Dunia Fantasi

Dunia Fantasi
Tidak peka


__ADS_3

Selesai makan malam bukannya langsung pulang, Mamah malah mengajak Azura untuk berbelanja bersama Dion dan orang tua Dion.


Ketika Mamah dan Tante Arini sedang melihat-lihat tas, Azura dan Dion hanya menunggunya sambil menatap datar.


Sejujurnya Azura sangat risih dengan tatapan beberapa orang, pasalnya sekarang dia memakai gaun yang sedikit seksi dan itu membuat Azura merasa tidak nyaman. Selain itu, Azura juga sangat kedinginan, karena gaun itu hanya se-lutut.


"Ini pakai," suruh Dion sambil memberikan jaketnya.


"Gak usah!" tolak Azura.


Tanpa aba-aba, Dion memakaikan jaketnya. Dia tahu jika saat ini Azura tidak nyaman dengan pakaiannya.


"Mah, Azura pergi ke timezone yang ada dilantai 3 aja ya," kata Azura, karena Mamahnya pasti sangat lama jika berbelanja.


"Ya udah," kata Mamah.


"Dion, kamu temani Azura sana," suruh Tante Arini.


"Oke, Mah," kata Dion.


Azura menghela nafasnya, padahal ia hanya ingin sendirian, tetapi Tante Arini malah menyuruh anaknya untuk mengikuti Azura.


"Ya sudah sana! katanya mau main timezone," kata Mamah.


Akhirnya Azura dan Dion segera pergi menuju timezone.


Disana mereka membeli koin. Setelah itu, Azura masuk ke salah satu ruangan karaoke.


Ketika Dion juga ingin masuk, Azura langsung mencegahnya dan mengatakan bahwa ia ingin sendirian. Dan akhirnya Dion memilih untuk bermain basket.


Selama didalam ruangan, Azura sama sekali tidak bernyanyi. Ia hanya butuh istirahat karena sejujurnya ia sangat kelelahan.


Ya bayangkan saja, Azura baru pulang dari perjalanan yang sangat jauh, lalu ia langsung diajak Mamahnya untuk makan makan dan belanja dan itu membuat Azura menjadi lelah.


...****************...


Azura membuka matanya dan ia langsung terkejut karena ia menyenderkan kepalanya pada pundak Dion.


"Udah aku bilang jangan masuk!" kesal Azura.


"Ayo pulang! sebentar lagi timezone-nya mau tutup."


Saat hendak pergi, Dion mengatakan bahwa Mamah Dion sudah pulang diantar oleh Mamah Azura. Jadi mau tak mau Azura pulang bersama Dion.


Ya, saat Mamahnya menelpon, Dillon bilang bahwa dirinya dan Azura masih mau bermain, padahal Azura sendiri sedang tertidur di ruang karaoke. Otomatis Mamah Dion bilang bahwa dia akan pulang bersama Mamah Azura.


Skip


Selama diperjalanan pulang, Azura terus menatap kearah luar, karena tak mungkin juga ia menatap Dion yang sedang menyetir.


"Sorry ya kalau udah buat kamu tersinggung. Sebenarnya aku bilang kalau kamu jutek itu niatnya cuma bercanda kok."


"Iya gak apa-apa. Aku juga minta maaf ya karena udah bilang kalau kamu sok kegantengan."


"Gak usah minta maaf, lagian aku udah tahu kalau itu cuma bercanda."

__ADS_1


Dengan kejadian ini, Azura jadi tahu bahwa ternyata ia adalah orang terlalu serius menanggapi perkataan dari seseorang.


"Oh iya, kamu jangan pikirin ucapan Mamah aku ya. Soalnya dia emang suka jodoh-jodohkan aku sama cowok, jadi mohon dimaklumi aja."


"Santai aja kali. Lagian aku juga tahu kalau kebanyakan orang tua suka kayak gitu," kata Dion.


Azura melihat kearah ponselnya dan ia terkejut karena ada sepuluh panggilan tak terjawab dari Asyifa.


Karena takut terjadi sesuatu, akhirnya Azura menelponnya.


Tak menunggu lama, Asyifa menjawab panggilan telepon dari Azura.


"Sorry ya tadi gak aku angkat teleponnya, soalnya aku ketiduran di timezone."


"Timezone? bukannya kamu lagi makan malam sama Dion."


