Dunia Fantasi

Dunia Fantasi
Dinner


__ADS_3

Saat tiba di rumah, Azura berjalan menghampiri Mamahnya.


"Kamu habis dari mana?"


"Azura kan udah bilang kalau Azura main ke rumah Asyifa."


"Jangan bohong. Tadi Mamah telepon Asyifa katanya dia gak sama kamu."


Azura menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan ia mengakui bahwa sebenarnya dia pergi ke desa Asri.


"Mamah kan udah bilang, jangan pergi kesana lagi."


"Maaf, Mah. Habisnya Azura masih penasaran karena Azura gak ingat sama sekali tentang penculikan yang dialami Azura. Makanya Azura memutuskan untuk kesana."


Mamah Azura hanya menghela nafasnya, karena ia tahu bahwa anaknya sangat keras kepala.


"Mah, jangan bilang ke Papah ya kalau Azura habis dari sana."


"Iya, Mamah gak akan bilang ke papah kok."


"Tapi nanti jangan bohong lagi ya."


"Iya."


Kemudian, Azura bercerita kepada Mamahnya soal rumah yang ia sewa waktu liburan di desa.


"Mungkin gak kalau ternyata Azura hilang itu karena Azura masuk kedalam dunia lain?"


"Mungkin aja," kata Mamah.


"Oh iya, Mah. Azura sering mimpi cowok dan cowoknya orang yang sama."


"Siapa cowoknya?"


Azura memberitahu Mamahnya kalau lelaki yang ada didalam mimpinya bernama Dillon.


"Kamu kenal gak sama cowoknya?"


"Enggak. Tapi ada orang yang mirip dia, Mah. Persis banget mukanya."


Mamah menduga kalau orang yang ada dimimpi adalah Dion. Tetapi Azura menyangkalnya, karena nama mereka berbeda.


Azura membuka instagram Dion, lalu ia menunjukkan ponselnya kepada Mamah. "Ini orangnya, Mah."


"Ini kayak anaknya teman Mamah deh," ujar Mamah sambil melihat postingan instagram Dion yang lain.


"Iya benar, ini anaknya Arini," tunjuk Mamah pada foto Dion bersama mamah Dion.


Azura melihat postingan Dion bersama Mamahnya. Dan Azura baru sadar bahwa dulu ia pernah bertemu dengan Tante Arini.


"Apa jangan-jangan mimpi itu pertanda kalau kamu itu jodoh anaknya temen Mamah."


"Ya enggak lah, kan cuma mimpi."


"Ngomong-ngomong udah lama loh mamah


gak ketemu sama anaknya. Kalau gak salah terakhir ketemu waktu anaknya masih SMP."


"Kalau sama Tante Arini nya?"

__ADS_1


"Kalau Arini, baru aja seminggu yang lalu Mamah ketemu dia"


Mamah mengambil ponselnya dan ia sepertinya sedang mengirim pesan kepada seseorang.


"Cepat mandi! soalnya kita mau makan malam diluar," kata Mamah.


"Sama Papah juga?"


"Enggak. Soalnya Papah lagi sibuk."


"Tapi Azura capek, Mah. Di rumah aja ya makannya."


Mamah berkata bahwa dia yang akan menyetir, jadi Azura tinggal duduk santai saja.


Karena sepertinya Mamah sedang tidak masak, dengan terpaksa Azura harus makan malam di rumah.


"Ya udah sana mandi!" perintah Mamah, lalu Azura bergegas pergi menuju kamarnya.


...****************...


Selesai mandi, Azura langsung menghampiri Mamahnya. Entah kenapa Mamahnya terlihat sangat rapih. Biasanya jika makan malam diluar, ia hanya mengenakan baju biasa saja.


"Jangan pakai baju yang itu, soalnya kita mau ketemu seseorang yang istimewa."


"Ya udah pilih aja sama Mamah."


Akhirnya Mamah menuju kamar dan Azura mengikutinya dari belakang.


Ia memilih dress berwarna merah untuk Azura kenakan. Sebenarnya Azura kurang suka dengan dress yang yang dipilih Mamah, karena dress itu terlalu seksi. Tetapi karena Azura malas berdebat dengan Mamahnya, akhirnya ia terpaksa memakainya.


Selesai memakai dress, Mamah mendandani Azura senatural mungkin.


"Sebenarnya kita mau makan malam atau mau ke pesta sih, Mah?"


