Dunia Fantasi

Dunia Fantasi
First kiss


__ADS_3

Azura tidak bisa tidur karena malam ini cuacanya sangat dingin. Jika cuacanya dingin seperti ini, biasanya dia menggunakan kaos kaki dan jaket. Tetapi karena disini tidak ada barang-barang itu, jadi Azura hanya bisa memeluk tubuhnya sendiri agar merasa hangat.


"Kamu kenapa belum tidur?"


"Aku belum ngantuk."


"Mau aku bacakan cerita gak? supaya kamu tertidur."


Azura mengangguk, ia sangat ingin mendengar cerita. Lalu, Dillon berjalan ke tempat tidur.


"Cepat kesini!" perintah Dillon agar Azura tidur disampingnya. Kemudian Azura menghampiri Dillon dan ia duduk di tempat tidur.


Dillon menceritakan tentang berbagai macam peri beserta tugas-tugasnya.


Beberapa menit kemudian, Azura tertidur dengan kepala yang menyender dipundak Dillon. Lalu Dillon tersenyum dan ia menyelimuti tubuh Azura dengan daun (selimut peri). Kemudian Dillon juga tidur.


...****************...


Pagi hari


Azura terbangun dan ia menatap Dillon yang masih tertidur. Ia mendekat ke wajah Dillon dan mencium Dillon.


Tiba-tiba Dillon membuka kedua matanya dan itu membuat Azura terkejut dan menjauhkan wajahnya dari wajah Dillon.


Dillon bangun dalam posisi duduk. "Kamu kenapa mencium aku?" tanyanya dan ia membuat Azura gugup.


"Maaf," ujar Azura tanpa melihat kearah Dillon.


"Aku tanya alasanmu mencium aku itu karena apa?"


"Hmm...aku cuma ingin cium kamu aja."


Dillon menatap Azura dengan lekat. Ia tahu pasti ada alasan lain.


"Kamu menyukaiku?"


"Enggak kok!" bantah Azura.


"Terus kenapa kamu mencium ku?"


"Apa kan udah bilang kalau aku cuma ingin mencium kamu."


Dillon tersenyum. Lalu ia berkata agar jangan menyukainya karena dia bukan manusia.


Mendengar perkataan Dillon, membuat Azura merasa sedih.


"Enggak, aku gak suka kamu kok."


Dillon berjalan kearah pintu.


"Ayo kerja!"


"Aku tidak ingin bekerja hari ini."


"Kenapa tidak bekerja?"


"Tidak kenapa-napa."


Karena Azura besok akan pulang ke dunia manusia, Dillon berkata bahwa dia berniat membuat sesuatu untuk Azura, untuk dibawa pulang ke dunia manusia.


"Kami ingin membuat apa?"

__ADS_1


"Kamu ingin apa?"


"Hmm...aku pingin keranjang yang berisi bunga."


"Ya sudah kalau begitu kamu tunggu di rumah saja. Karena aku akan mencari bunga untukmu."


Karena merasa tidak enak, Azura membatalkan keinginannya, ia takut merepotkan Dillon. Tetapi Dillon tetap akan mengabulkan keinginan Azura. Lagipula Dillon sangat senang jika ada yang menyuruhnya melakukan pekerjaan.


Akhirnya Dillon berpamitan kepada Azura untuk pergi mencari beberapa bunga.


...****************...


Keesokan paginya...


Asyifa keluar rumah untuk memastikan apakah kedua polisi itu masih berjaga-jaga atau tidak. Dan ternyata mereka menepati janjinya untuk menjaga Asyifa dan yang lainnya.


"Kasihan juga Pak polisi, dia pasti kecapean dari kemarin," gumam Asyifa.


Asyifa kembali masuk kedalam rumah. Lalu ia pergi menuju dapur untuk memasak nasi goreng.


Felly menghampiri Asyifa. "Polisi masih ada di luar ya?" tanyanya, lalu Asyifa hanya mengangguk.


"Btw, polisinya ganteng ya," kata Felly.


Asyifa mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu mau masak apa?" tanya Felly.


"Aku mau masak nasi goreng. Oh iya! tolong potong-potong sosisnya ya," suruh Asyifa. Lalu Felly menuruti perintah Asyifa.


"Widya masih tidur ya?


"Terus dia kemana?"


"Di kamar. Dia lagi teleponan sama pacarnya."


Selesai memotong sosis, Asyifa menyuruh Felly untuk menyapu lantai.


