
Saat mendengar semuanya badanku tidak bisa di hentikan lagi. Tanpa sadar tangaku menarik wanita yang sangat aku cintai dan cup... cup.. cup... Aku menciumnya tepat di bibir sambil merasakan setiap sensasi yang aku berikan dan sepertinya Fani sangat sangat terkejut tapi sedetik kemudian dia membalas ciuman ku. Gila... Aku merasakan akan meluap saat ini juga... syukur pada ketua tim yang meneriakkan namaku...
"Kein... Apa yang kamu lakukan? Lepaskan Fani. "
" (Berhenti mencium) Hentikan. Fani miliku dan tidak akan berubah sampai kapanpun itu. "
"( sambil memeluk) benar. Jadi hentikan pikiran menyebalkanmu itu. "
Setelah mendengarkan perkataan Fani, Rain meninggalkan atap dan kemabli ke rumahnya. Pikirannya kacau dan wanita yang ia sukai benar pergi begitu saja.
...
" kamu mendengarnya? "
cup... cup... cup.. " Aku boleh mencium dengan berlebihan? "
Mendengar permintaan pria ini sepertinya aku tidak bisa menolak, dengan pelan aku mengangguk.
Terasa bibir yang sangat familiar menempel di bibirku, menjaja perlahan dan terasa manis melekat di bibirku, saling menukar oksigen membuat cium ini cukup memanas. Napas kami tersenggal namun tak seorangpun yang berhenti mencium. Entah bagaimana hari ini atap terasa sepi, kami menikmati waktu berdua dengan terus memberikan dan membalas ciuman, "Ayo kita menikah. Aku ingin kamu jadi miliku agar pria yang menyukaimu berhenti berharap ", setelah mengatakan kali shat itu, tanpa mendengar jawabku, dia mencium.
....
Setelah di perhentikan kami tidak ada di kantor dan sekarang ada di rumahku. Tepat di depan ayah dan ibuku, setelah mendengar perkataan Kein mereka menunggu jawabku " aah... ia". Semuanya bahagia tapi apa yang terjadi, semuanya berjalan begitu saja tanpa pikiran apapun. Setelah memperhatikan wajah Kein yang bahagia membuat pikiranku jernih.
...
"Sakura... "
"Rain, ada apa dengan dirimu hari ini? "
__ADS_1
"Ayo kita lakukan..... hal yang kamu inginkan"
"Apa? Aku tidak paham. "
"Hubungan orang dewasa. Ayo kita lakukan dan menikah. "
"Sungguh? Ayo kita lakukan sayang... Aku ingin mengandung anakmu. Aku sangat mencintaimu. "
( Sambil mendorong) " .... "
cup... cup... cup
"Terima kasih sayang "
"Aku... Ayo kita lakukan. "
"Fani... "
(Tersentak)
"Apa? "
(sambil menangis) " Aku... aku sangat mencintai wanita ini... aku ingin memiliki dia, hatiku sangat sakit saat ini. "
"Kau di tolak? "
"Aku tidak bisa melakukan hubungan itu... hubungan yang sangat menyakitkan itu.. Sakura, aku menganggapmu sebagai adik dan sahabatku selama ini... kenapa keegoisanmu semakin membesar? Aku mencintai wanita itu dan kamu... "
"Hentikan... aku tidak akan menyerah pada mu. "
__ADS_1
"Tapi aku sudah menyerah padamu sejak lama. Menyerah pada sikap egoismu dan cemburumu. Selama ini aku menjaga agar hubungan kita baik-baik saja, tapi hatiku tetap milik wanita ini. "
(sambil menangis) " Apa kamu tidak bisa amembuka hati ini ? membukanya untuk diriku? "
"Tidak... sejak awal tidak pernah ada tempat untukmu. "
"Tapi kenapa? Apa yang menjadi kekurangku? "
" Tidak ada. Hanya saja hatiku benar - benar tidak bisa melihat ke arahmu. "
"... " ( menangis)
"aku.... "
" Kenapa kamu mencariku? Bukannya menghancurkan hubungan mereka lebih baik-"
" ( Sambil berteriak) Tidak. Aku tidak akan melukan hal itu. Kalaupun aku ingin melakukan hal itu, akan aku hentikan pikiran itu. Apa kaku tidak ingat, semasa sekolah dulu. Kamu pernah menyebarkan gosip dia wanita murahan? Dia hampir tidak bisa bangkit, tapi dia bisa melewati semuanya itu. Kamu membuat masa sekolah nya yang cerah seperti langit malam. "
"Aku melakukannya semuanya itu karena aku sangat mencintaimu. Dia... dia bahkan membalas apa yang aku lakukan, dia lebih jahat dan jauh menakutkan daripada diriku.... "
"Tidak. Dia melakukan hal itu karena kamu mengusiknya. "
" ...."
"Malam sepulang sekolah kamu menyewah orang untuk melakukan hal seninih padanya. Tapi semuanya gagal karena dia bisa menjaga dirinya. Kamu membuat dirinya di Bully dan dia membalasnya 2x liat padamu. Membuatnya seolah mencontek tapi dia bisa menjawab soal berbeda dengan nilai sempurna.... "
"Hentikan.... Apa yang kamu katanya semuanya benar, aku tidak menyukai wanita itu bahkan membencinya. "
"Karena itu aku membenci diriku yang selalu ada di sampingmu, Sakura. " ( Sambil meninggalkan)
__ADS_1