
BRUK!!!
Azura melihat kearah orang yang menabraknya. Lelaki yang menabrak Azura mengangkat topingnya sedikit. Dan betapa terkejutnya Azura melihat lelaki itu. Lelaki tersebut mirip dengan seseorang yang ada didalam mimpinya.
"Dillon." gumam Azura.
Lelaki itu kebingungan sebab Azura memanggilnya dengan nama Dillon.
"Aku bukan Dillon, tapi Dion."
"Oh maaf salah orang."
"Oh iya, maaf ya karena aku udah nabrak kamu."
"Iya gak apa-apa"
Lelaki itu berlari, sepertinya dia memang sangat buru-buru sampai tidak melihat ada Azura didepannya.
"Azura!" teriak Asyifa sambil berlari menghampiri Azura.
"Siapa orang tadi?" tanya Asyifa penasaran.
"Gak tahu. Tapi muka dia mirip banget loh sama
yang dimimpi aku."
"Pertanda jodoh kali, cuma namanya aja yang beda."
Azura memberitahu Asyifa kalau dimimpinya, lelaki itu bernama Dillon, tapi kalau lelaki yang menabraknya barusan bernama Dion.
"Dillon? bukannya Dillon nama yang ada di miniatur keranjang bunga yang waktu itu ya," kata Asyifa.
Azura kembali mengingat nama yang ada di miniatur keranjang bunga miliknya.
"Eh! iya juga ya."
"Kok bisa kebetulan gitu ya."
"Udah jangan dipikirkan, lebih baik kita pesan makanan yuk!"
Azura dan Asyifa memesan makanan dan minuman. Sesudah itu, mereka duduk sambil menunggu Felly.
"Kebiasaan deh Felly, padahal dia yang ngajak, tapi malah dia yang datang terlambat," keluh Asyifa.
"Sabar, paling sebentar lagi dia datang kok."
"Oh iya, tentang chat Widya yang semalam, lebih baik jangan dipikirkan ya, soalnya kan kamu tahu kalau dia suka ceplas-ceplos."
"Santai aja kali, lagian aku gak marah kok sama dia."
Tak lama Felly datang menghampiri Azura dan Asyifa. Ya seperti biasa, dandanan Felly selalu heboh seperti biasanya. Jadi tak heran jika orang-orang yang berada di cafe langsung melirik kearahnya.
"Guys, maaf ya telat," ujar Felly.
__ADS_1
"lya gak apa-apa."
"Kalian udah pesan makanan sama minuman belum?" tanya Felly, lalu Azura dan Asyifa menjawab kalau mereka sudah memesan makanan dan minuman.
"Ya udah kalau gitu aku pesan makanan sama
minuman dulu ya," ujar Felly sambil pergi memesan makanan dan minuman.
Saat Felly pergi memesan, Azura maupun Asyifa saling menatap. Keduanya ingin ingin tertawa karena alis Felly tinggi sebelah.
"Kasih tahu dia jangan?" tanya Azura.
"Udah diam aja. Soalnya kalau kita kasih tahu, nanti dia pasti gak fokus ngobrol dan malah benerin alisnya," jelas Asyifa.
Ya benar sekali, Felly sangat terobsesi menjaga penampilannya. Jadi jika ada kesalahan dalam penampilannya, dia pasti segera menata kembali makeup atau pakaian yang ia gunakan.
"Btw, cowoknya ganteng juga ya," ujar Asyifa tiba-tiba.
Azura melihat kesekitar untuk mencari cowok yang dimaksud Asyifa. "Cowok yang mana?"
"Cowok yang tadi nabrak kamu."
"lya sih ganteng."
Skip
Azura, Asyifa dan Felly menikmati makanan dan minuman yang telah dipesan oleh masing-masing.
"Tadi. Sekarang dia udah pergi," jelas Asyifa.
"Difoto gak orangnya?" tanya Felly.
"Ya enggak lah. Kalau difoto, nanti melanggar privasi orang."
Felly mengatakan bahwa seharusnya Azura dan Asyifa memotret lelaki itu diam-diam. Dan reaksi Azura hanya menatap datar kearah Felly. Lagipula bagaimana bisa ia memotret orang yang jelas-jelas berhadapan dengannya.
"Btw, sempet kenalan gak?" tanya Felly.
"Gak kenalan sih, tapi aku tahu nama dia."