Skip


Sesampainya di restoran, Azura dan Mamahnya duduk sambil menunggu seseorang.


Entah siapa yang akan datang, tapi sepertinya orang itu adalah seseorang yang sangat spesial, sehingga Mamah menyuruh Azura untuk memakai dress.


Tak lama, dua orang datang menghampiri Azura dan Mamahnya. Spontan saja Azura berdiri dan menatap orang itu.


Azura dan Dion saling bertatapan. Mereka tidak menyangka akan bertemu lagi.


"Ayo duduk," suruh Mamah.


Azura, Dion dan Mamah Dion duduk. Setelah itu mereka semua memesan beberapa makanan dan minuman.


Tanpa sadar Azura maupun Dion saling mencuri pandang satu sama lain.


Azura tak menyangka bahwa Dion sangat berbeda dengan kepribadian aslinya. Jika di instagram, Dion sangat friendly dan juga menyebalkan. Namun, ketika bertemu langsung, dia seperti orang yang cuek dan pendiam.


Apa mungkin instagram itu akun fake?


"Kamu cantik banget, Azura," ujar Mamah Dion. Spontan Dion menatap wajah Azura.


"Makasih, Tante."


Mamah memberitahu Mamah Dion tentang mimpi Azura. Ya, memang sangat memalukan. Apalagi Mamah berkata kalau Dion mungkin jodohnya Azura.

__ADS_1


"Mamah apaan sih," risih Azura.


"Gimana Dion? Azura termasuk tipe kamu bukan?" tanya Mamah Azura.


"Enggak tahu, Tante. Tapi kayaknya Azura bukan tipe aku, karena dia kelihatannya jutek."


"Azura aslinya gak jutek kok. Cuma memang kalau ketemu orang baru, dia kelihatan jutek," jelas Mamah.


Karena Azura sangat risih, akhirnya ia meminta ijin untuk ke toilet.


Sesampainya di toilet, Azura langsung saja menelpon Asyifa.


Tak membutuhkan waktu lama, Asyifa langsung menjawab panggilan telepon dari Azura.


"Ada apa?"


Azura langsung saja memberitahu Asyifa bahwa sekarang ia bertemu dengan Dion. Azura juga memberitahu bahwa ternyata Dion itu anak temannya mamah.


"Tuh kan! aku bilang juga apa. Dia itu pasti jodoh kamu," kata Asyifa.


"No! aku gak mau punya jodoh kayak dia."


"Kenapa gak mau? padahal dia ganteng loh."


Ting!


Terdapat direct message baru dari seseorang yang Azura kenal.


Ya, direct message itu dari Dion.


Karena penasaran, akhirnya ia mematikan panggilan teleponnya. Setelah itu, ia membaca direct message itu.


Dion berkata bahwa Azura sangat cantik malam ini dan itu membuat Azura terheran-heran. Padahal tadi Dion menjelek-jelekkan Azura didepan Mamah dan Tante Arini, tetapi sekarang dia malah memuji Azura.


Tadinya Azura mengira bahwa itu bukan instagram Dion. Tapi setelah melihat direct message, Azura jadi tahu bahwa dia adalah Dion.


Ting!


Lagi-lagi Dion mengirim pesan, dipesan itu dia menyuruh Azura untuk segera kesana karena pesanan sudah datang.


Dengan demikian, Azura buru-buru pergi karena sejujurnya ia sangat lapar.


Saat duduk disebelah Mamah, Azura terus memperhatikan Dion. Ia merasa bahwa Dion memiliki dua kepribadian.


"Ayo dimakan! jangan tatap aku terus," kata Dion.


Spontan Azura memalingkan wajahnya, ia malu karena Dion menyadarinya.


"Kalau kamu suka bilang aja," kata Mamah.


"Enggak, Mah. Dia bukan tipe Azura, soalnya dia sok ganteng."


Mamah Dion hanya tertawa saat anaknya dikatai seperti itu.


"Jangan kayak gitu," ujar Mamah sambil mencubit Azura.


"Aww! sakit!" lalu Azura langsung terdiam.


Mamah menyuruh Azura untuk meminta maaf kepada Dion.

__ADS_1


Azura menunduk. "Dion, maaf ya."


"Santai aja. Lagian Dion juga tahu kok kalau kamu cuma bercanda," ujar Tante Arini.


__ADS_2