Dunia Malam

Dunia Malam
Bab 8


__ADS_3

langka sepatu menjadi alunan musik di lorong panjang ini. Ternyata kedekatanku dengan Kein menjadi bahan gosipan yang hangat diperbincangkan. Tentu saja karena aku yang selalu menjaga jarak dengan semua kaum pria dekat dengan pria yang paling banyak diminat di kantor ini, tentu saja menjadi bahan gunjingan.


" apa yang kalian katanya sangat kasar. Apa yang kalian pikirkan saat mengatakan hal ini?"


" kami hanya mengatakan hal yang sebenarnaya. Kalian awalnya tidak dekat,bagaimana dengan seminggu kalian dapat begitu dekat, makan dan minum bersama?"


" itu yang kalian pikirkan? Aku yang mendekati Fani, aku menyukainya dan akan tetap seprti itu."


langka kakiku berhenti ketika mendengar suara Kein yang sedang marah di depan sana. Tidak lama terdengar suara beberapa orang yang mengatai kamu berdua. Aku hanya menghela napas dan kesal dengan tingka mereka yang seperti ini, akan aku jelaskan semuanya pikriku namun terheti saat mendengar pengakuan Kein yang secara tiba-tiba. " apa yang kamu lakukan disitu?", sapaan Rain menyadarkanku dari lamunan ini. " bukan apa-apa."


saat kami melangka yang ada hanya Kein yang menatap lurus kearahku, senyuman paling canggu aku berikan padanya sebagai balasannya, jantungku benar sakit hari ini. " Aku menyukaimu! Ayo kita berpacaran!Aku akan memberikan padamu waktu selama seminggu untuk berpikir." jatungku hampir copot saat dia menyatakan perasaanya didapan Rain.Tanpa mendengar jawban ku dia meninggalkan kecanggungan anatar aku dan Rain, "kamu sudah sembuh?" tanpa balasan darinya yang ada hanya tatapan yang tajam, seolah mengatakan kapan kami sampai tahap ini. " aku pergi dulu"


Meninggalkan Fani dan Rain dalam kecanggungan itu membuatku bersalah tapi hanya itu caranya agar aku tidak merasa canggung. Dasar pengecut pikirku, bagaiman mungkin aku biarkan wanita yang membalikan duniaku begitu saja. Bukan aneh, hari ini sudah aku putuskan dalam waktu lama akan menyatakan perasaan ini sebulum ada yang mengatakan duluan padanya. Sebelum mengatakan hal ini, aku sudah cari tahu hubungan ketua dengan Fani, ternyata mereka tidak memiliki perasaan yang begitu kalaupun ada hanya salah satu dari mereka yang memiliki perasaan seperti itu.Melangka terlebih dahulu merupakan cara terbaik dalam hubungan ini.


setelah mengatakan hall itu, Kein tidak menatapku dan melakukan tugasnya denga baik. Setalah medengar jantungku tidak berhenti berdekup dengan kencang, terlalu malu mengakui hal ini bagaimana jantung ini berdekup begitu cepat dengan keadaan yang tidak wajar.

__ADS_1


drrrrrdrrrrrrrrrrt....nomor tanpa nama. Saat aku mengangkat terdengar suara yang aku kenali,wanita ini tunangan Rain. Dia meminta bertemu denganku, mendengar nada bicaranya sepertinya akan ada badai lanjutan.


saat kepalaki ternagkat terlihat Kein memasuki ruangan Rain sambil membawah map yang akan diberiakn pada Rain. Kepalaku sangat sakit karena banyak hal yang terjadi secar dadakan yang tidak bisa aku atasi.


toktokotktotok....."silakan masuk."


"maaf pak. Ada berkas yang harus bapak tanda tangan."


" silakan duduk."


"...."


"...."


"(tatapan tajam) sebaiknya niatmu itu dihentikan dari sekarang.Fani tidak akan menerima pernyataanmu, pria yang baru di kenalnya selama seminggu."

__ADS_1


" apa urusanmu? Ini masalah pribadai kami, sepertinya tidak hubungan dengan anda,pak."


"tentu ada urusan,kami- "


" setidaknya bapak harus perhatikan tunanganmu. Melihat anda yang memiliki waktu membahs urusan orang seprtinya anda memiliki waktu yang banyak."


"kau...tahu aku memiliki tunangan dari mana?"


" bapak harus tahu bukan kali ini aku bertemu dengan Fani. Begitu juga dengan cinta yag saya miliki."


" sudah aku tanda tangan."


"terima kasih pak.Permisi."


setidaknya seuanya sudah aku lakukan, maka akan aku pastikan akan mendapatkan wanitaku.

__ADS_1


__ADS_2