"Gak kenalan tapi kok bisa tahu namanya."
"Sebenarnya tadi itu dia nabrak Azura. Terus Azura sebut dia dengan nama Dillon. Tapi dia bilang namanya bukan Dillon tapi namanya Dion," kata Asyifa.
Felly bertanya siapa itu Dillon, lalu Azura menjawab kalau Dillon adalah cowok yang ada dimimpinya. Azura juga memberitahu Felly jika wajah lelaki yang ada dimimpinya itu persis dengan Dion.
"Apa jangan-jangan itu jodoh kamu, Ra," kata Felly.
"lya benar, aku tadi juga berpikir kalau dia jodoh Azura," kata Asyifa.
"Oh iya, aku cari aja kali ya ig nya." Felly penasaran.
"Cari aja kalau ketemu."
__ADS_1
Felly membuka aplikasi instagram-nya.
"Yang mana sih orangnya?" gumam Felly, lalu Asyifa melihat ke layar ponsel Felly
"Coba lihat Instagram yang ini" tunjuk Asyifa pada layar ponsel Felly.
Felly melihat Instagram yang ditunjuk Asyifa.
"Yang ini?" tanya Felly.
"lya, dia orangnya," kata Asyifa.
"Ih ganteng banget." Felly terpesona akan ketampanan Dion.
"Fel, kamu itu udah punya pacar. Masih aja stalking cowok," heran Azura. Lalu Felly menjawab bahwa tidak apa-apa karena pacar Felly pun sering melihat cewek-cewek cantik di sosial media.
Asyifa membuka instagram dan ia juga mengikuti Dion di instagram.
"Aku juga follow dia deh," ujar Asyifa sambil tersenyum.
Azura menatap datar kearah kedua sahabatnya. Ia tak habis pikir dengan mereka berdua. Meskipun pacar-pacarnya sering mengikuti cewek-cewek di instagram, seharusnya Felly dan Asyifa tidak mengikuti perilaku yang dilakukan oleh pacar-pacar mereka.
"Ra, kamu gak ada niatan buat follow dia juga?" tanya Felly.
"Gak ada."
"Ganteng loh orangnya, masa kamu gak tertarik sama dia," kata Felly.
"Kalau aku tertarik, masa iya aku harus rebutan sama kalian berdua."
Asyifa menjelaskan bahwa Asyifa dan Felly mengikuti Dion bukan karena mereka berdua menyukai Dion. Tetapi mereka mengikuti Dion, karena mereka terpesona dengan ketampanan Dion.
Azura hanya diam saja, karena ia agak trauma dengan orang tampan. Tetapi bukan berarti Azura tidak menyukai lelaki tampan. Hanya saja ia Azura jika lelaki itu seperti mantan Azura yang selalu posesif dan juga kasar.
Sejujurnya dulu ia sangat menyesal karena menerima cintanya. Karena selama berpacaran dengannya, Azura tidak bisa bermain bersama sahabat-sahabatnya.
Tetapi untung saja waktu itu Azura memutuskannya, jadi ia merasa lebih bahagia dalam menjalani kehidupannya.
"Oh iya! tadi saat kesini, aku ketemu mantan kamu sama pacarnya loh di jalan," kata Felly.
"Udah lah, jangan bahas mantan lagi."
"Ra, waktu itu dia selingkuh dari kamu ya? kok kayaknya kamu kesel banget sama dia," kata Asyifa.
"Enggak kok."
Alasan Azura memutuskan mantannya memang bukan karena alasan perselingkuhan. Tetapi Azura memutuskan mantan pacarnya karena dia bersikap kasar terhadap Azura.
Bukan hanya kasar perkataan, mantan Azura juga selalu melakukan kekerasan fisik seperti menampar pipi Azura.
Azura memang tidak pernah jujur tentang alasan ia putus dengan mantannya. Karena jika memberitahu alasan putusnya, ia yakin pasti sahabat-sahabatnya akan memberi pembalasan kepada mantannya Azura.
Karena saat Azura putus dengan pacar pertamanya, sahabat-sahabatnya langsung menyebarkan aib-aib pacar pertama Azura. Jadi, jika Azura memberitahu alasannya putus dengan mantan terakhirnya, maka sepertinya mereka juga akan memberi balaskan yang lebih parah.
__ADS_1