Dunia Malam

Dunia Malam
Bab 7


__ADS_3

Kepalaku sangat sakit,mataku terbuka dengan perlahan dan melihat sekitar. Semalam aku berhasil pulang dengan selamat haaaa....terdengar hela napasku di ruangan yang sunyi ini. Beberapa hari ini banyak masalah yang tidak terduga. Langka kaki ku yang awalnya terhenti seakan bergerak kearah yang tidak aku inginkan. Semalam suasananya tidak mendukung, Rain terlihat tidak senang Kein berada di dekatku. Tatapan itu sama seperti awal kami bertemu, bauh permusuhan.


tok tok tok....


"Fani, bangun. Gadis mana yang masih tertidur di jam seperti ini."


mendengar teriakan kakak tertua ku, membuarkan lamunanku yang panjang. " Bagaimana aku pulang semalam?", mendengar perkataanku semua orang dalam ruangan terdiam namun sepersekian detik kemudian kakak keduaku menghela napas berat,'haaaa....setidaknya saat kamu berada di dalam pelukan Rain, jangan teriakan nama pria lain.Apa yang kamu pikirkan dengan meneriakan nama Kein?", mendengar perkataannya serasa tercekik leher ini. Bagaimana mungkin aku menerikan nama Kein saat bersama Rain. Sepertinya akan ada badai lainnya yang akan menghampiriku hari ini.


drrrttttdrrrttttt ......langka kaki ku semkin cepat, setelah menerima panggilan dari RS. Ros kaki ku berlari dengan cepat. " maaf dimana kamar pasien yang bernama Rain ELson?"


" kamar 212, arahnya sebelah kanan dari ruangn ini nona." setelah perkataan wanita di depanku ini, kaki ku melangka ke kamar yang ini. " Rain...." namun langka ku terhenti ketika melihat wanita bersama Rain, yah tunangannya sekaligus wanita yang sangat ia cintai.


" lama tidak bertemu Fani, apa kabar mu?"


" kabarku baik. Apa kabarmu?"

__ADS_1


" kabarku baik, terima kasih sudah menjaga priaaa ini dengan baik selama aku di London."


" Teriam kasih kembali. Bagaimana keadaanmu? Bagaimana kamu bisa masuk RS setelah minum semalam? Bodoh!", tanpa sadar aku memarahi Rain di depan tunangannya. Terasa suasana menjadi berat untuk sesaat.


" bukan masalah besar, aku menabrak pembatas karena wanita di sampingmu terus menempel padaku."


mendengar perkataan Rain, tanpa sadar aku tertawa terbahak- bahak,"hahahahaha...setidaknya saat kalian sedang merindu satu dengan lainnya perhatikan keadaan sekitar.Aku berpikir kamu begini karena minum bir sebotol."


" bodoh juga ada batasnya."


" apa kamu baik-baik saja? Maaf karena diriku kalian mengalami hal ini."


"baiklah, aku akan kembali sampai jumapa"


hufff.... sangat mengagetkan ada dia. Walaupun kami terlihat baik-baik saja tetapi aku tahu wanita ini tidak begitu menyukaiku. Kami bukan orang yang baru kenal, mereka teman SMA yang baru aku temui lagi. Hubungan mereka sangat bertahan, dulu kalau tidak sa;ah aku meningat perna menyukai Rain tapi sekarang sudah tidak apa-apa.

__ADS_1


" kamu masih dekat dengannya."


"kami berada di perusahan yang sama, tetntu kami dekat."


" aaah...apa selama aku tidak ada kalian selalu bersama?"


"yah, semuanya aku beritahu padamu. Apa kamu salah sangka?"


"tidak. Hanya sedkit cemburu. Kamu tahu aku sangat mencintaimu."


"aku juga mencintaimu."


"maaf baru bisa kembali sekarang. Ayah membantu aku untuk membuka butik di dekat taman sakura,datang lah saat kamu ada waktu,sayang."


"baiklah,sayang."

__ADS_1


setelah mengetahui tugas yang semakin menumpuk, tulang punggungku sedang berteriak meminta bantuan pada orang yang baik. "butuh bantuan?" (sambil menangis ) " kamu pahlawanku."


pekerjaan yang sulit ternyata mudah saat di kerjakan bersama. Setelah di pikirkan aku selalu menjaga jarak dengan kaum pria di kantorku ini. Mungkin dia baik itu sebabnya kami mudah dekat.


__ADS_2