"Aku gak bisa, soalnya aku udah ada janji sama Dion," ucap Azura asal, padahal ia tidak mengiyakan ajakan Dion.
"Ya udah kalau gitu ajak aja Dion."
"Enggak! dia orangnya introvert, jadi pasti dia gak mau kalau banyak orang."
"Coba aja chat dia, siapa tahu dia mau."
Trining! Trining!
Tiba-tiba Dion menelpon.
Azura terheran-heran, karena ini sebuah kebetulan yang tidak wajar.
"Siapa?" tanya Asyifa.
"Dion."
Asyifa menyuruh Azura untuk buru-buru mengangkat panggilan telepon. Dengan terpaksa, Azura menjawab telepon tersebut.
"Ada apa?"
"Jadi gimana? besok bisa gak?"
Tanpa aba-aba, Asyifa langsung merebut ponsel milik Azura dan tidak lupa ia mengaktifkan loudspeaker akan Azura bisa mendengar percakapannya.
"Dion, besok aku, Azura dan yang lainnya mau ke waterpark. Kamu mau ikut gak?" tanya Asyifa.
"Ya boleh lah."
Dion mengiyakan ajakan Asyifa, karena sejujurnya ia ingin akrab dengan teman-temannya Azura.
Azura kembali mengambil ponselnya. Sejujurnya ia senang karena Dion juga ikut, tetapi ia takut jika dia akan risih. Secara sahabat-sahabatnya Azura begitu cerewet.
"Dion, aku tutup dulu ya teleponnya. Soalnya aku ngantuk banget."
"Good night, semoga mimpi indah."
Seketika pipi Azura merona karena ia sedang salah tingkah. Biasanya yang mengucapkan kata itu adalah yang menjadi pacarnya, namun kali ini yang mengucapkan kata itu adalah seorang lelaki yang baru kenal dengannya.
"Katanya mau tidur, tapi kok gak dimatikan teleponnya," kata Dion. Kemudian, Azura buru-buru mematikan teleponnya.
"Cie...diucapkan selamat malam oleh Dion."
Azura menahan senyumnya. "Berisik!"
"Pasti salah tingkah tuh," sindir Asyifa.
Kini Azura tersenyum karena ia benar-benar salah tingkah, setelah itu ia melemparkan bantal karena Asyifa terus menggodanya.
"Tuh kan senyum. Pasti mulai ada benih-benih cinta tuh."
"Nyebelin!"
"Aku kasih tahu yang lain ya, biar mereka tahu kalau sahabatnya lagi jatuh cinta."
__ADS_1
Azura tidak menghiraukan perkataan Asyifa, karena ia sangat mengantuk. Dan tak lama, Azura mulai tertidur.
Azura sendiri memang gampang sekali untuk tidur, mungkin butuh 2 menit untuknya untuk bisa tidur.
...****************...
Keesokan paginya, Asyifa membangunkan Azura karena ternyata sahabat-sahabatnya mengganti jadwal, yang tadinya sore hari, menjadi pagi hari.
"Kenapa sih?"
"Katanya waktu sama tempatnya diubah."
Azura yang masih belum mengumpulkan nyawa hanya bisa melamun sambil mendengarkan ucapan Asyifa.
"Katanya kita main di vila pacarnya Felly dan juga katanya berangkatnya jam 8."
"Aku gak jadi ikut deh."
"Kok gitu sih, terus Dion gimana? kan katanya dia mau ikut sama kita."
Azura lupa dengan Dion, padahal semalam Dion mengatakan bahwa ia ingin ikut.
Azura langsung mengambil ponselnya dan ia langsung menelpon Dion.
Tak menunggu lama, Dion menjawab panggilan telepon dari Azura.
"Iya, ada apa?" tanya Dion dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
Azura menceritakan bahwa sahabat-sahabatnya mengganti tempat dan waktu.
"Ya terus kenapa? kan masih ada dua jam lagi buat siap-siap."
"Jadi kamu tetap mau ikut?"
"Iya. Ya udah aku siap-siap dulu ya, nanti aku ke rumah kamu." Setelah berkata seperti itu, Dion langsung mematikan teleponnya.
Azura dan Asyifa langsung mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa.
Mereka berdua tidak mandi lantaran nantinya mereka akan berenang.
Selesai membereskan barang-barangnya, Azura dan Asyifa segera pergi menuju ruang makan.
"Mau kemana?" tanya Mamah yang sedang menyiapkan makanan.
"Kita mau berenang."
"Ya udah cepat makan dulu biar gak masuk angin," kata Mamah.
Azura dan Asyifa duduk dan mereka menikmati sarapan yang telah disediakan.
"Pagi, Pah," sapa Azura saat Papahnya menghampirinya.
"Mau kemana lagi kamu? perasaan keluar mulu," kata Papah.
"Azura mau berenang sama Asyifa, Felly sama Widya."
"Sama pacar-pacar kita berempat juga, Om," sahut Asyifa.
Asyifa memang bodoh, seharusnya ia tidak mengatakan begitu kepada Papah. Bisa-bisa Papah akan melarang Azura jika pergi bersama cowok.
"Kalau ada cowok gak boleh!" kata Papah.
"Tenang, Om. Lagipula cowoknya anak temannya Tante Tiara kok," kata Asyifa.
__ADS_1
"Maksud kamu pacar Azura itu Dion?" tanya Mamah.
"Enggak, Mah! Azura gak pacaran sama dia kok," jelas Azura.