
Setelah kejadian tadi, Azura menjadi terdiam karena sejujurnya ia sangat malu. Entah mereka semua melihatnya atau tidak, tapi yang jelas Azura benar-benar malu. Terutama pada Dion, dengan dia memberikan bajunya kepada Azura sudah pasti dia melihatnya.
Dion menatap Azura. "Kenapa? malu ya karena kejadian tadi?"
Sudah jelas-jelas Azura sangat malu, tetapi Dion malah bertanya seperti itu.
"Kita nonton film yuk!" ajak Felly karena suasananya sangat canggung.
"Ya udah kalau gitu aku yang pilih filmnya ya," kata Aldi.
Asyifa yang tadinya duduk disebelah Widya, kini berpindah ke sebelah Azura.
"Ifa, emang tadi daleman aku kelihatan banget ya?" bisik Azura.
"Enggak tahu. Soalnya tadi aku, Felly sama Widya fokus lihat badannya Dion," bisik Asyifa.
"Dasar mesum!" ujar Azura dan spontan saja semuanya menoleh kearah Azura.
"Siapa yang mesum?" tanya Felly, lalu Azura hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab bukan siapa-siapa.
Asyifa memukul mencubit pelan tangan Azura lantaran Azura berbicara dengan keras.
"Kalian berdua pacaran?" tanya Rizky.
"Enggak kok," jawab Azura dan Dion bersamaan.
"Perasaan kamu udah lama jomblo, Ra. Emang tipe cowok kamu itu yang kayak gimana sih?" tanya Aldi.
"Yang kayak Dillon."
Widya mengerutkan keningnya karena sepertinya Azura tidak memiliki teman bernama Dillon.
"Dillon itu siapa?" tanya Widya, karena ia tidak diberitahu oleh Azura tentang mimpinya.
"Dillon itu lelaki yang ada dimimpinya Azura. Dan wajahnya mirip banget sama Dion," jelas Asyifa.
"Guys! film hantunya mau dimulai," kata Felly.
Serentak semuanya duduk rapih sambil melihat kearah televisi.
Sebenarnya Azura sangat benci menonton film hantu, karena orang-orang pasti akan berteriak histeris. Dan justru jeritan itulah yang membuat Azura menjadi terkejut, bukan karena hantunya.
Disisi lain, Dion yang melihat Azura hanya tersenyum. Karena biasanya orang-orang menutup matanya jikalau hantu itu muncul, tetapi Azura justru menutup telinganya. Karena ingin usil dengan Azura, Dion mencolek bahu Azura sambil fokus menatap televisi.
Azura merasa ada seseorang yang mencoleknya dan ia otomatis menengok kebelakang nya.
"Jangan iseng deh!" kesal Azura.
Sontak semuanya menatap kearah Azura. "Ada apa?" tanya mereka dengan kompak.
"Tadi siapa yang colek bahu aku?"
Semuanya diam dan tak ada satupun yang mengaku.
"Jangan bercanda deh, udah jelas-jelas semuanya fokus nonton film," kata Felly.
Azura curiga kepada Dion atau Asyifa, secara mereka berdua duduk disebelah Azura.
"Kamu yang colek aku, kan?" tuduh Azura pada Asyifa.
"Enggak kok. Kamu kan lihat sendiri kalau tangan aku dari tadi pegang cemilan," jelas Asyifa.
Mendengar penjelasan Asyifa, Azura jadi tahu bahwa orang yang mencoleknya adalah Dion.
__ADS_1
...****************...
Dion mengantarkan Azura dan Asyifa pulang. Asyifa memang ikut pulang ke rumah Azura, karena motor miliknya berada di rumah Azura. Tapi setelah sampai nanti, Asyifa akan langsung pamit pulang.
"Jangan melamun terus! nanti bisa kesurupan," kata Dion.
"Emang iya?"
"Iya. Soalnya waktu dulu, aku punya teman yang suka melamun dan dia sering banget kesurupan."
Sebenarnya pikiran Azura tidak kosong saat melamun, tetapi ia masih tidak menyangka bahwa Dion akan melakukan hal seperti tadi.
"Btw, teman kamu yang rambut panjang dan pakai poni siapa namanya?" tanya Dion.
"Bukannya tadi udah kenalan ya?"
