
Setelah mengatakan kalimat ini berulang kali, Fani memeluk dan mencium ku. Napasku yang sejak awalemburu semakin tidak bisa di kendalikan. Tanganku memlukmya erat dan lumayan kecil terjadi saat kami berciuman. Setelah kesadaran kembali, kalimat yang selalu aku unggu akhirnya ia ucapkan. Tanpa sadar air mataku mengalir dengan sendirinya, air mata bahagia dan juga kemenangan. Aku memenangkan hati wanita yang aku cintai.
..........
. setelah ciuman mesra di pagi hari, Fani menyiapkan sarapan pagi, wanita ini tidak begitu pandai memasak, namun sangat menyenangkan bisa melihat punggungnya. Punggung ini sangat kec dan juga bisa rubuh kapan pun, langka kakiku terdengar dan tiba -tiba...
"jangan memeluk dan menciumku. Aku sedang menyiapkan roti untuk kita berdua. "
Mendengar perkataan Fani ini, membuatku tertawa terbahak bahak. Namun dia tidak dapat menghentikan tangan jahil yang menyentuh pinggangnya.
"Aku mencitaimu. "
"Aku juga"
"juga apa? "
"Juga mencintaimu. "
__ADS_1
"Apa aku boleh menciummu? "
"kita baru melakukannya tadi. Aku lapar sekarang. "
Setelah mendengar perkataan Fani, Kein mencium bibir Fani dengan lembut sembari memeluk. kalinya itu tak hentinya ia berikan.
.........
sebelukan lagi kami akan menikah, persiapan kami sduah 100% dan undangan sudah di sebarkan, namun ada perubahan dalam jadwal yaitu pernikahan kami akan di mulai 2 minggu lagi. Persiapan kami sangat baik dan cepat itu sebabnya semunya menjadi cepat.
.........
..........
Setelah berjuang selamat ini, hubungan kami terbilang cepat tapi kami sangat menikmati hari-hari kami. Pandanganku berpaling saat melihat wajah pria asing di depanku, ia memiliki rahang yang keras dan memiliki wajah yang sangat tegas, dengan tenang kakinya melahhka ke arahku dengan langka panjang. Setelah berhenti di depanku, ia berlutut dan melamarku dengan wajah yang snaht menawan. "Maukah kamu menikah denganku?"
Mendengar p enyataannya membuatku tersadar, pria ini sedang gila fna tidak waras. Bagaiaman mungkin ia melamar wanita yang akan menikah?
__ADS_1
"Maaf... aku tidak bisa! ", dengan sopan aku menolak lamarannya. Mendengar perkataanku wajahnya sangat kaget, ia memalingkan wajahnya dan aku bisa lihat, telinganya memerah. Sepertinya ia sangat malu karena ditolak.
" Aku benar menyukaimu "
"Aku tidak bisa. "
"Aku snaagt menyukaimu. "
"Aku tidak bisa. Hari ini adlaah pernikahan yang sudah aku tunggu. "
Setelah mengatakan kalimat itu, pria itu meninggalkan kamar tunggunu ini, namun selang beberapa menit ia masuk dengan beberapa pengawal. "Kamu akan meningkat dalam 30 menit., Aku akan membuatmu menyukaiku dalam tenggak waktu ini. "
Apa? Tak habis pikir. Bagaiamana bisa ia mengatakan hal seperti ini saat ia tahu aku akan menikah.
Setelah ia masuk dan membawa peralatan yang entah dtang dari mama, kamar yang aku tempati di kunci, walaupun aku snaagt takut sebisa mungkin aku berusaha membuatnya seperti biasa. Mataku taknlepas darinya, aku menatap dengan sangat tajam dan berharap Kein dapat datang lebih cepat dan menyingkirkan pria aneh ini.
setelah beberapa waktu, ia menyalakan alat yang ia bawah, seperti pemutaran film. Setelah diperhatikan ini... ini aku di saat sekolah, aku ingat saat cuti aku mengambil kelas tambahan dan mempercepat kelulusan ku dan mendapatkan pekerjaan di usia muda... Siapa pria ini? kenapa ia Seperti ini?
__ADS_1