Azura menjelaskan bahwa setelah makan malam, mereka berempat pergi ke mall.


"Berarti sekarang udah pulang dong?"


"Lagi otw pulang sih."


"Ya udah kalau gitu sekarang aku otw ke rumah kamu ya, soalnya aku mau nginep."


Setelah berkata seperti itu, Azura langsung mematikan teleponnya.


"Yang telepon pacar kamu ya?"


"Bukan. Itu sahabat aku."


"Serius. Lagipula itu cewek, masa iya pacaran sama cewek."


Dion terdiam setelah mengetahui bahwa yang teleponan dengan Azura adalah seorang perempuan.


"Orang itu yang dm aku bukan?" tanya Dion. Lalu Azura hanya mengiyakan pertanyaan Dion.


"Sahabat kamu ada berapa?" tanya Dion.


"Tiga."


Dari tadi Dion selalu bertanya kepada Azura dan itu membuat Azura sedikit risih.


"Hati-hati dalam bersahabat, karena pasti diantara mereka ada aja yang sirik."


Azura menatap tajam kearah Dion, bisa-bisanya dia berkata seperti itu. Dengan dia berkata seperti itu, berarti dia berpikir pasti ada sahabat Azura yang iri.


"Mereka gak iri kok, malah aku yang iri sama mereka."


Dion menatap sekilas kearah Azura.


"Kenapa iri?"


"Soalnya mereka semua punya pasangan yang baik banget, sedangkan aku masih belum menemukannya."


"Emang yakin pasangan mereka baik? siapa tahu dibelakang mereka sering berantem."

__ADS_1


"Mereka pasti pernah lah berantem, tapi ujung-ujungnya pasti akur lagi."


Dion hanya tersenyum, karena yang dialami oleh Azura sama persis dengan yang dialaminya.


"Oh iya, boleh minta nomer telepon kamu gak?" tanya Dion tiba-tiba.


"Buat apa nomer telepon aku?"


"Ya buat teleponan lah, masa buat dijual."


"Seberapa banyak cewek sih yang kamu deketin?" tanya Azura, karena lelaki seperti Dion biasanya suka berganti-ganti pasangan.


Dion menatap datar kearah Azura. Ia sedikit tersinggung karena sepertinya Azura mengira bahwa Dion itu playboy.


"Jujur cuma kamu doang sih."


Azura tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Dion.


"Kenapa ketawa? aku gak bercanda loh."


"Aku udah sering mendengar ucapan itu dari cowok-cowok dan faktanya mereka menyimpan banyak nomer telepon cewek."


Dion mengambil ponselnya dan ia memberikan ponselnya kepada Azura.


"220202. Itu password-nya," kata Dion.


Azura menatap ponsel Dion, lalu ia menatap Dion. "Maksudnya?"


"Kamu kan gak percaya. Jadi silahkan cek direct message aku instagram."


Entah kenapa jantung Azura berdegup kencang. Sikap Dion membuat Azura sedikit salah tingkah. Bagaimana bisa seseorang yang baru dikenal langsung memberitahukan password ponsel yang sifatnya pribadi.


"Gak usah, lagipula itu privasi."


Dion memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. Ia membuka ponselnya dan memperlihatkan pesan-pesan di instagram.


Ya, memang ada pesan dari beberapa perempuan, tetapi Dion tidak menanggapinya. Bahkan pesan dari Asyifa dan Felly juga tidak ia tanggapi, namun ia hanya membacanya saja.


"Sekarang kamu percaya, kan?" tanya Dion.


"Masih enggak. Soalnya kan itu cuma di instagram, belum di aplikasi yang lainnya."


Dion kembali menunjukkan aplikasi yang lainnya dan memang ia hanya membaca pesannya saja tanpa membalasnya.


"Oke, aku percaya deh."


Dion menatap Azura dan itu membuat Azura salah tingkah dan langsung memalingkan wajahnya.


"Kamu kayaknya orangnya gak peka ya," kata Dion.


"Maksudnya?" bingung Azura.


Dion tersenyum. "Pikir aja sendiri." Lalu Dion kembali melajukan mobilnya menuju rumah Azura.


Entah mengapa Azura merasa bahwa Dion menyukainya. Tetapi ia tidak ingin kepedean, karena siapa tahu tebakannya salah.

__ADS_1


__ADS_2