"Iya sih, cuma aku suka lupa nama-nama orang."
Entah kenapa Azura merasa sedikit cemburu. Padahal anehnya, Azura sama sekali tidak memiliki rasa kepada Dion.
"Jangan suka sama Widya, nanti Rizky marah," sahut Asyifa.
"Enggak kok. Aku cuma bertanya doang," jelas Dion.
"Jangan bertanya tentang cewek lain, nanti yang duduk didepan marah," sindir Asyifa.
Azura hanya diam saja, karena ia sangat malas meladeni Asyifa. Ditambah lagi, Azura merasa tidak enak badan.
"Tumben diam aja, biasanya langsung marah," heran Asyifa.
"Aku lagi gak enak badan, jadi aku malas berdebat sama kamu."
Tiba-tiba tangan kiri Dion memegang kening Azura. Hingga membuat tubuh Azura mematung, bahkan sekarang pipinya sudah merah merona.
Kebetulan sekali didaerah sini dekat dengan apotek, jadi Dion melajukan mobilnya menuju apotek tersebut.
"Dion, aku juga gak enak badan nih," canda Asyifa.
Dion tertawa, karena ia mengetahui bahwa Asyifa berbohong.
"Lebih baik kamu tidur aja dulu. Nanti kalau udah sampai, aku akan bangunkan kamu kok," kata Dion.
Ucapan Dion ada benarnya juga. Siapa tahu dengan Azura tidur, kondisinya akan jauh lebih baik.
Azura memejamkan matanya dan tak lama ia tertidur.
10 menit kemudian...
"Kenapa berhenti disini?" tanya Asyifa.
"Soalnya aku mau beli obat buat Azura."
"Kamu suka ya sama Azura?" tanya Asyifa.
Dion hanya tersenyum, lalu ia segera pergi keluar untuk membeli obat di apotek.
Skip
Selesai membeli obat, Dion kembali menghampiri Azura dan Asyifa.
Asyifa terus bertanya-tanya. "Jadi gimana? kamu suka gak sama Azura?"
Dion hanya mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu sejak kapan suka sama Azura?"
"Sejak di cafe."
Flashback on
Dion mendapatkan pesan masuk dari temannya. Dan ternyata cafe yang Dion datangi itu salah. Akhirnya Dion buru-buru pergi karena ia harus berbicara sesuatu yang penting dengan temannya.
BRUK!!!
Tak sengaja, Dion menabrak seorang perempuan yang berwajah cantik. Ia mengangkat topingnya sedikit karena ingin melihat kecantikan Azura lebih jelas.
"Dillon." gumam perempuan itu.
Dion kebingungan sebab perempuan itu memanggilnya dengan sebutan Dillon.
"Aku bukan Dillon, tapi Dion."
"Oh maaf salah orang."
"Oh iya, maaf ya karena aku udah nabrak kamu."
"Iya gak apa-apa."
Karena buru-buru, Dillon segera pergi.
Skip
Tiba di cafe, Dion langsung menghampiri temannya.
"Sorry ya lama, soalnya aku kira itu tempatnya."
"Iya, gak apa-apa kok."
Dion menceritakan kepada temannya bahwa dia bertemu dengan perempuan tipenya saat di cafe yang tadi ia datangi.
"Kamu kenalan gak sama perempuan itu?"
"Enggak. Soalnya tadi aku kan buru-buru."
Flashback off
...****************...
Dion membangunkan Azura yang sedang tertidur pulas. Tak lama setelah itu, Azura terbangun dari tidurnya.
"Udah sampai," kata Dion.
Azura menengok kebelakang. "Asyifa mana? kok dia gak ada"
"Asyifa udah masuk duluan, katanya dia mau pamitan sama mamah dan papah kamu."
Saat Azura hendak mengambil tasnya, tiba-tiba Dion mencegahnya.
"Biar aku aja yang ambil tas nya," kata Dion sambil mengambil tas Azura.
Setelah itu, mereka berdua turun dari mobil.
"Oh iya! ini obat buat kamu dan jangan lupa istirahat yang cukup ya," kata Dion sambil memasukkan obat itu kedalam tas Azura.
"Makasih ya."
"Iya sama-sama."
__ADS_1
Azura segera mengambil tasnya, lalu ia segera masuk kedalam rumah.