Dunia Fantasi

Dunia Fantasi
Malu


__ADS_3

Azura, Asyifa dan Dion berangkat menuju vila pacarnya Felly. Tadinya Asyifa akan bersama pacarnya, tetapi ternyata pacarnya malah membatalkannya karena sepertinya dia sedang sibuk.


Dan sudah dipastikan sekarang Asyifa sedang marah, karena dia tidak suka dengan lelaki yang membatalkan janji begitu saja.


Tadinya Azura ingin mengobrol dengan Asyifa, namun melihat kondisinya sekarang, ia jadi mengurungkan niatnya sebab ia takut jika Asyifa melampiaskan marahnya.


"Kamu udah sarapan belum?" tanya Azura basa-basi.


"Belum, tapi ini udah beli bubur kok," kata Dion.


"Mau disuapin gak? soalnya kan kamu lagi menyetir," kata Azura, sekalian ia ingin memanasi Asyifa karena waktu Asyifa sedang bucin dengan pacarnya, dia tidak menghiraukan Azura.


"Ya udah boleh deh."


Akhirnya Azura menyuapi Dion dengan hati-hati agar buburnya tidak tumpah.


Cek Rek!


Otomatis Azura menengok kebelakang saat ia mendengar suara kamera.


"Kamu foto aku ya?" tuduh Azura.


"Enggak kok, aku foto diri aku sendiri," bohong Asyifa.


"Awas aja ya kalau foto aku," ancam Azura.


Kemudian, Azura kembali menyuapi Dion sambil mencuri pandang kearah Asyifa, sebab ia takut kalau Asyifa menyebarkan foto Azura ke sosial media.


"Dillon." Tanpa sadar bibir Azura menyebut nama itu.


Dion menatap Azura. "Aku Dion, bukan Dillon."


Azura menepuk-nepuk bibirnya. "Maaf."


Dion jadi penasaran dengan seseorang yang mirip dengan dirinya dimimpi Azura. Selain itu, Dion juga penasaran dengan kejadian dimimpi itu.


"Emang Dillon semirip itu sama aku?" tanya Dion, lalu Azura mengangguk.


"Coba ceritakan mimpi kamu dengan Dillon," pinta Dion. Lalu Azura menceritakan mimpinya kepada Dion.


"Mungkin Dillon itu aku kali."


Azura hanya tertawa, sudah jelas-jelas sifat Dillon dan dia sangat berbeda.


"Ra, apa jangan-jangan makhluk itu namanya Dillon," sahut Asyifa.


"Makhluk?" bingung Dion.


"Iya. Soalnya Azura pernah cerita kalau Dillon itu mempunyai sayap," jelas Asyifa.


"Atau jangan-jangan itu jin yang suka sama Azura. Soalnya aku pernah dengar katanya ada yang seperti itu."


Azura menatap tajam kearah sahabatnya. Ia tak terima dengan ucapan Asyifa yang menyebut Azura disukai jin.


Melihat ekspresi Azura yang cemberut, membuat Dion ingin tertawa. Sebab ia tahu bahwa Azura kesal namun ia hanya bisa menahan kekesalannya karena bagaimanapun Asyifa adalah sahabatnya.

__ADS_1


Untuk meminimalisir rasa kesalnya, Dion langsung mengelus-elus rambut Azura. Dan benar saja, saat dielus, raut wajah Azura langsung berubah menjadi kebingungan.


"Cowok red flag nih!" teriak Asyifa saat melihat Dion yang mengelus rambut Azura.


"Dia gak red flag kok, soalnya dia gak chat cewek-cewek lain," bela Azura.


"Wah! ada apa nih? kok dibela mati-matian," sindir Asyifa.


Azura jadi menyesal telah berkata seperti itu, harusnya ia diam saja saat Asyifa menjelekan Dion.


"Kalau naksir bilang aja kali," kata Asyifa.


Azura terdiam, ia sebenarnya tidak tahu bahwa dia suka kepada Dion atau bahkan dia hanya penasaran saja.


"Azura gak suka sama aku kok," sahut Dion.


Trining! Trining!


Azura buru-buru menjawab telepon dari Felly.


"Ra, jadi gak? aku sama yang lainnya udah sampai di vila."


"Jadi kok. Sekarang aku, Asyifa sama Dion otw kesana."


"Oh iya, titip salam ya sama Dion," canda Felly.


Mendengar perkataan Felly, membuat Azura langsung mematikan teleponnya.


...****************...


