
...Mencintai dalam diam, mencintai dengan tindakan......
...hidup yang baru di mulai menjadi pondasi utama yang harus di jaga......
...langka kaki Fani begitu berat.Kepalanya pusing dan tubuhnya teras lemah. Fani duduk lesu di mejanya dengan harapan kerja hari ini selesai lebih cepat sejam. Bukan tanpa alasan Fani merasa lelah dan pusing, sejak seminggu lalu pekerjaannya menjadi bertambah dan harus lembur baik di kantor maupun rumahnya ....
......Fani meringis kesakitan, dengan enggannya membiarkan jarinya menari di atas keyboard, menatap lurus ke depan komputer dan bekerja. ......
...tepukan pelan di bahu Fani membuat nya meringis kesakitan. " apa pukulan ku menyakitkan? ", suara berat dan juga nyaman di dengar. Fani memalingkan wajahnya dan melihat Rain berada tepat di belakangnya. Senyum tipisnya terlihat jelas di wajahnya yang tampan. " wajahmu memerah, apa kamu baik-baik saja? ". Melihat tingkah Rain, menyadarkan Fani dari lamunan panjangnya. " Aku baik-baik saja". jawab ku sembari berpaling dan meneruskan tarian ringan di keyboard....
__ADS_1
......Tubuhku sangat lelah, panas dan juga sangat tidak nyaman. Lelah, sangat lelah.... ......
...Tiba-tiba......
......Tangan Rain meraih dahi Fani, "kau sakit... kenapa masuk kerja? setidaknya ijinlah 2 hari ini". Kata Rain sembari membalikkan badana Fani. " Aku baik-baik saja. Tubuhku memang lelah tapi aku tidak sakit. " tegas Fani. Melihat tingkah Fani yang menyebalkan Rain meraihnya dalam pelukan sembari berjalan menuju ruangan yang di khususkan untuk pegawai beristirahat. Fani benar kaget, ini pertama kalinya ada yang menggendongnya selain ayahnya. Teriakan dalam hati Fani tidak memberikan efek pada Rain. Fani terlalu lelah berbicara akhirnya membiarkan pria yang menggendongnya membawa dirinya ke dalam ruangan itu. ......
..."akan aku ijinkan kamu hari ini pulang. Sebelum itu tidurlah sebentar sebelum kembali ke rumahmu. "...
.........
__ADS_1
...Suara bising luar ruangan membangunkan Fani dari tidur lelapnya. Dengan sedikit berusaha Fani mencoba membalikkan badannya. Setelah membuka mata dan memperhatikan keadaan sekitar, Fani menyadari bahwa dia belum kembali ke kamarnya yang nyaman. Dengan enggan nya Fani memposisikan diri dari berbaring menjadi duduk. Kamar yang familiar di depannya. kamar bagi pegawai yang sakit. Ruang yang cukup nyaman untuk di gunakan. "Tubuhku lelah tapi jauh lebih baik dari sebelumnya. "... " Aaah kain ini? apa milik Rain? plester di daiku juga baru di pasang. Sepertinya dia berusaha sangat keras untuk menjagaku. "...
...drrrrrdrrrrdrrrr...
...Ponsel Fani berdering, terlihat nama Rain di layar handphone. "Halo... Fani maaf kan aku, apakah aku mengganggu tidurmu? ", sapa Pria ini di seberang sana. " Tidak... aku sudah bangun dari 10 menit yang lalu... " .... " Apa kamu sudah baikan? Maafkan aku, tidak bisa merawatmu. Tadi di adakan rapat dadakan yang tidak bisa di tinggalkan. Aku tidak sempat memberikanmu obat. Aku akan ke sana sekarang . " Mendengar suara Rain yang terdengar cemas, Fani tersadar kalau yang merawatnya bukanlah Rain....
...10 menit kemudian...
...Yah... pria ini ada di depanku sekarang. Sudah aku tolak ajakan nya tapi pria ini sangat keras kepala. Dia membawahkan untukku dokter, setelah di periksa ternyata aku hanya demam biasa yang di akibatkan kelelahan. Sudah 10 menit berlalu dan perdebatan yang ada. Rain berharap diriku ini mengambil cuti sehari tapi tubuhku sudah membaik dari 20 menit yang lalu. Mendengar pria ini mengoceh membuatku sangat lelah. "Aku akan cuti besok. Tidak.. tidak... tidak.... maksudku akan ijin sehari. " mendengar pernyataan gadis di depannya Rain sangat senang. Bukan tanpa alasan dirinya senang, gadis ini sangat keras kepala itu alasannya berdebat agar gadis ini mengikuti kemauannya....
__ADS_1
...setelah kejadian tadi, kepalaku semakin sakit. Tapi tidak jadi masalah sebab kamar ini milikku... nyaman sekali. (siapa? siapa yang menjagaku dan memberikan obat serta kain padaku?). " aaah... hati yang melelahkan. " sambil berkata Fani tertidur dengan lelapnya....