
...Setelah hari melelah kan kemarin, hari ini tidurku sangat pulas. Sesuai dengan yang aku inginkan, memakan buah dan juga berolahraga agar tubuhku jauh lebih baik. Hari ini saya berpikir untuk mencuci pakaian kotor yang sudah menumpuk. ahaah... kain ini! Milik siapa? Bukan milik Rain. Seharusnya ada pemiliknya, aku cuci dulu baru cari tahu pemiliknya....
...esok......
...Sejak kemarin badanku semakin pulih, tubuhku benar butuh tidur yang cukup. Setalah ijin sehari pekerjaanku masih tetap sama seperti biasanya. Jariku mulai menari di keyboard, tanpa sengaja mataku melihat pekerja baru yang berada di depanku. Terlihat ia sedang lelah, wajahnya pucat....
...Saat wajahnya melihat ke arahku, tatapan nya sangat menusuk. " apa anda baik-baik saja? ", mendengar suara di seberang wajahku reflek terangkat, " aahh... saya sudah baikan! "...
..."Maaf membuatku tidak nyaman, bisa aku meminta kain yang kamu gunakan kemarin? Kain itu punyaku? ",...
__ADS_1
..." punyamu? kain ini? Apa anda yang merawat saya?Kemarin di ruangan itu? ". Nada tidak percaya ku terdengar sangat jelas....
..." ia. Kamu sedang sakit dan kedinginan. Kemarin kamu membutuhkan kain itu"...
..." maaf... kain itu saya tidak membawa nya. Karena belum tahu pemiliknya saya tidak membawahnya hari ini. Saya akan bawahkan esok"...
...".... "...
..." Antar aku pulang. Kamu harus bertanggung jawab. Karena kain itu aku berikan kemarin aku kedinginan semalaman di sini" ....
__ADS_1
...Mendengar ucapannya aku sangat kebingungan, pria ini apa yang sedang ia katakan? Setelah berpikir 5 menit, aku coba mendekatkan wajah... ooh yah ampun. Ia mabok!...
...setelah berpikir selama 10 menit lamanya, aku memebranikan diri menarik tangannya ke arah lift. "hhhha... tanganmu sangat kecil, apa aku boleh menciumnya? ". Pikiranku kacau, bagaimana mungkin pria ini sangat nakal di dekatku. " Tidak. Sebaiknya kamu perhatikan sikap mu."..."baiklah.aku tidak akan mencium tanganmu". Langka kami terhenti saat bertemu dengan ketua tim kami. Yah, Rain ada di depanku sekarang. Tatapan tak suka terlihat jelas di wajahnya. "Mau kemana?"...
..."Ada urusan. Aku ijin sebentar", langka kakiku sangat pasti dan berlalus begitu saja. Rain tidak sempat menahan tanganku saat kaki kecilku berjalan dengan sangat cepat. Taxi di depan kantor menjadi kendaraan tercepat yang aku pikirkan. Alamat rumah pria ini sama sekali tidak aku ketahuiketahui, "rumahmu dimana? " tangan pria ini mencoba mengeluarkan sesuatu. ah, dompet pria ini, "Di dalam ada alamatku lihat sendiri. Kode pintuku ulang tahunku". Tatapan tak percaya terlihat jelas di wajahku. Bagaimana mungkin pria ini begitu acuh padaku. ...
...Setelah berjuang sekian lama akhirnya kami smaapi ke kamarnya. Rumahnya sangat simpel dan tidak banyak barang, terlihat luas dan juga bersih. Kamarnya sangat rapi dan terlihat tempat tidur ukuran besar di sini. Langka kaki ku menjauh, plsungguh melelahkan pikirku. Mengambil air seglas bukan masalah bukan? stelah mengambil air, aku berjalan menuju pintu tapi terhenti ketika tangan besar memeluk ku dengan erat. " aaaah... apa yang kamu lakukan? " terdengar jeritanku yang sangat kuat. Yah, itu suaraku pria ini memelukku dengan erat membawshku ke arah kamarnya dan tertidur pulang dengan memeluk ku. Tangannya sangat besar dan kuat, tidak bisa terlepas saat aku berusaha sekuat tenaga membuka rangkulan di perutku. Ah, sial pikirku... ...
......Tubuhku tersakiti berat, terasa aroma manis di depanku, aku mencoba membuka mata dan terlihat tubuh wanita di pelukan ku. Hampir suara jeritan terdengar saat aku menyadari wanita ini adalah Fani. Ia tertidur dengan pulas di sebelahku. Apa yang terjadi pikirku? aaah sna agt memalukan. Saat pikiranku bercampur aduk tubuhnya menggeliat di tanganku, pelukan itu ku pererat sambil amta ku tutup. Terdengar suaranya. " ah, dia belum bangun? Aku tertidur rupanya! Badanku sangat sakit karena tidak merubah posisi tidurku! ". Ah, dia bergerak dan... " wajahnya manis saat tertidur, apa dia akan memulukku sampai esok? Akan sangat memalukan posisi ini! Tapi tidak jadi masalah, tubuhnya sangat nyaman! " Setelah mengatakan hal itu, suaranya tak terdengar. Tubuhku kaku dlama waktu lama, dia tertidur dengan sangat pulas. Tubuhnya sangat kecil, padahal ia terlihat besar saya berdiri. ......
__ADS_1
....... ...
...Setalah aku tertidur pulas lagi, saat terbangun aku menyadari berada di kamar pria ini. Saat beranjak keluar terdengar suara bising dan aroma masakan. Wangi, " apa kamu sudah bangun? Mandi lah, ada pakianku yang cocok dengan mu?! " Setelah mengatakan hala itu ia berlalu dan aaah sangat memalukan... ...