Sambil memasak, Asyifa terus bertanya-tanya tentang keberadaan Azura. Ia berharap semoga Azura baik-baik aja.


"Permisi! saya numpang ke toilet ya," tiba-tiba polisi berambut gondrong datang menghampiri Asyifa.


"Oh iya, pak. Silahkan!" ujar Asyifa.


Lalu Pak polisi pergi ke toilet.


Tanpa sadar, Asyifa tersenyum karena baru kali ini melihat polisi setampan itu.


"Ganteng juga pak polisinya, sekilas mirip Jungkook BTS."


Polisi itu terlihat masih muda dan memang wajahnya menyerupai idol-idol Korea.


Skip


"Guys, jangan dulu dimakan!" cegah Asyifa, lalu ia pergi keluar untuk menemui Pak polisi.


"Pak, ayo makan dulu. Saya sudah siapkan makanan," kata Asyifa kepada kedua polisi itu.


Kedua polisi itu masuk kedalam rumah. Akhirnya mereka semua menikmati makanan yang telah dibuat oleh Asyifa


"Kalian anak SMA?" tanya Pak polisi yang berambut agak kecoklatan.

__ADS_1


"Bukan. Tapi kami anak kuliahan, Pak," kata Widya.


"Kalian asal mana?" tanya Pak polisi berambut gondrong.


"Jakarta," ujar Asyifa dan Felly bersamaan.


Asyifa dan Felly menatap satu sama lain. Keduanya sama-sama tahu bahwa mereka menyukai polisi itu.


"Ada tujuan apa kesini?" tanya polisi berambut agak kecoklatan.


"Kami kesini niatnya mau liburan," kata Widya.


"Sebelum teman kalian menghilang, siapa yang terakhir bareng dia?" tanya Pak polisi berambut gondrong.


Lalu Asyifa berkata bahwa dirinya yang terakhir bertemu dengan Azura.


"Dia bilang sesuatu gak ke kamu? takutnya dia udah pulang ke Jakarta," kata polisi berambut gondrong.


"Enggak kok, Pak. Dia gak pergi ke Jakarta, soalnya kan mobilnya ada disini," jelas Asyifa.


"Jadi yang mobil itu punya teman kalian? tanya polisi berambut agak kecoklatan, lalu Asyifa mengangguk.


Kedua polisi itu heran karena jarang sekali ada kasus penculikan di desa Asri. Karena biasanya yang sering terjadi di desa ini adalah pencurian, jadi keduanya merasa heran karena hal ini pertama kali terjadi.


"Apa jangan-jangan penculiknya itu pemilik rumah ini," ujar Felly.


"Kamu jangan sembarang nuduh," kata kedua polisi.


"Iya, gak boleh nuduh sembarangan. Nanti kamu kena pasal 311 Ayat 1," kata Asyifa.


Kedua polisi itu tampak takjub dengan Asyifa, karena dia bisa mengetahui pasal tersebut.


"Kamu kuliah jurusan hukum ya?" tanya Pak polisi berambut gondrong.


"Iya, Pak," jawab Asyifa.


"Kalau kalian berdua jurusan apa?" tanya Pak polisi berambut gondrong.


"Kalau aku jurusan sastra Inggris dan dia jurusan manajemen," kata Widya.


Polisi berambut agak coklat terus memperhatikan Felly yang dari tadi fokus menatap temannya.


"Kamu kenapa menatap dia terus?" tanya Pak polisi berambut agak kecoklatan.


Felly langsung memalingkan wajahnya dan ia membantah jika dirinya menatap polisi berambut agak kecoklatan.


"Oh iya, bapak-bapak namanya siapa?" tanya Widya.


Kedua polisi itu tertawa, karena mereka merasa tidak terlalu tua, tetapi Widya malah memanggil mereka dengan sebutan bapak-bapak.


"Nama saya Dani dan teman saya namanya Putra" ujar polisi berambut gondrong.


"Umurnya berapa?" tanya Felly dengan polos.


Dani memberitahu bahwa dia berumur 26 tahun. Sedangkan Putra berumur 27 tahun.


"Udah punya istri atau belum?" tanya Felly.


"Kita berdua belum punya istri kok. Tapi kalau kalian mau jadi istri salah satu dari kami, ya boleh aja," canda Pak Putra, lalu Felly tertawa saat Pak Putra berbicara seperti itu.


Disisi lain, Asyifa dan Widya sangat malu dengan tingkah laku Felly yang sangat genit.

__ADS_1


__ADS_2