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya mereka sampai di vila. Azura, Asyifa dan Dion turun dari mobil sambil membawa tas masing-masing.


"Mau dibawakan gak tas nya?" tanya Dion kepada Azura.


"Gak usah! lagian gak berat kok."


Asyifa mengetuk pintu vila. Tak lama, seseorang membukakan pintu. Lalu, mereka segera masuk kedalam.


Tiba didalam vila, semuanya saling menyapa dan berkenalan satu sama lain. Lebih tepatnya yang berkenalan adalah Dion, karena ia tidak mengenal siapapun kecuali Azura, Asyifa dan Felly.


"Akhirnya gak jomblo lagi," bisik Widya kepada Asyifa.


"Dia bukan pacar aku."


"Ya udah ayo berenang!" ajak pacar Felly.


Mereka berganti pakaian di toilet secara bergiliran. Sesudah itu, mereka langsung turun ke kolam renang.


"Itu semua beli?" tunjuk Azura pada makanan dan minuman yang sudah tersedia dipinggir kolam.


"Iya. Itu emang sengaja dibeli sama pacar aku."


"Pacar kamu kayak banget ya," kata Asyifa.


Azura melihat kearah Dion yang sedang mengobrol bersama pacar Felly dan Widya. Ia pikir, Dion akan merasa canggung dengan keduanya. Tetapi kenyataannya dia mudah berbaur dengan orang lain.

__ADS_1


Widya menatap Azura sambil menyanyikan sebuah lagu. "Pandangan pertama awal aku berjumpa."


"Apaan sih, Wid."


"Kenapa sih? perasaan aku cuma nyanyi doang," kata Widya.


Azura mulai tak tenang, ia seolah-olah merasa bahwa sahabat-sahabatnya menggodanya.


Daripada Azura terus berpikiran seperti itu, akhirnya ia segera berenang untuk menghindari sahabat-sahabatnya.


Saat Azura berenang, tiba-tiba ia melihat seseorang berenang kearahnya. Dan ternyata orang itu adalah Dion.


"Lomba yuk!" ajak Dion.


"Lomba apa?"


"Yang duluan kesana pemenangnya," tunjuk Dion.


"Ayo! siapa takut."


Dion menghitung dari satu sampai tiga. Kemudian, Dion dan Azura berenang lurus kedepan. Dan pada akhirnya Dion lah yang menang.


"Karena aku menang, jadi kamu harus dihukum."


"Dihukum? perasaan kamu tadi gak bilang kalau ada hukumannya."


"Ya udah kalau gitu kita lomba sekali lagi, nanti kalau yang kalah dihukum."


"Gak mau!"


Azura menolaknya karena ia tahu pasti dirinya akan kalah.


"Azura! sini naik!" teriak Felly, Asyifa dan Widya yang menaiki ban renang yang cukup besar. Tak tinggal diam, Azura langsung berenang kearah mereka.


Bukannya naik bersama mereka bertiga, Azura malah mendorong ban renang tersebut supaya mereka bertiga terjatuh.


Byur!


Azura tertawa saat sahabat-sahabatnya terjatuh. Setelah itu, Azura langsung berenang karena takut sahabat-sahabatnya menyemburkan air kearahnya.


Disisi lain, Dion, Rizky dan Aldi menyaksikan kejahilan Azura. Lalu mereka tertawa saat Asyifa, Felly dan Widya mengejar Azura.


Azura menghampiri kearah para lelaki untuk meminta bantuan, tetapi ketiga lelaki itu hanya tertawa melihat ekspresi Azura yang seperti sedang ketakutan.


Karena tidak ada cara lain, akhirnya Azura naik ke permukaan.


Saat naik, Dion langsung membuka kaosnya dan ia langsung menaruh kaos tersebut di dada Azura.


Asyifa, Felly dan Widya menjerit saat melihat tubuh berotot Dion. Sedangkan Azura, ia langsung memegang kaos Dion yang menutupi dadanya.


Azura tahu bahwa Dion melakukan itu karena pakaian yang dipakai Azura transparan. Sehingga ia takut jika yang lain melihatnya.


Azura berlari kearah toilet untuk memastikan apakah pakaiannya terlalu terlihat atau tidak. Dan saat dicek, ternyata memang benar bahwa ********** begitu terlihat sangat jelas.


Ia kembali menutup bagian dadanya dengan baju milik Dion. Setelah itu, Azura keluar untuk mengambil pakaiannya karena ia akan menyudahi aktivitas berenangnya.

__ADS_1


__ADS_2