Dunia Malam

Dunia Malam
Bab 12


__ADS_3

Memikirkan perasaan yang terus aku miliki, membuat semuanya semakin jelas. Menyukai dalam diam maupun tidak semuanya penuh resiko. Aku menyukai pria yang ada di depanku ini, baik dan sangat ramah apa yang tidak bisa di lakukuan olehnya? Pengertian dan juga dapat diandalkan. Perasaan ini semakin jelas saat dia tepat berada di dekatku dengan pelukan manisnya dan senyum kecilnya.


toktokotok...


"Apa pekerjaanya sudah selesai?"


"begitulah..."


"Malam ini kita makan bersama, ada yang ingin aku sampaikan."


"Malam ini tidak bisa, aku akan lembur dan menyelesaikan masalah yang kami hadapi sekarang."


" kamu bisa lembur dirumah dan aku bisa membantu mengerjakan pekrjaan yang muda."


"haaa...Aku benar tidak bisa melakukan hal itu."


"Fani..."


"...."


" Aku bertemu dengannya di tempat parkir, dia bersama pria dan mereka sedang berpelukan. Sepertinya mereka memiliki hubungan seperti sepang kekasih."


"Apa hal itu penting?"


" sayang....aku hanya memberitahu bahwa teman kesayang kamu sudah memiliki pria yang ia cintai. Jadi berhenti berharap padanya."


"Hentikan. Kamu tahu semua cinta yang ada di antara kita semuanya kerena Fani. Entah dia memiki pria lain tidak menjadi masalah untukku."


"Kamu yang berhenti. Kita sudah pacaran dan tunangan apa yang kamu inginkan?"


" AKu mencintai wanita itu..."


"Apa? Apa kamu bercanda?  Bukan ini yang ingin aku dengar setelah bertahun-tahun tidak bertemu."

__ADS_1


"Hubungan kita di mulai dengan kebohongan dan rasa kasihan, kamu tahu aku menerima kamu karena kebohonga yang kamu berikan. Rasa kasina akibat kebohongan yang kamu berikan membuat semuanya nampak jelas."


" Apa? AKmu sudah menjalani hubungan dalam waktu lama dan ini jawaban yang kamu berikan padaku?"


"Mari kita putus."


"Tidak. Tidak akan perna terjadi."


"AKu ingin berhenti berpura-pura mencintai wanita yang sama sekali tidak da dalam hatiku. Berhenti berbohong dengan perasaanku sendiri. Berhenti berharap dalam bayangan akan cinta yang ingin aku miliki."


" Sayang...ki-"


"AKu akan berhenti mengeja Fani. Tapi hubungan kita akan berhenti."


"ti....ti...tidak."


" Aku ingin mengatakan hal ini padamu sejak lama. Aku membenci dirimu dan membenci diriku yang pengecut." ( sambil berlalu)


"Aku melakukan semua ini karena mencintai dirimu. APa slaahnya aku berbohong dan kasian? Apa kamu tidak merasakan cinta yang aku berikan selama ini?"


.....


" Ini...?"


"Rumahku..."


"Tapi kamu tinggal di apartemen? Aku perna mengantar sekali..."


"Itu hanya tempat yang aku tinggal saat lagi butuh sendiri."


" Apa yang kamu katakan?"


" Ini rumahku, kamu akan menjadi nyonya di rumah ini."

__ADS_1


" ...."


"Ada yang ini aku lakuin."


Langka kaki kami menjadi terdengar dengan jelas di lorong rumah ini. Rumah bagaikan istana ini milik pria di sampingku. DI hitung dari jumlah uang ia miliki seharusnya dia memilik perusahan milik sendiri. APa yang di pikirkan Kein?


Setelah berjalan cukup lama, kami berhenti depan kamar miliik anka laki-laki berumur 9-10 tahun. Seperti baru tersambar petir, kamar ini sanagt nyaman dan foto anak yang ada di dalamnya juga tidak salah, anak kecil yang perna aku selamatkan. Fotonya terlihat berbeda dan wajahnya sangat serius. Tanganku perlahan mendekat dan menyapu secara perlahan di atas bingkai foto miliknya, meneliti dengan cermat dan mentap ke arah Kein.


"Ini...Apa kamu mengenal anak ini?"


" Ah, aku sangat mengenalnya sayang"


"Dia keluargamu?"


"Dia..."


"Ada apa? Ah..."


"Apa kamu kenal anak ini sayang?"


"Ah...ini....yah."


"Apa anak ini yang kamu ceritakan padaku?"


"(wajahnya berubah, seprtinya dia kesal) ah Tidak...."


"Aku membutuhkan jawabn jujurmu sayang....jangan berbohong padaku."


"ah ....apa yang harus aku katakan?"


"Aku berharap kejujuran dari dalam dirimu..."


"YAH... anak ini cinta pertamaku."

__ADS_1


(sambil memeluk) " Aku Mencintaimu."


__ADS_2